
Embun pagi menetes didedaunan. Airnya sejuk dan menyejukkan. Beningnya bagai mata bayi yang masih bersih tanpa dosa.
Pagi ini, Hani masih berkutat di depan cermin. Setelah mandi dan berganti baju, Hani masih sibuk di depan cermin. Hani merasa kurang percaya diri dengan dandanan nya. Beberapa kali,ia mengoles wajahnya yang masih putih bersih itu. Akhirnya dengan sedikit polesan, lipstik tipis, sedikit maskara,sedikit coretan pensil alis, sedikit eye shadow, ia sudahi dandannya. Kini bergerak, membalutkan kerudung pasmina dengan warna yang sesuai dengan baju seragam ngajarnya untuk hari Senin. Sepatu pantofel sudah disiapkan lengkap dengan kaos kakinya.
Hani duduk didepan cermin. Dipandanginya pantulan wajahnya. Hani tersenyum sendiri. Tiba - tiba bunyi ponselnya kembali mengagetkannya.
" Astagfirullah!" teriak Hani sambil mengambil Ponsel yang tergeletak di atas kasurnya.
"Halo!"
" Halo! kamu sudah makan belum Han?" tanya Arifah.
" Belum!"
" Kamu mau mati ya? sarapan dulu jangan sampai gak yah!"
" Iya, ini mau makan roti"
" Roti.. roti saja, orang kaya hemat yah?"
" Iya nanti di jalan beli bubur ayam dulu, dasar rempong!"
" Awas kalau tidak?"
" Eh Han!"
" Apa?!"
" Monas masih di Solo,belum pulang ke Jakarta"
" Kenapa?"
" Mau jumpai kamu dulu sebelum balik ke Jakarta"
" Oh!"
"Awas yah,kalau kamu jual mahal!"
__ADS_1
" Apanya yang dijual?"
" Sudahlah,aku mau berangkat kerja, aku tutup yah!"
" Iya!"
Hani melangkah keluar dari kamarnya setelah mengambil tasnya. Mengunci pintu rumah dan mulailah menghidupkan mobilnya.
" Memangnya tidak ada jadwal ngajar hari Senin ini?"
" Sekarang dia lagi dimana? lagi ngapain dia? gumam Hani.
" Arifah ini kalau ngasih info selalu sepotong-sepotong"
Akhirnya Hani menjalankan mobil jazz nya pelan - pelan. Jendela mobilnya dibiarkan sedikit terbuka. Ia ingin menghirup udara pagi yang masih segar..Menikmati butiran butiran embun yang masih berjatuhan di jalan.
"Aku mencintaimu apa adanya, aku mencintaimu dengan kesederhanaan, aku menginginkanmu dengan segala kekurangan dan kelebihan. Aku hanya mau kamu, ciee puisi apa curhat yah?" kata Hani yang bermonolog.
" Cari bubur ayam dulu, sebelum kena semprot Arifah"
" Itu dia! tapi ramai gitu!"
" Berhenti dulu ah!"
" Tapi antri gitu, jalan lagi ah"
Kuharap kan kasihmu,ku harapkan sayangmu, dalam haru ku setiap waktu bersamamu, dalam gelak tawa bersamamu...
" Mana bubur ayamnya?"
" Aidah! ini sudah dekat sekolah"
" makan soto boleh gak yah?"
" Nanti makan di kantin saja"
Hani memarkirkan mobil jazz merahnya di area parkir khusus guru. Hani masih duduk di dalam mobilnya. Hani sedikit tidak nyaman dengan perutnya. Hani memejamkan matanya sejenak. Menormalkan segala rasa kesakitan yang tiba - tiba datang. Diambilnya minyak kayu putih di dalam tas nya. Dioleskan di perutnya lalu menghirupnya pelan ke hidungnya.
__ADS_1
" Ya Allah, semoga Dia selalu dalam keadaan sehat wal Afiat tidak kurang suatu apa"
" Semoga Dia selalu diberi kemudahan dalam segala usaha dan keinginan - keinginan yang baik"
" Semoga Dia,mendapatkan jodoh yang terbaik"
Hani memejamkan matanya. Mencoba merilekskan pikiran.
Tok..tok..tok.. suara ketukan mengagetkan Hani.
" Hah?" kata Hani sambil membuka kaca mobilnya.
" Eh kenapa Pak Mat?"
" Ibu! ada seseorang mencari ibu di kantor"
" Oh! siapa Pak Mat?"
" Tidak tahu Bu"
" Pak Mat', saya bisa minta tolong tidak?"
" Bisa Bu, ada apa ya Bu?"
" Saya sebenarnya nya lagi kurang sehat, bisa minta tolong minta teh manis panas,bisa tidak Pak Mat?"
" Oh bisa Bu, dibawa kemari ya Bu?"
" Iya Pak Mat', tidak merepotkan bapak kan?"
" Tidak Bu, sebentar saya ambilkan Bu" sahut Pak Mat si penjaga sekolah.
" Siapa yang mencariku pagi - pagi?"
" Pemuda itu? mana dia tahu sekolah tempat aku mengajar?"
" Eh Arifah? Anak rempong ini yang kasih tahu kalau memang benar yang nyari pemuda itu"
__ADS_1