
Sabtu pagi tiba, Hani sudah melakukan perjalanan ke Semarang. Di sepanjang jalan, hanya suara musik yang menemani pikiran nya. Pikirannya masuk dalam kenangan waktu kuliah. Bersama kawan - kawannya dan sampai akhirnya dekat dengan Monas.
Dalam dunia ini, yang tidak bisa dipercaya adalah Cinta. Cinta yang tidak bisa di lihat bentuknya. Cinta yang hanya bisa dirasakan. Cinta yang bisa berubah dalam waktu yang singkat. Di kampus ini, pengalaman pahit dalam bermain hati menjadikan traumatis. Sampai akhirnya Monas hadir, memberi warna dan mengobati rasa kecewa itu.
Walau ada luka di hatiku, tapi kini semua sirna. Semua karena kehadiran dirimu yang mengusik deritaku. Dia sudah menjadi suamiku. Muhammad Monas.
" Undangan jam 10. Masih ada setengah jam lagi dari sekarang." gumam Hani sambil memarkir kan mobil jazz nya di tepi jalan.
Di buka layar ponselnya dan menghubungi suaminya.
" Semoga belum mulai seminarnya." gumam Hani.
" Assalammualaikum." ucap Hani dengan lembut.
" Waalaikumsalam salam, sayang."
" Sampai di mana?"
" Ini sudah di depan kampus."
" Perjalanan aman kan?"
" Iya Alhamdulillah. Mulai jam berapa seminarnya?"
" Sebentar lagi. Tadi sudah sarapan belum?"
" Minum susu saja."
" Adek selalu gitu, jaga kesehatan dong sayang. Cari makanan dulu!"
" Baik - baik"
" Jangan sampai lupa makan!"
" Siap bos!"
" Apalagi kalau..?" Monas tidak melanjutkan.
" Kalau apa sayang?"
" Kalau adek hamil."
" Hah?"
" Dek?"
" Iya, sayang!"
" Adek belum cerita dengan Abang,mengenai pembicaraan antara orang tua kita hari kamis lalu lho."
" Iya, kemarin adek nelpon Abang lagi sibuk ngisi acara. Yang penting aman bang. Untuk tanggalnya yang sudah ditentukan kemarin."
" Oke, siap!"
" Dek?"
__ADS_1
" Hem?"
" I Miss you."
" I Miss you to."
" Adek, Abang kerja dulu ya sayang."
" Iya, Semangat!"
" Eh Abang!"
" Kenapa sayang!"
" Minggu depan pulang yah, sekalian fitting bajunya."
" Abang lebih tertarik jumpa dengan Istri Abang, dibanding fitting baju."
" Iya, Hem kangen Abang!"
" Abang juga."
" Ya sudah! adek tutup yah. Assalammualaikum."
" Waalaikum salam."
Hani menutup panggilan keluar itu dan kembali melihat kampus nya dulu. Banyak kenangan di tempat itu. Di jalan masuk Fakultas itulah, Hani pernah tersandung dan jatuh karena berlari meninggalkan Rohani. Entahlah, mungkin pada saat itu Hani merasakan ketakutan kemarahan Rohani yang tidak terkontrol. Yang pasti, Hani ingin meninggalkan kenangan bersama orang- orang yang pernah dekat dan juga melukai nya.
Mobil jazz itu bergerak menuju kota. Acara reunian ini, di selenggarakan di hotel mewah. Acara bergengsi untuk kalangan elit. Seratus persen alumni kampus ini sukses dengan gelar,jabatan,dan pekerjaan yang menjanjikan.
Hani masih di dalam mobil. Dia masih ragu - ragu untuk keluar. Di lihatnya beberapa pengunjung tamu hotel ramai berdatangan. Beberapa orang tamu yang datang sudah mulai Hani kenali. Ada yang masih duduk di ruang lobi, ada yang masih di parkiran, ada yang masih berdiri di tempat resepsionis.
