TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Omong Kosong!


__ADS_3

Setiap orang berhak menyukai. Setiap orang juga berhak membenci tetapi kita jangan pernah membenci seseorang. Sebaik apapun orang itu berbuat kebaikan, di mata orang yang membenci tetaplah salah. Orang berhak membenci kita,karena itu urusan pribadi dia. Yang paling penting adalah jangan pernah membuat penilaian karena yang berhak menilai adalah Dia.


Sebaik apapun manusia,tetap memiliki sisi buruknya. Demikian juga seburuk apapun manusia itu,masih ada sisi kebaikan yang lain.


Setelah makan siang dan sholat, Hani masuk ke dalam mobilnya. Dia perlu sendiri dan menghindari semuanya. Seseorang yang pernah mewarnai perjalanan masa kuliahnya. Seseorang yang sempat hadir memberi segala bentuk perhatian - perhatian kecil ketika duduk di bangku kuliah.


Di telinga nya terpasang headset mendengar musik kesukaan nya. Dengan AC mobil yang hidup menambah kenyamanan Hani untuk beristirahat di dalam.


Acara belum di lanjutkan. Beberapa orang masih duduk santai di ruang lobi dan masih banyak yang berhamburan membentuk kelompok - kelompok kecil sekadar bincang - bincang temu kangen dengan kawan yang pernah di kenalnya.


Tiba-tiba mobil jazz Hani di ke tok beberapa kali oleh seorang. Dia adalah Agus. Hani membuka kan sedikit kaca mobil nya.


" Hah? ada apa?" tanya Hani.


" Bisa bicara sebentar?"


" Tentang apa?"


" Semuanya!"


" Tidak penting bukan?"


" Bagi ku ini penting."


" Aku sudah bersuami, tolong jangan ganggu aku lagi." kata Hani tegas sambil menutup kembali kaca mobilnya.


Kembali Agus mengetok kaca mobil itu. Bagi Hani ini sangat menggangu. Hani keluar dari mobil nya dan berdiri mendekati Agus.


" Baiklah! katakan apa yang ingin kamu katakan, Pak Susilo Agus Setiawan,Spd, MHum."


" Hah? Jangan seperti itu Hani."


" Baiklah maaf!"


" Bisa di dalam mobil saja?" sahut Agus sambil membuka pintu mobil Hani yang belum sempat Hani kunci.

__ADS_1


" Aku sudah bersuami, Gus!" kata Hani dengan tegas.


" Aku tidak percaya."


" Terserah!"


" Tolong! sebentar saja!"


" Aku disini saja." kata Hani sambil berdiri di luar pintu mobil.


Secepat kilat tangan Agus menyambar tangan Hani sampai terperosok masuk ke dalam mobil.


" Aww...kenapa kamu kasar Gus? Bukankah sudah kukatakan, aku sudah punya suami."


" Dan aku tetap tidak perduli."


" Oke..oke.. lepas kan tanganku dulu."


" Tidak akan!"


" Itu tidak mungkin! Aku sudah menikah!"


" Kamu bohong!" teriak Agus yang membuat Hani membelalakkan matanya kaget.


" Maaf!... beri aku kesempatan untuk memperbaiki hubungan kita dulu."


" Hubungan yang mana? kita hanya berteman."


" Tidak! hubungan kita spesial!"


" Nasi goreng spesial pakai telor yah?" sahut Hani sedikit meledek.


Agus melotot menatap tajam ke arah Hani.


" Baik! Maaf, lanjutkan lah! Apa yang ingin kamu sampai kan lagi."

__ADS_1


" Hani. Aku menginginkanmu."


" Aku tidak bisa!"


" Tetapi kenapa?"


" Aku sudah menjadi istri orang!"


" Siapa?" tanya Agus dengan teriak. Hani menatap tajam penuh amarah.


" Kamu pasti mengenal nya Gus" kata Hani akhirnya pelan.


" Siapa?" teriak Agus.


" Bang Monas!" teriak Hani.


Agus terdiam dan mulutnya bergetar. Matanya sudah mulai berkaca-kaca. Hani tidak bisa merasakan iba sedikit pun dengan Agus. Yang ada Hanya kekwatiran karena mereka berdua di dalam mobil itu.


" Jadi? Kamu dengan Abang itu?" kata Agus dengan suara bergetar.


" Cukup! kalau sudah keluar lah dari mobilku!" kata Hani pelan tapi kata- kata itu sungguh membuat Agus semakin sakit hati.


" Dan..tolong lepaskan tanganmu!" sambung Hani sambil menarik paksa tangannya tetapi Agus semakin mencengkram nya kuat.


" Aku tidak bisa Han, aku ingin kamu menjadi istriku."


" Kamu gila!" teriak Hani.


" Benar!! Aku memang sudah gila! Sudah bertahun-tahun aku hanya mengintip status di wa mu saja,untuk memastikan kamu selalu baik - baik saja."


" Kamu tidak pernah aktif di grup alumni kita, padahal aku selalu mengharapkan kamu aktif disana."


" Hahaha." Hani tertawa terbahak-bahak.


" Aku sudah gila! Tidak berani memulai. Sekarang ini aku harus berani mengatakannya. Aku selalu menanti mu."

__ADS_1


" Omong kosong!"


__ADS_2