
Sore itu, Hani,Arjuna dan Amanda melakukan perjalanan ke Pati. Tentu saja dengan mobil jazz Arjuna. Arjuna yang sedang menyetir tidak henti- hentinya mencuri pandang Amanda. Hani yang mengetahui itu semua hanya tersenyum saja.
Perjalanan ini,sepertinya Arjuna jadi lebih semangat. Mungkin saja karena ada Amanda yang bisa ia pandang pandang.
" woy... nyetir nya konsentrasi Jun!"
" Iya ini lagi konsen!"
" Kamu ke depan saja Nda! duduk dekat Arjuna,biar aku bisa bobok." kata Hani beralasan. Biar Arjuna tambah semangat dideketi Amanda.
" Han,sudah makan belum? entar mabok."
" Sudah kok."
" Oh ya,bagaimana perkembangan Rohani?"
Tanya Arjuna kepada Hani.
" Aku gak tahu Jun,aku kira kamu yang lebih tahu keadaan Rohani sekarang."
" Kamu ini gimana sic Han,sama pacarnya sendiri gak tahu!"kata Amanda
" Habis yang dikasih nomer mamanya,terus kalau aku nge chat tidak dibalas juga,dan Rohani pun tidak berusaha menghubungiku,apakah aku salah?"
" Mungkin Rohani ingin memberi kejutan!." sahut Arjuna.
" Semoga sudah pulih!"
Mobil semakin berjalan kencang. Hani mencoba tidur karena semalam tidurnya kurang lama. Bg Monas sampai subuh chating an dengan Hani tanpa rasa kantuk.
Sekarang rasa kantuk itu muncul.
Setelah menempuh beberapa jam,akhirnya tibalah dirumah Rohani. Mobil itu memasuki gerbang berwarna putih dengan halaman yang luas. Pohon mangga,belimbing,rambutan,kelengkeng ada di pekarangan itu. Taman yang asri semakin menambah sejuk dan adem rumah yang bercat putih itu.
" Ini rumahnya! ayo kita turun!" kata Arjuna.
" Ayo Han! nunggu apa kau?"
__ADS_1
" Iya..iya..ini mau turun."
Mereka turun dari mobil itu dan melangkahkan kakinya menuju pintu masuk. Sebelum mereka sampai ke pintu,Rohani sedang duduk di depan teras.
" Hay bro!!' kata Arjuna sambil menjabat tangan Rohani erat.
" Hay monyet! lama sekali datangnya."
" Hahaha kau nungguin aku atau....."
Rohani terdiam
" Assalammualaikum!" kata Hani memberi salam dan menjabat tangan Rohani. Tapi Rohani menyambutnya kurang bersemangat.
" Waalaikum salam." jawab Rohani
" Hay Rohani! bagaimana keadaanmu sekarang? sudah lebih baik bukan?"sahut Amanda berusaha mencairkan suasana.
" Eh Rohani! katanya Hani,ia sudah beberapa chating kamu tapi gak dibalas lho!" sambung Amanda.
Amanda menduga,kalau ke kakuan Rohani terhadap Hani mungkin beberapa Minggu ini,ia tidak menghubungi dia. Bisa jadi Rohani marah,atau merasa tidak diperhatikan.
" Mana Han?" Tanya Amanda ke Hani. Hani menyodorkan ponselnya dan memperlihatkan nomer yang dia hubungi.
" Ini benar kok! apa nya yang salah?"
" Oh...mungkin aku salah pencet nomer lain bukan yang ini." Hani berusaha menyalahkan diri sendiri.
" Duduk lah Nda',Jun bentar lagi mamaku juga datang." kata Rohani tanpa menyebut nama Hani.
Hani terdiam, berusaha menyibukkan ponselnya agar tidak ketahuan bahwa ia juga sedih dicuekin Rohani.
" Bagaimana perkembangan kuliah dikampus Jun? Aku banyak tertinggal yah? " tanya Rohani yang fokus kepada sahabatnya itu.
" Ah jangan kwatir Han, aku sudah membuatkan tugas - tugas yang diberikan oleh dosen atas namamu juga tentunya dibantu Hani juga." kata Arjuna sambil menatap Hani.
" Jun! kau bisa buat minum sendiri dibelakang yah,anggap saja rumah sendiri."
__ADS_1
" Siap, ayok Nda'!" kata Arjuna sambil menarik tangan Amanda untuk diajak masuk ke dalam rumah.
Kini tinggal Rohani dengan Hani yang masih diam tidak ada yang memulai untuk bicara.
Hani berusaha menyibukkan diri dengan ponselnya. Sedangkan Rohani diam sambil memandang Hani dengan kekecewaan yang terpendam. Matanya melihat dijari manis Hani,masih ada cincin yang ia berikan itu melingkar disana. Ada sedikit rasa lega dihatinya. Cukup lama mereka berdiam diri sampai mama dan Ayah Rohani datang dari kejauhan dengan mobil Innova nya.
Rohani bangkit dari tempat duduknya dan meninggalkan Hani seorang diri diteras. Rohani masuk kedalam rumah bergabung dengan Arjuna dan Amanda.
" Assalammualaikum!" sapa Mama Rohani.
" Waalaikumsalam...Tante...om!." jawab Hani sambil menjabat tangan keduanya dan menciumnya.
" Ini Hani kawan Rohani Yah, yang menjenguk ke rumah sakit dengan Arjuna." kata mama Rohani memperkenalkan pada Ayah Rohani.
" Oh ini yang namanya Hani?"kata Ayah Rohani.
" Rohani mana?"
" Didalam Tante,sama Arjuna dan Amanda."
" oh..kami ke dalam dulu ya! kamu masuk saja jangan disini."
" Iya Tante,nyari angin segar." kata Hani sambil menatap ranting- ranting kering di pohon mangga akibat banyaknya tumbuhan benalu.
Hari ini bagi Hani,waktunya terasa lama. Ia ingin pulang dan kembali ke kostnya. menumpahkan rasa kesedihan dan sesaknya karena dicuekin. Entah kesalahan apa yang telah Hani perbuat dengan Rohani.
Perbuatan apa yang tidak berkenan dihati Rohani.
Satu hal yang membuat hati Hani lega adalah Kondisi Rohani sudah pulih dengan sempurna. Mungkin Minggu depan,Rohani akan kembali ke Semarang lagi. Hal itu sudah dari pada cukup untuk Hani.
Sampai akhirnya mereka permisi pulang, Rohani masih saja bersikap cuek dengan Hani.
Hani yang sudah merasa tidak pantas menjalin hubungan lagi dengan Rohani,semakin diam tanpa berusaha mencairkan kebekuan Rohani.
Di perjalanan mereka banyak terdiam. Mungkin saja Arjuna dan Amanda tidak enak hati melihat kesedihan yang dirasakan Hani. Jauh- jauh ke Pati menerima perlakuan seperti itu.
Akhirnya Hani sampai di kostnya.
__ADS_1
Rasanya sangat damai kembali berada dalam kamar kostnya. Sejenak Hani menghilangkan kesedihannya dan mengkosongkan pikiran- pikiran yang mengganggunya.
Dia ingatkan pikiran itu tentang Keesaan dan kebesaran Tuhannya agar ia lebih tenang dan damai menghadapi segala yang membuat kecewa dan sedihnya.