Beberapa orang yang menjadi panitia alumni sudah mulai mengarah kan tamu yang hadir. Dengan menunjukkan undangan alumni dan kartu alumni kampus.
" Wow, itu Sofiana!" gumam Hani yang masih melihat di dalam mobilnya.
" Eh?"
" Itu Arjuna, Rosita, Imey, Ahmad,Zum, mereka masih tetap sama...hehe."
" Wow...Amanda!"
" Eh? Rohani. Masih seperti."
" Itu...itu.. Agus kah? hehehe gemuknya dia!"
" Ya ampun. Teman-teman ku semua."
" Nanti sajalah, tunggu mereka masuk."
" Eh? Haus!" gumam Hani sambil meminum air mineral yang dibawanya.
" Ah!" keluh Hani sambil menyandarkan kepalanya di jok mobil tempat duduknya.
" Coba ada kamu bang!" Kita bisa menapak tilas tempat yang pernah kita datangi, terutama di losmen itu hihihi."
__ADS_1
" Kamulah yang mengambil ciuman pertama ku. Saat itu betapa takut nya aku sekamar denganmu...hehe ya ampun."
" Jadi kangen Abang!"
" Eh??"
" Sudah masuk semua!" gumam Hani dan mulai keluar dari mobilnya.
Langkahnya mulai berat untuk masuk ke dalam hotel itu. Setelah menunjuk kan undangan dan kartu alumni, Hani di dampingi seorang panitia berjalan menuju ruangan tempat di selenggarakan nya acara alumni kampus selama lima periode angkatan.
Sesuai nomor kursinya dan undangan VVIP, Hani di antar oleh panitia. Kaki nya serasa berat melangkah ke depan. Seolah beribu mata melihat fokus ke arah dirinya.
" Di sini mbk tempat duduknya mbk Hani" Kata panitia itu yang bernama Ningsih, satu angkatan tetapi beda kelas.
" Silahkan duduk mbk, maaf saya tinggal dulu mbk."
" Oke terimakasih!" kata Hani sambil tersenyum.
Hani mulai memberi salam teman duduk di dekatnya. Mereka adalah adik kelasnya.
Acara pembukaan sudah di mulai. Sambutan - sambutan dari beberapa pihak yang terkait satu persatu sudah tampil di podium. Dari dulu, Agus aktif dalam segala bentuk kegiatan. Demikian reuni ini, dialah yang menjadi ketua penyelenggara nya.
Setelah acara sambutan - sambutan selesai. Kini kilas balik kegiatan kampus selama lima periode. Dari kegiatan ospek,kegiatan perkuliahan, Himpunan Mahasiswa jurusan, dll. Video - video itu di rangkum menjadi satu menjadi konsep mengenang masa kuliah.
"Waw jadi baper." kata adik kelas Hani yang duduk di sampingnya.
" Hehe." Hani tersenyum.
" Toilet mana yah?" tanya Hani.
" Itu mbk! belakang panggung."
" Wah.. di sana pula. Selain itu di mana yah?"
" Di kamar hotel mbk hehe."
" Oh iya.. hehe." Hani tersenyum dan melangkah kan kakinya menuju toilet yang letaknya di belakang panggung.
Dengan langkah pelan dan sopan,Hani melewati beberapa orang yang duduk di depannya.
" Eh Hani?" teriak seseorang.
Hani menoleh ke arah suara, dan ternyata yang memanggil nya adalah Sofiana dan Amanda.
Hani tersenyum sambil tetap melangkah kan kaki nya menuju toilet.
"Sudah hampir enam tahun bukan? Semua pasti sudah berubah." gumam Hani.
" Kedewasaan seseorang, semakin hari akan lebih matang."
" Jika dahulu pernah membuat kesalahpahaman maupun kesalahan, akhirnya berujung penyesalan."
" Akhirnya permintaan maaf akan di lontarkan dengan ketulusan jiwa." gumam Hani.
" Jadi malas kembali ke tempat dudukku." Gumam Hani yang masih berdiri di belakang panggung setelah menyelesaikan hajatnya.
__ADS_1