TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Tertawa saja


__ADS_3

Jika rindu itu hadir,hadirnya tanpa permisi,seperti rasa cinta yang datang tanpa mengetuk pintu. Jika bayangan itu mengganggu,resah nya seperti hantu. Waktu itu terus berputar, putarannya tak pernah terhenti walau kita tertidur. Hani masih berbaring diranjang itu, rasa bosan dan jenuh sudah mulai menyelimuti. Rasanya ingin cepat pulang dan kembali beraktivitas lagi walaupun hanya bermain di depan laptop.


Disampingnya,ada Bg Monas dengan setia menunggunya,sedangkan Arifah dan Ridwan tiduran di tikar yang sengaja digelar untuk beristirahat


Pikiran Hani masih melalang buana, mengingat kembali kenangan terindah bersama pemuda disampingnya yang sedang tidur dikursi plastik.


" Hoamm..dek! tidak tidur?" kata Bg Monas pelan sambil merapikan selimut Hani.


" Boleh miring dikit gak?" tanya Hani pelan.


"Capek!" sambung Hani Dan Bg Monas langsung membantu merubah posisi Hani menjadi miring.


" Mau minum gak?"


" Boleh?" kata Hani malah balik tanya dan Bg Monas memberi air mineral itu dan menyuapinya dengan sendok.


" Terimakasih bg!"


" Ketika sakit pun,masih tampak cantik!" sahut Bg Monas sambil menatap gadis di depannya.


" Siapa bg?"


" Istri Abang!"


" Oh??" sahut Hani lalu terdiam dan berusaha memejamkan matanya."


Monas kembali meraih tangan Hani dan menggenggamnya lalu kembali tidur. Hani terbuai dalam mimpi.


" Maaf aku tidak bisa bersamamu Han!" kata Monas kepada Hani.


" Kerena aku laki- laki yang sudah beristri."sambung Monas.


" Tetapi kenapa kamu selalu memberiku harapan?"


" Kamu selalu hadir memberikan rasa hangat dan kasih sayang."


sambung Hani.


" Karena aku juga menyayangimu tetapi aku tidak bisa bersamamu."


" Bantulah aku melupakanmu! tumbuhkan rasa benciku kepadamu agar aku tidak lagi menginginkanmu."

__ADS_1


" Jangan! sesungguhnya aku tidak akan sanggup untuk membencimu walaupun engkau membuat sebuah kesalahanpun aku akan tetap memaafkan mu."


" Kamu telah dibutakan oleh rasamu, dan akal mu tidak mampu kamu kuasai untuk mengendalikan rasamu, jadi kumohon, bencilah aku!"


" Bang!...... bang!... bang! jangan pergi!... jangan pergi!"


Hani terbangun dan membuka matanya. Jantungnya kembali tak beraturan. Tangan Hani masih digenggaman Monas. Tenggorokan Hani terasa kering,merasakan kegetiran dalam mimpi itu. Hani tersedu,meneteskan air matanya yang bening.


" Biarkanlah hari ini sendu nya kurasakan,mungkin esok ceria!"


gumam Hani pelan.


" Hahh?? kenapa dek?"


" Haus!" sahut Hani pelan.


" Oh??" kata Monas singkat dan kembali mengambilkan botol air mineral yang ada pipetnya ke mulut Hani.


" Mau ke kamar mandi gak?" tanya Monas pelan.


Hani hanya menggelengkan kepala.


" Beruntung sekali istri Abang, memiliki suami yang baik dan perhatian." kata Hani pelan dan Bg Monas tersenyum mendengarnya.


"Hahhh???"


" Jangan nangis donk! "


" Enggak! adek gak nangis kok!"


" Ini air mata apa?" kata Bg Monas sambil mengusap air mata Hani yang mengalir itu.


" Abang minta maaf, dek!"


"Abang meminta maaf!" sambung Bg Monas sambil menundukkan kepalanya bersandarkan kepalan kedua tangan mereka yang ber pegangan.


" Saya juga meminta maaf bg, setelah ini saya tidak akan mengganggu Abang lagi."


" Kenapa?"


" Karena Abang sudah punya anak dan istri!"

__ADS_1


" hahahaha." Bg Monas tertawa sampai badannya terguncang guncang tawanya ditahannya takut mengganggu pasien yang lain.


Hani terbengong dan penuh tanya.


" Kenapa karakternya Abang cepat sekali berubah? yang awalnya sedih dan menangis jadi tertawa terbahak-bahak."


" hehehe,... sudahlah jangan berpikiran yang macam-macam ya, istirahat, bobok lagi,biar besok bisa pulang."


" Iya, mau pulang." rengek Hani.


" Iya,jangan berpikir macam- macam lagi ya!"


" Dek!"


" Heemmm."


" Abang boleh menyayangi adek lagi gak?"


" Tapi!"


" Bukankah Abang sudah punya anak dan istri?"


" Hahahahahahaha."


" Hahh?"sahut Hani dengan ekspresi penuh kebingungan. Monas jadi tidak tega untuk menyembunyikan kebohongannya.


" Dengerin yah, Hani yang cantik,yang manis,yang baik,yang tidak sombong,dan suka menabung ,makanya bisa punya mobil n rumah sendiri."


" Hahh?"


" Abang belum pernah menikah, Abang belum punya anak dan istri, Abang belum punya pacar, Ingat itu yah! Abang masih single, Abang masih perjaka!"


" Hahhh?"


" Kalian!!!"


" Adek yang memulai ngarang cerita gak bener,Abang dengan Arifah jadi ikutan berakting dong." kata Monas sambil nyengir.


" Jadi? suami adek orang mana?" tanya Monas menggoda dan Hani hanya nyengir dan mencubit lengan Monas.


" Jadi, boleh gak Abang menyayangi adek lagi?"

__ADS_1


" Enggak!" jawab Hani kembali tangannya mencubit lengan Monas lagi.


__ADS_2