
Film action itu masih terus berputar, sampai menunjukkan pukul 19.00 akhirnya dilayar itu tertulis ' the and'.
Monas dan Hani bangkit dari tempat duduknya,keluar studio dengan antrian penonton yang tertib. Monas menggandeng lagi Hani,kearah pintu keluar studio.
" Lapar gak dek?"
" Heem."
" Hihi, yuk makan dulu kita."
" Tapi bg, sudah larut malam."
" Eh,baru juga jam tujuh dek."
" Yuk dek!" sahut Monas sambil menarik tangan Hani masuk ke restoran siap saji.
" Mau apa dek?"
" Terserah Abang saja."
Monas melangkah ke kasir dan mulai antri memesan makanan dan minuman. Beberapa menit kemudian Monas sudah membawa nampan yang berisi beberapa nasi,ayam goreng,dan juga minuman.
" Yuk,dimakan dek!" kata Monas menawarkan setelah sebelumnya mereka mencuci tangan di wastafel yang telah tersedia.
" Mau tambah lagi dek?"
" Sudah cukup bg,ini saja belum habis."
" Habis ini,mau kemana lagi dek!"
" Astagfirullah, pulang bg!" kata Hani sambil melotot matanya.
" Hehehe..iya iya, Abang antar pulang."
" Hadeuh...serem juga kalau marah."
"Idih!" sahut Hani sambil menoel pinggang Monas.
" Makannya tidak perlu buru - buru dek."
Hani tersenyum simpul,dengan tingkah Bg Monas yang menggodanya.
" Itu tuh kan! Masih ada nasi di pipi adek."kata Monas sambil mengambil sisa nasi di pipi Hani.
Hani bangkit dari tempat duduknya dan mencuci tangannya ke wastafel,diiringi Monas dibelakangnya ikut mencuci kedua telapak tangannya.
" Sudah jangan bersih bersih,hilang nanti kulit ari nya adek."
Hani tersenyum,dan kembali mencubit pinggang Monas,tapi kali ini cubitannya kecil dan dibuat sakit.
" Awww.!" Monas meringis menahan sakit...sakit sakit gemes.
" Ayok kita pulang!"
__ADS_1
Mereka melangkah ketempat parkiran,dimana motor mereka terparkir. Dan akhirnya mereka meninggalkan pusat pembelanjaan kota itu dan melaju kearah jalan kampus Unnes.
Disepanjang jalan mereka tidak banyak berbicara, mungkin karena kekenyangan hihi.
Beberapa menit kemudian, rintik rintik dari atas langit turun dengan pelan tetapi mereka tetap melanjutkan perjalanan pulang.
" Dek, lama kelamaan hujannya deras."
Kata Monas dengan suara keras.
" Kita berteduh dulu gimana?" sambung Monas akhirnya.
" Ya udah." jawab Hani sambil mendekat ketelinga Monas.
Mereka berteduh di ruko yang masih buka.
memang jam masih menunjukkan pukul delapan malam.
" Ini hujan pasti lama berhentinya dek ."
Hani memandangi Abang itu dan mata nya membelalak melotot marah.
"Hehehe...kok jadi marah sama Abang sic dek."
Cukup lama mereka berteduh didepan ruko itu sampai ruko itu menutup tokonya yang itu artinya jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.
" Bg..hujannya kenapa gak berhenti berhenti." kata Hani pelan di dekat Bg Monas.
" Mau nekat jalan pulang dek?"
" Entar kalau masuk angin Gimana?"
" Enggak baaang!"
" Ya sudah Ayuk jalan!"
Akhirnya Monas dan Hani melanjutkan jalannya dan melajulah motor vixion itu.
Tidak beberapa kemudian,Monas masuk ke suatu tempat dan kembali memarkirkan motornya lagi.
" Sudah,turun dek!"
" Kok turun disini Bg?"
" Malam ini kita bermalam disini dulu dek, jalan ke gunung Pati kalau hujan seperti ini licin. Besok pagi atau subuh Abang antar adek pulang."
Hani terdiam,dan tidak bisa menolak ajakan Abang itu. Masih ditempat parkiran,Hani masih berdiri mematung sedangkan Monas masuk ke dalam ke ruang resepsionis dan menyerahkan kartu identitasnya untuk bermalam ditempat itu. Setelah mendapatkan kunci kamar, Monas menghampiri Hani yang masih berdiri mematung kedinginan karena bajunya basah.
