TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Aktivitas Seperti Biasa


__ADS_3

Rindu itu menyayat hati. Sakitnya perih bak ditusuk beribu belati. Luka yang tidak berdarah,susah diobati tanpa adanya pertemuan sebagai pengobat kerinduan itu sendiri. Sudah satu Minggu ini,Hani tidak bertemu dengan Bg Monas. Bg Monas masih sibuk dilokasi KKN nya walaupun tempatnya masih dalam satu propinsi tetap saja tidak bisa dengan mudah untuk menemuinya. Hani dan Bg Monas saja beda kampus yang memaksa mereka tidak bisa setiap hari bertemu. Ini ditambah dengan jadwal KKN semakin menjadikan mereka tidak lagi bertemu.


Hani masih mematut diri didepan cermin,memberikan sedikit olesan lipstik tipis dibibirnya yang mungil dan dengan sedikit pensil alis,ia rapikan alisnya yang tidak beraturan. Hari ini Hani seperti biasa menjalani rutinitas kuliahnya yang super padat. Memang semester ini,dia mengambil 24 SKS dan semua matakuliah yang baru diambilnya,tidak ada matakuliah yang diulangnya.


Hubungan Hani dengan Bg Monas memang tidak ada kesepakatan ataupun status pacaran tetapi diantara keduanya sama- sama menyayangi. Mungkin ini lebih dari cukup untuk hubungan remaja yang saling memberi kasih dan perhatian satu sama lain.


Setelah dirasa cukup,Hani keluar dari kamarnya dan menguncinya dari luar. Membawa tumpukan buku dan makalah dari tugas matakuliah yang harus ia kumpulkan hari ini. Tidak lupa tas selempang nya untuk menyimpan dompet,ponsel,juga bolpoint nya. Hani melangkah pergi ke kampusnya dengan sepatu sport putih hari ini dipadukan dengan kemeja dan celana panjangnya.


Waktu dia berjalan,ponselnya berbunyi. Akhirnya dengan sudah payah ia berhenti dan mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan masuk itu.


Bg Monas?


" Hallo,assalammualaikum!"


" Waalaikum salammm!,lagi ngapain dek?" tanya Bg Monas di seberang sana.


" Lagi jalan Bg, mau ke kampus!"


" Oh,ya sudah nanti Abang telp lagi."


" Eh...eh bg." sahut Hani tapi panggilan masuk itu sudah terputus.


Dengan rasa kecewa,Hani kembali melanjutkan langkahnya ke gedung Fakultas dan sesekali ia menyapa seseorang dijalan yang sudah Hani kenal. Akhirnya sampai juga diruangan tempat untuk menerima matakuliah di jam pertama ini. Hani kembali mengambil ponsel nya dan membuka kembali layar itu. Hani mengetik sesuatu untuk Bg Monas yang ia rindu.


07.56. Hani


"Bg,adek sudah di kampus."

__ADS_1


...


...


...


...


Tidak ada balasan dan chat Hani. Paling tidak ia akan merasa lega sudah memberi kabar bahwa saat ini dia kuliah.


Hani seperti biasa slalu memilih duduk dikursi pojok sebelah kanan. Matanya masih mengutak-atik hape ditangannya sampai Amanda datang menghampirinya.


" Hai!" sapa Amanda sedikit mengagetkannya.


" Hai! Amanda!" sahut Hani


Amanda sedikit canggung,karena Hani tetap diam dan tidak banyak berbicara. Hani memilih diam karena itu pilihan yang tepat agar tidak menimbulkan banyak masalah lagi.


" Ada apa Sof?" sahut Amanda ikut teriak.


" Duduk sini saja!" perintah Sofiana dan Amanda pun berpindah duduk didekat Sofiana.


Kelas sudah mulai penuh, Agus,Rohani,Arjuna,Rosita,Uyu,Gagah dan kawan - kawan yang lain sudah berdatangan. Hani masih diposisinya duduk dipojokan memainkan ponselnya sambil menunggu dosen yang mengajar masuk keruangan.


Arjuna berpindah duduk,mendekati tempat duduk Hani.


" Hai cewek!" sapa Arjuna basa basi. Memang terdengar sangat basi karena baru kali inilah ia mau mendekati Hani lagi.

__ADS_1


"Kamu ingin lihat foto kamu saat menjenguk Rohani waktu sakit dulu gak?"


" Hah?"


" Iya, mau gak nanti biar aku kirim ke wa mu yah?"


" Maksudmu apa Jun? "


" Tidak ada, aku hanya ingin kalian bersama lagi. Itu saja!"


" Gak perlu Jun, bukankah Rohani yang memulai, tidak mau menegurku dan bicara sama aku?"


" Cincinnya sudah tidak kamu pakai lagi ya Han?" Sahut Arjun sambil melihat jari ditangan Hani yang terlihat polos tanpa cincin.


" Ada di kost, aku tidak punya kesempatan untuk mengembalikannya Jun, kaupun dititipi tidak mau."


" Itu urusan kalian,kamu lah yang harus menyelesaikan semua permasalahan ini jangan sampai berlarut larut seperti anak kecil."


" Tidak saling menegur, cuek." sambung Arjun sambil melihat Rohani yang kini sedang mencarinya.


" Arjuna!!" teriak Rohani


" Ada apa, aku duduk disini saja!" teriak Arjuna tidak kalah kerasnya.


" Biar aku yang pindah tempat saja, kamu jangan dekat- dekat dengan ku Jun! kamu bisa kena masalah jika duduk di dekatku" sahut Hani sambil menggeser kursinya agak menjauh dari kursi Arjuna.


' Kalian Gila! seperti anak- anak. diam- diam an terus sampai kapan coba?' teriak Arjuna sampai kawan- kawan yang lain menatap penuh tanda tanya terkecuali Tatapan Agus,Sofiana,dan juga Amanda.

__ADS_1


Matakuliah pagi itu pun akhirnya dimulai setelah bapak setengah baya masuk dalam.ruangan itu dengan membawa buku kecil untuk referensinya.


Hani memfokuskan segalanya untuk mengikuti matakuliah pagi ini tanpa beban. Masalah- masalah kecil sudah terbiasa ia hadapi sendiri. Suatu hari ia akan menemukan sahabat sejati seperti sahabat- sahabatnya yang ia dapatkan waktu duduk dibangku SMA.


__ADS_2