
Matahari mulai tersenyum merekah. Cahayanya mulai menghangatkan pori- pori kulit. Motor matic itupun melaju dengan kecepatan sedang. Hani dibelakang Arifah dengan senyum merekah. Menikmati alam di kota kelahirannya.
" Kita ke rumah makan yang ada menu timlo saja yah Han."
" Boleh,dimana saja oke- oke saja aku Fa."
" Kamu kabari orang Lisik,Lestari dan Ima lah kalau kita ke rumah makan."
" Iya nanti aku telephon mereka."
Motor matic itupun berhenti ke sebuah rumah makan yang pengunjungnya lumayan padat. Setelah memarkirkan motornya,mereka masuk ke rumah makan itu dan duduk dibangku kayu panjang yang letaknya didepan pintu masuk. Seorang pelayan wanita datang mendekati mereka.
" Mau pesan apa mbk?"
" Timlo dan es campurnya satu." sahut Hani kepada mbk pelayan itu.
" Saya Soto dan es jeruknya satu mbk." sambung Arifah.
" Oke,ditunggu ya mbk!"
Pelayan itupun pergi meninggalkan mereka.
Arifah sibuk mencari nomer Lisik lalu menghubungi nya.
" Hallo, Sik! kami sudah di Es Masuk, cepet kemari."
" Iya,kami sudah OTW sama Lestari dan Ima kok."
" Oke,kami tunggu!"
Arifah menutup panggilan keluar itu dan memasukkan ponselnya kembali kedalam tas kecilnya.
" Jadi,sudah 3 tahun ini kamu menjomblo Han?"
" Iya lah!"
" Aku gak percaya!"
" Percaya denganku rukun Iman bertambah Fa."
__ADS_1
" Awas kalau bohong!"
"Sebenarnya ada,cuma..."
" Nah...bohong kan?"
" Cuma, ....kelaut semuanya!"
"Semuanya?? jadi berapa orang Han?"
"Ah gak usah dibahas lagi,aku pulang ke Solo mau mengkosongkan pikiran dan hati ini." sahut Hani sambil menunjuk letak jantungnya.
" Hahahahha...gayamu Han..Han,dari dulu gak berubah."
" Eh itu mereka!" sambung Arifah sambil menunjuk 3 kawannya yang baru datang yaitu Lisik,Lestari dan Ima.
" Hallo cantik!, lama gak ketemu tambah berisi yah kamu!" sahut Lisik sambil menjabat tangan dan mencium pipi kanan kiri Hani.
" Berisi apaan? kerempeng gini kok" sambung Lestari sambil mencubit pipi chubby Hani.
" Hahahahha...selamat datang di kota Solo Hani." sahut Ima sambil cipika-cipiki dengan Hani dan Arifah.
Tidak lama kemudian pesanan Hani dan Arifah sudah mendarat di atas meja mereka.
" Wow...Alhamdulillah, ini makanan kesukaanku." kata Hani bersemangat.
" Kami duluan boleh kah?"
" Iya,silahkan duluan, bukankah kalian terkenal makannya paling lambat, mengunyah sampai jadi bubur hehehe" sahut Lisik.
" Biar sehat ini lambungnya,kerjanya gak berat Sik"
" Iya...iya..makanlah kalian, jangan ngoceh saja,entar keselek."
Tidak menunggu terlalu lama, pesanan Lisik,Lestari dan Ima pun telah tiba. Mereka menyantap bersama- sama dengan suka cita.
Setelah makanan habis mereka makan,kini giliran es yang mereka pesan ikut giliran masuk ke mulut mereka. Hani yang pesan wa campur dengan beraneka buah didalam mangkok itu sungguh bikin ngiler orang yang melihat. Apalagi dengan cuaca panas di siang hari.
__ADS_1
Sudah menjadi kebiasaan dan rutinitas Hani,tiap pulang ke Solo ia harus mencari menu ini selain klepon jajanan tradisional itu.
" Mangkok nya jangan ikut kau telan Han!"
" Hahahahaha,tambah lagi sana! kayak sudah berapa Minggu gak makan saja." sahut Lestari.
" Heheheh...cukup! sudah kenyang aku!" kata Hani sambil terkekeh.
" Kamu tahu Han,Ima ini akhirnya pacaran dengan Surya lho."
" Hahh, Surya yang pernah nembak aku itu?"
" Ais Hani, gitu kali!" sahut Arifah.
" Hehehehe maaf!!"
" Sudah berapa lama kamu pacaran dengan Surya Ma?"
" Dua tahun ini."
" Wah,semua sudah punya pacar yah,cuma aku saja yang jomblo." sambung Hani.
" Kamu ini,disini bilang jomblo,di Semarang ternyata ada banyak." sahut Lisik.
" Iya betul" sambung Lestari.
" Habis ini kita kemana?" tanya Arifah sambil mengeluarkan beberapa lembar uang diatas meja.
" Kemana Han?" tanya Ima sambil mengeluarkan beberapa lembar duit juga keatas meja.
" Ke rumahku saja,santai- santai dulu." jawab Hani.
" Kau yang bayar Tari! itu uangnya!" perintah Arifah sambil menyodorkan beberapa lembar uang kertas yang terkumpul di atas meja.
" Oke!" sahut Lestari sambil bangkit dari tempatnya duduk dan mengambil uang di atas meja itu.
Setelah membayar tagihan dari makanan dan minuman mereka,para gadis gadis itu pergi meninggalkan rumah makan itu dengan perut kenyang. Mereka meluncur ke rumah Hani sebagai basecame nya.
Jangan lupa like dan komentnya yah!!
__ADS_1