TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Di Rumah Hani


__ADS_3

Matahari tepat di kepala,menantang jiwa- jiwa resah tanpa tujuan. Sinarnya memantul tajam dari segala sudut jiwa. Angin mulai bertiup mengelilingi ruang- ruang kosong pikiran insani. Sedang pohon- pohon pun ikut menyuarakan nyanyian- nyanyian rindu penantian kekasih.


Mereka sedang bercengkrama menikmati kebersamaan didalam kamar Hani. Hingga terik mulai tak lagi memanas lagi. Kebersamaan mereka dimulai ketika mereka duduk dibangku SMA. Walaupun terkadang perselisihkan dan salah paham mewarnai perjalanan kisah mereka. Setelah kecapekan mengobrol sana kemari,Lisik,Lestari,Ima,Arifah tertidur di siang hari. Hani pun demikian,dengan pulasnya tidur disamping Ima.


Ponsel Arifah yang diletakkan tidak jauh dari tempatnya tidur, berulang- ulang kali berbunyi. Arifah melirik ponselnya yang berbunyi, siapa gerangan yang telah menghubunginya.


Dengan malasnya Arifah angkat panggilan masuk itu.


" Hallo." sapa Dengan malas.


" Iya hallo, mbk! saya yang kemarin minta alamat Hani di Solo."


" Iya,terus?"


" Saya sudah di Solo Baru."


" Dimana Ya?"


" Di..dimana ini yah, oh ini di depan gereja,sebelahnya ada toko dan kantor pos."


" Oh disana."


" Hem...Mas naik apa?"


" Saya naik motor mbk."


" Ya sudah,biar saya jemput saja mas,tungguin lah disitu."


" Terimakasih banyak mbk"


" Iya."


Arifah bangkit dari tempat tidur itu lalu mengambil kunci motornya. Kemudian motor matic itu meluncur kedaerah Solo Baru yang dimaksud Monas.


" Hallo Mas!"


" Oh iya mbk!, saya disini mbk."


Arifah mematikan panggilannya dan melambaikan tangan ke arah cowok ganteng itu. Monas segera menghidupkan motornya dan mendekati posisi Arifah berada.


" Hai..saya Monas!" kata Bg Monas sambil menjabat tangan Arifah.


" Saya Arifah."


" Sialan,ganteng banget kawan Hani ini." gumam Arifah lirih.


" Kenapa mbk?"


" Enggak!!! yuk ikuti aku dari belakang! rumahnya sudah dekat kok!"


Mereka menjalankan motornya menuju rumah Hani. Tidak berapa lama, Arifah menghentikan motornya setelah masuk disebuah rumah yang berpagar biru besi.

__ADS_1


Monas ikut menghentikan motornya.


" Ini rumah Hani, masuk dulu disini, ayo Mas!


" Sepi!"


" Iya, Ayah ibunya di Palembang, adeknya lagi pergi bermain lalu Mas nya lagi kerja. Kami lagi tidur siang. Tuh di kamar Hani!" kata Arifah sambil menunjuk kamar Hani yang pintunya terbuka.


" Aku buatin minum dulu ya Mas!" kata Arifah sambil bangkit dari tempat duduknya.


Monas di tempat duduknya membuka sepatu dan jaketnya.


Tidak berapa lama,Arifah muncul dengan dua gelas teh manis panas di nampan lalu diletakkan di atas meja.


" Diminum Mas!"


" iya terimakasih Mbk!'


" Sudah gak nyari alamatnya?"


" Hem..tadi sudah tanyak ke orang juga kok mbk."


" Jauh- jauh dari Semarang untuk mencari Hani,pasti kawan spesial Hani yah?"


" Heeemm." Monas tersenyum simpul saja.


" Hani masih tidur,bentar lagi kubangunkan mas."


" Gak usah,biar bangun sendiri saja mbk."


Lisik dan Lestari yang baru bangun tidur akhirnya ikut bergabung duduk dikursi tengah itu. Sebelumnya mereka menjabat tangan Monas sambil berkenalan.


" Banyak yah Kawan- kawan Hani." kata Bg Monas.


" Kalau kawan- kawannya banyak Mas,tapi kalau sahabatnya bisa dihitung." kata Lestari.


" Oh begitu yah!"


" Iya, kami itu sahabat Hani,jadi kami harus tahu terlebih dahulu apa yang menjadi tujuan Mas datang kemari." sahut Lisik ketus


"Oh begitu."


" Jadi apa tujuan Mas datang kemari?" sambung Lisik lagi.


" Kau ini Sik,gayamu kayak preman pasar saja!" sahut Arifah.


" Mas ini pacar Hani atau bukan?" tanya Lestari ikut ketus.


" Kalian ini,dibuatnya macam Ospek!" sahut Arifah marah.


" kok kamu yang marah sic Fa, kami kan hanya bertanya." kata lestari.

__ADS_1


" Iya Nic." sahut Lisik.


" Hehehehe..kok Mbk- mbk jadi ribut sendiri."


Sahut Monas menengahi.


" Saya ada kepentingan dengan Hani,Mbk."


" Seberapa penting?" sahut Lisik.


" Menyangkut perasaan saya." sambung Monas


" Nah! Benarkan? Ini pacar Hani Fa!" kata Lisik bangga.


" Tuh kan,Hani sudah punya pacar!" sahut Lestari.


Ami keluar dari kamar dan ikut duduk diantara mereka.


" Kalian meributkan apaan sih?" tanya Ami sambil meng kucek matanya.


" Hani sudah bangun belum?"tanya Arifah.


" Sudah,tapi lagi malas- malasan di kamar." jawab Ami.


" Mas!, coba mas kagetin saja, pasti ini surprise buat Hani." sambung Ami.


"Memangnya gak papa? entar Hani marah?"


" Kalau marah kan ada kita- kita mas." sahut Lestari.


" Baiklah!"


"1....2....3...4...5...7...8..stttutttt...dek!!...dek!!...dek!" kata Monas pelan- pelan


" Eh ...Astagfirullah!" Hani langsung terduduk dan berdiri dari tempat tidurnya.


Jantung Hani seketika tidak beraturan,dari terkejut,senang,marah,jadi satu.


Monas menatap Hani yang berdiri matung di samping tempat tidurnya.


" Maaf, saya mau ke belakang sebentar." Hani melangkah keluar dari kamarnya dan menuju kamar mandi rumahnya.


Monas kembali duduk diruang tamu bergabung dengan sahabat- sahabat Hani.


"Bagaimana Mas?" tanya Lisik.


" Hani, seperti marah gitu." sahut Arifah.


" Iya,ada apa sih?" sambung Ami.


" Sudahlah, itu urusan mereka,kita jangan ikut campur dong." sahut Lestari.

__ADS_1


" Tidak bisa dong, masalah Hani, ya masalah kita juga." sambung Lisik.


" Iya!" kata Arifah, dan Ami bersamaan.


__ADS_2