TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Akad lagi


__ADS_3

Monas sudah tiba di Rembang. Di rumah utama, Abah duduk bersama ummi. Di sana, Monas sudah siap mendengar kan sesuatu yang akan di sampaikan oleh Abah. Kelihatannya yang akan di sampaikan oleh Abah sangat serius karena tidak seperti biasanya meminta Monas harus pulang secepatnya ke Rembang.


" Monas! Abah dari dulu menginginkan punya menantu seorang hafist atau penghafal Al Qur'an sama halnya dengan kamu."kata Abah.


" Oh iya? Bagaimana kabar istri mu?"


" Alhamdulillah sehat Bah!"


" Iya syukurlah." kata Abah singkat.


" Oh iya Nas! Ini namanya Ida. Dia anak pak kyai dari Kudus. Ida ini adalah seorang hafidz sama seperti kamu. Dia baru datang dengan pak kyai." kata Abah sambil menunjukkan seorang gadis yang baru masuk dan duduk di antara obrolan mereka.


" Nikahi lah Ida! Ajaklah Ida bersamamu di Jakarta nanti. Bukankah istri mu tidak mau tinggal di Jakarta bersamamu?"


" Abah??" Monas terkejut bukan main.


" Kali ini,kamu jangan menolak keinginan Abah mu. Bukankah abah juga tidak melarang kamu menikah dengan gadis pilihanmu? Abah selalu mendukung. Tetapi ini juga untuk kebahagiaan mu. Ida bisa mendampingi kamu di Jakarta."


" Ida juga tidak menuntut banyak pada mu. Nikahi lah dia secara agama. Dan hiduplah dengan bahagia di Jakarta."

__ADS_1


" Abah! Saya sudah merasa cukup dan bersyukur punya istri satu yaitu Hani. Saya tidak menginginkan lebih dari itu."


" Abah tahu itu! Berjalan nya waktu kamu pasti akan menyukai Ida."


" Abah!"


" Dari dulu, kamu sudah di jodohkan dengan Ida. Abah dengan pak kyai Kudus sepakat dengan perjodohan ini."


" Kami tetap menghargai semua yang sudah menjadi pilihanmu. Pada dasarnya, laki - laki bisa beristrikan lebih dari satu." sambung Abah.


" Besok pagi, menikahlah dengan Ida. Dan bawa lah dia bersamamu ke Jakarta. Menjadi istri yang selalu mendampingi suaminya dan melayani dengan baik."


Monas terdiam. Malam itu seperti neraka baginya. Tidak bisa menolak dengan keputusan Abah. Besok pagi harus menikah dengan wanita lain yang nyata - nyata Monas tidak menyukainya.


Pagi telah tiba. Pernikahan agama yang di rencanakan sudah di persiapkan. Monas sudah duduk berhadapan dengan pak kyai. Disamping ada Ida yang akan di nikahkan dengan dirinya. Akad itupun terucap lagi dari mulut Monas. Seolah ucapan itu mainan belaka. Monas menunduk, merasakan ketidakberdayaan nya untuk menolak semua itu.


Setelah akad itu, Monas meninggalkan tempat itu tanpa pamit dengan Abah dan Ummi.


" Nanti kamu bisa menyusul ke Jakarta langsung, Ida! Suamimu pasti pergi ke Solo ke istri pertama nya. Kamu harus legowo dengan semua nya."

__ADS_1


" Baik Abah!"


" Di Jakarta nanti, kamu akan lebih sering bersama Monas, suami mu."


" Baik Abah!"


" Kamu harus lebih sabar dahulu menghadapi Monas. Karena pada dasarnya, Dia memang tidak menyukai pernikahan yang ke dua ini dengan mu." kata Ummi.


" Baik ummi. Saya akan lebih bersabar."


" Dengan setiap hari bertemu, bisa muncul benih-benih rasa suka dengan mu. Layani suami mu di Jakarta nanti dengan baik. Semoga kalian bisa berjodoh dan menjadi pasangan yang baik. Saling mengajak dalam kebaikan dan saling mengingatkan jika melakukan kesalahan."


" Insyaallah ummi."


" Monas tidak suka terlalu di perintah. Ikuti saja kemauan nya."


kata Ummi.


" Baik ummi."

__ADS_1


" Semoga pernikahan kamu bisa awet dan langgeng ya Ida!"


" Amin!"


__ADS_2