" Yuk dek!" ajak Monas sambil menarik tangan Hani ke arah kamar yang sudah dipesan.
" Ini kamarnya." kata Monas sambil membuka pintu losmen itu.
Monas membuka kemejanya yang basah kuyup,dan mengambil handuk yang sudah disiapkan di losmen itu.
Sambil mengelap rambut dan badannya yang basah, Monas memandangi Hani yang masih ragu ragu masuk di depan pintu.
" Gak mau masuk?"
__ADS_1
Akhirnya Hani masuk kedalam ruangan itu yang cukup besar.
" Bentar lagi,teh panas dan Snack akan diantar oleh penjaga,adek bilas bilas dulu di kamar mandi, pakai saja handuk kimono itu biar gak masuk angin dek." Monas menjelaskan.
Hani melangkah ke kamar mandi dan melepas semua bajunya yang basah, membilasnya dan memakai kimono yang berbahan tebal. Monas pun demikian,baju dan celananya basah semua sehingga memakai juga kimono yang satunya.
Tidak lama kemudian,suara pintu diketuk oleh penjaga dan membawakan beberapa teh manis panas dan beberapa bungkus Snack roti.
" Trimakasih Pak, bisa minta tolong baju ini di laundry kan bisa pak?"
" Bisa dek, besok jam 10 saya antar kan lagi bajunya." Penjaga itu lalu permisi pergi.
" Hah!..jam 10? adek bakalan gak bisa ikut matakuliah pagi dong bg."
" Abang juga! Gak papa sekali kali absen juga gak papa kan dek."
" Ini di minum dulu biar hangat badannya."
Monas menyodorkan segelas air teh panas itu ke Hani yang duduk.
Monas merebahkan tubuhnya di ranjang yang sudah disiapkan sedangkan Hani masih saja canggung dengan situasi seperti ini. Kenapa tidak, Hani seumur hidup tidak pernah sekamar dengan laki laki manapun termasuk pacarnya sendiri.
" Sudah ngantuk dek?"
" Belum."
" Istirahatlah dek!"
Monas bangkit dari tempat tidur itu dan mendekati Hani yang duduk yang masih memegangi gelas yang airnya masih panas itu.
" Masih dingin ya?" Kata Monas sambil mengambil gelas teh yang dipegang Hani dan meletakkannya di meja. Monas mengambil kedua tangan Hani dan mengusap usapnya agar hangat. Hani terdiam memandangi bg Monas. Mereka semakin menikmati sentuhan hangat di tangan tangan mereka yang beradu.
Monas tersenyum,menatap lebih dekat wajah ayu Hani. Wajah Hani seketika merona karena rasa malu menyelimuti. Wajah Monas semakin mendekat dan mendekat ke wajah Hani. Monas memberanikan diri mengecup bibir merah Hani perlahan. Seketika aliran hangat menjalar ke masing masing keduanya. Mata mereka beradu,menikmati segala sentuhan dan terhanyut dalam suasana. Monas semakin nekat dan Hani membalas nya dengan gairah. Jantungnya berdegup kencang,dan tidak bisa terkontrol.
" Ahhhh..." keluh Hani sambil menarik nafas panjang.
Monas tersenyum,mengusap bibir mungil Hani itu dengan lembut. Sambil mengambil kedua tangan Hani dan menggenggamnya dengan kuat. Monas kembali mengecup nya dengan lembut,dan kembali Hani ikut membalasnya dengan lembut. Monas tersenyum.
" Abang sayang sekali dengan adek."
" Adek juga!"
" Benarkah?"
Hani menganggukkan kepalanya pelan dan bangkit dari tempat duduknya menuju tempat tidur dan melemparkan satu bantal ke arah bg Monas.
" Abang tidur dibawah!"
" Hehehehe...tega sekali adek!"
" Sebel!!! Semua gara gara Abang!"
" Hehehe, ya sudah adek istirahat dulu, Abang tidak akan mengganggu." kata Monas pelan sambil menyelimuti tubuh Hani yang sudah berbaring di ranjang.
__ADS_1