TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Sendiri


__ADS_3

Setelah agenda rapat itu, sudah tidak ada lagi chat maupun telephon dari Bg Monas. Sudah dua bulan berlalu, Bg Monas menjalani KKN. Itu berarti kini Bg Monas tinggal menjalani skripsi dan kuliah nya. Memang termasuk gila Bg Monas ini, membagi waktu KKN dengan bimbingan skripsi dan ada beberapa matakuliah yang diambilnya walaupun itu adalah matakuliah yang diulangnya. Tapi ini sangat konyol jika dia mondar- mandir dari lokasi KKN ke kampus juga. Hal itulah yang selalu dipikirkan Hani untuk membuat tenang pikirannya. Dia berusaha percaya, walaupun di rapat itu Hani melihat Bg Monas membawa cewek lain.


Hani tidak berhak cemburu, dan memang kenyataannya antara Bg Monas dan Hani tidak ada kesepakatan. Mereka hanya saling menyukai dan menyayangi tanpa ada kata- kata yang disampaikan kepada mereka bahwa mereka pacaran. Lalu apa artinya semua ini?


Akhir Minggu ini, Hani diharuskan kembali ke Solo. Ayah dan ibunya dari Palembang telah tiba. Sudah beberapa Minggu ini keluarga Hani mempersiapkan segalanya. Ina adeknya Hani akan menikah, tentu saja Hani 'dilangkahi' oleh adiknya. Adiknya lebih dahulu menikah. Sebelumnya melalui percakapan telephon, ayah Hani bertanya jika adeknya lebih dulu menikah boleh tidak. Hani menjawabnya dengan tegas, tidak menjadi masalah jika ia didahului karena kalau menunggu dirinya entah kapan lagi adeknya bisa menikah. Hani menginjak usia 22 tahun sedang Ina 20 tahun Semester enam Hani saat ini. Jalan Hani masih panjang di Kampus Semarang ini,tetapi sudah banyak juga permasalah percintaan yang Hani hadapi.


Hani sudah mempersiapkan barang- barang yang akan dibawa pulang ke Solo. Mata Hani jadi berbinar, kalau ingat kembali ke Solo. Iya,tanah kelahirannya yang membuat kangen ingin pulang.


" Ah telephon Arifah!"gumam Hani


" Hallo Fa! lagi ngapain?"


" Woy, aku lagi makan Han, makan timlo kesukaanmu!"


" Ahhh mau dong!" teriak Hani.


" Cepet pulang makanya!"


" Iya ini mau OTW."


" Fa,jangan lupa Sabtu acara akad nikah Ina ya."

__ADS_1


" Iya, aku ingat Han, kamu sudah bilang dua belas kali Lho Han?"


" Kamu hitung? hahahaha."


" Iyalah, kamu bawel banget!"


" Ya sudah ya,sampai ketemu ya."


" Oke!"


Hani menutup telephonnya. Hani ingin menghubungi Bg Monas, hatinya saat ini lagi bersahabat.


" Tidak ada salahnya bukan kalau aku menghubungi Bg Monas? ingin tahu kabarnya." gumam Hani sambil menimang- nimang ponsel ditangannya.


Tut....Tut...Tut..Tut


" Tersambung." gumam Hani.


" Hallo!" sapa Bg Monas.


" Hallo, assalammualaikum!"

__ADS_1


" Hani! waalaikumsalam." jawab Bg Monas.


" Heeeem!"


" Kenapa dek?"


" Enggak!...enggak, LG ngapain bang?"


" Abang lagi sibuk dek!" jawab Bg Monas.


" Oh,maaf kalau begitu Bg!"


" Huufffff."


Hani menutup panggilan keluarnya. Rasanya dia menyesal telah menghubungi Bg Monas.


Sakit ini tidak berdarah,perihnya bagai tersayat- sayat. Luka tak berdarah dan tak bernanah. Tetapi susah untuk mendapatkan obatnya. Kecewa, kegetiran menjadi satu dan menimbulkan dendam dan amarah.


" Ah semoga engkau sehat selalu bg! dan semoga cita- citamu tercapai, aku ingin melihat engkau sukses, karena aku tahu hati kecilku, Engkaulah yang aku inginkan, engkaulah yang aku harapkan."


"Hanya kamu yang ku mau karena aku sangat menyayangimu, semoga saja waktu akan kembali mempertemukan kita,dalam jodoh yang panjang dunia akhirat." kata Hani pelan dan butiran air mata itupun akhirnya terjatuh.

__ADS_1


Karena Hani tahu, Ia sangat menyayangi Monas.


__ADS_2