TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Brutalnya Agus


__ADS_3

Setelah acara reuni dan kumpul bareng di kafe itu, mereka kembali ke tempat tinggal mereka masing masing. Demikian juga dengan Hani.


Acara reuni ini baginya menimbulkan masalah baru bagi dirinya, karena ia harus menghadapi teror Agus. Apalagi Agus mengajar di universitas ternama di Solo. Langkah nya akan semakin dekat untuk mendekati Hani lagi.


Hani membaringkan tubuhnya di atas kasur Springbed nya. Kembali ia teringat suaminya. Rasa kangen nya mulai hinggap di hatinya. Tiba - tiba suara pintu depan di ketuk. Hani terperanjat dan berjalan membuka pintu depan rumahnya.


" Eh??"


" Assalammualaikum!" kata pemuda itu sambil membawa bunga dan bungkusan makanan.


" Aku boleh masuk?" tanya pemuda itu.


" Jangan! Kita duduk di luar saja. Suamiku lagi tidak ada di rumah." kata Hani sambil menghalangi jalan pemuda itu untuk masuk ke dalam rumah.


Tidak ingin ribut, akhirnya pemuda itu duduk di teras depan rumah Hani. Ponsel Hani tergeletak begitu saja di meja luar teras. Padahal Hani akan menghubungi suaminya memberi kabar kalau dia sudah sampai di rumah.


"Boleh minta kopi?" tanya pemuda itu sambil menyalakan rokoknya.


Hani melangkah masuk rumah dan membuatkan kopi. Di teras luar, pemuda itu menikmati tiap tarikan rokoknya. Tiba - tiba ponsel Hani berbunyi tanda panggilannya masuk terdengar.


Pemuda itu melirik ke arah bunyi ponsel Hani dan tanpa kunci di layar ponselnya. Pemuda itu mengangkat nya.


" Assalammualaikum dek!" kata suara di seberang sana yang tidak lain adalah Monas.


" Waalaikum salam, Hani lagi di belakang." kata pemuda itu.


" Oh, ini siapa?" kata Monas.


" Aku pacar nya." kata pemuda itu tegas.


" Siapa?" tanya Monas di seberang sana.

__ADS_1


" Sebut saja aku Agus!" kata pemuda itu tegas.


" Sekarang lagi di mana?" tanya Monas menyelidik.


" Kami masih di Semarang, bermalam bersama di sebuah hotel." kata Agus sambil tersenyum jahat.


" Bisa bicara dengan Hani sebentar?"


" Tidak bisa! Dia kecapekan karena kami habis melepas kerinduan."


" Satu lagi ya Mas, jangan ganggu pacarku lagi!" kata Agus penuh percaya diri.


" Gila!" kata Monas sambil menutup panggilan keluar nya.


" Hahaha" Agus tertawa terbahak - bahak.


" Aku ingin lihat! Setelah ini bagaimana hubungan kalian?" gumam Agus sambil meletakkan kembali ponsel Hani itu setelah menghapus panggilan masuk itu.


Tidak berapa lama Hani keluar dengan membawa secangkir kopi di tangannya.


" Ya ampun, segitu nya kamu Han."


" Maaf, kamu bisa datang kemari lagi kalau suami ku sudah kembali."


" Suami..suami..nyatanya di rumahmu tidak ada laki - laki yang kamu bilang suami itu."


" Karena dia kerja di luar kota." kata Hani dengan nada keras.


" Aku hanya percaya apa yang aku lihat."


" Terserah! Tapi hargailah aku!"

__ADS_1


" Kamu minta di hargai seperti apa? Aku ingin menikahi mu secepatnya."


" Itu tidak mungkin!"


" Itu mungkin, karena kita sepasang kekasih yang saling menyayangi."


" Tidak ada seperti itu baik dulu maupun sekarang."


" Kamu selalu berbohong."kata Agus sambil masuk ke dalam rumah Hani mencari - cari kebenaran yang Hani katakan.


" Tidak ada foto pernikahan kalian" kata Agus.


" Tidak ada yang menunjukkan kalau kamu sudah menikah." sambung Agus lalu membuka pintu kamar Hani dengan tiba - tiba."


" Hah?" Hani terkejut mulai panik.


" Ini salah satu bukti kalau kamu masih selalu mengingat ku" kata Agus sambil memegang boneka beruang dan beberapa boneka yang di kenalnya sebagai barang pemberian nya.


" Itu..itu.. bukan barang pemberian mu." kata Hani mulai gugup. Dalam hatinya penuh penyesalan kenapa dari kemarin tidak di buang saja boneka itu yang pada akhirnya menimbulkan permasalahan baru.


" Ini sudah cukup bukti, kalau kamu belum menikah. Di kamar mu pun tidak ada foto pernikahan kalian."


" Cukup! Terserah aku! Kamu boleh pergi dari rumahku."


" Oh ho" kata Agus sambil menarik lengan Hani dan berusaha mendekati wajah Hani.


" Cukup Gus! Hargai aku!" kata Hani sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


" Hani aku mencintaimu, lebih dari apapun" kata Agus sambil mencengkram lengan Hani.


" Maaf aku tidak bisa!" jawab Hani tegas lalu Agus melepaskan cengkraman nya dan pergi meninggalkan rumah Hani.

__ADS_1


Hani terdiam dan melongo. Dalam hatinya semakin merasa bersalah dengan suaminya. Walaupun tidak melakukan apa pun,tetapi bagi Hani ini adalah kesalahan yang fatal. Reuni yang berujung masalah baru di rumah tangganya.


" Kita harus cepat menikah dan mengumumkan semuanya." gumam Hani.


__ADS_2