TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Berkhayal


__ADS_3

Masih didalam kamarnya,Hani menunggu jemputan dari Bg Monas. Scopy merah miliknya,dititipkan ke Abang itu. Ponsel berbunyi. Hani segera mengambil ponsel itu dan mengangkatnya.


" Assalammualaikum" kata Hani memberi salam.


" waalaikum salam, dek Abang di depan,sama Bg Mukid, dan Bg Nas"


" Oh iya,bentar adek keluar"


Hani segera keluar menuju teras depan rumah. Disana ada Bg Mukid,Bg Nas dan Bg Monas. Masing- masing membawa motor dan salah satunya motor merah scopy Hani.


" Abang- Abang ini mau demo kemana yah? hihihihi' kata Hani mencoba bercanda dengan mereka.


"Hehehehe" Bg Mukid tersenyum.


" Motornya dimasukkan dulu dek"sahut Monas akhirnya dan memasukkan Scoopy itu kedalam.


" Minum dulu bg?" kata Hani menawarkan.


" Gak usah Fa!" jawab Bg Nas sambil memboncengkan Bg Mukid dan langsung menghidupkan motornya dan mulai kembali ke lokasi LK.


"Kami duluan yah!" kata Bg Mukid sambil menjalankan motornya dan meninggalkan tempat itu.


" Ayo dek!" ajak Bg Monas sambil menghidupkan motor Vixion nya.


" Oh oke!" jawab Hani sambil membonceng dibelakang.


" Bagaimana perkembangan kawan adek itu?"


tanya Bg Monas menyelidik.


" Alhamdulilah,bagus!"


" Bagus apanya?"


" Sudah pulih dan sudah mulai beraktivitas lagi"


"Oh bagus deh" sahut Bg Monas.


" Besok- besok Abang jadi jarang kemari dong"

__ADS_1


" Kenapa rupanya?"


" gak papa"


Hani terdiam,kedua tangannya menggamit pinggang Bg Monas. Hani menempelkan kepalanya di punggung Abang itu. Hani tidak ingin,setelah ini Bg Monas mulai menjaga jarak lagi dengannya karena ia sudah mulai terbiasa.


" Adek kenapa?" Tanya Bg Monas sambil menggenggam tangan Hani dengan tangan kirinya sebentar lalu melepaskan kembali.


" Enggak ada!" jawab Hani


" Pegangan yang kuat ya,Abang mau ngebut!"


Vixion itu melesat mengejar motor Mukid dan Nas,melewat pohon- pohon besar disepanjang jalan. Hani terdiam menikmati hangatnya punggung Monas yang berswiter.


" Makan dulu yuk!"


" Hah?"


" Makan dulu!'


" Boleh!"


" Soto ayam boleh?"


" Boleh"


Vixion itu akhirnya berhenti disebuah warung makan dipinggir jalan. Hani turun dari boncengannya dan mengikuti Bg Monas yang masuk di warung makan itu.


" duduk sini dek!"


" Belum makan yah?" tanya Bg Monas ke Hani.


" Iya,tadi belum sempat beli makanan habis pulang dari Pati tadi"


" Ohh,apa cerita?"


" Gak ada"


" Kok gak semangat habis jumpa dengan pacarnya?"

__ADS_1


Hani membelalakkan matanya menatap ke arah Bg Monas. Apalagi dengar kata- kata ' pacar'. Rasanya ada kecemburuan didalamnya.


Hani memberanikan diri mengambil tangan Bg Monas dan menggenggamnya. Hanya diam saja menikmati tiap aliran darah yang hangat ditelapak tangan itu. Bg Monas tersenyum,senyum yang sangat dipaksakan.


Beberapa menit kemudian,pesanan mereka datang dan soto ayam yang dipesannya mereka makan.


" Jangan banyak- banyak sambelnya, sayang!" kata Bg Monas sambil menjauhkan sambel dari tempat Hani.


" Hahhh...sesendok lagi,kurang pedes soalnya hehehe"


" Sudah,cukup! entar kalo sakit perut yang repot siapa?"


" Siapa yang repot rupanya?"


" Bapak dan ibu adeklah, Abang mana peduli!"


" Ohhh...jahat banget!" sahut Hani sambil mencubit pinggang Bg Monas.


" Ke tempat yang kemarin yuk!" ajak Monas ragu- ragu.


" Ke tempat apa?" tanya Hani melotot.


" Ke...ke losmen!" jawab Monas pelan. Hani semakin melototkan matanya.


" Mau ngapain disana?"


" Gak ada, Abang kangen!" jawab Monas sambil menatap wajah Hani yang Ayu"


" Ye...Baru juga kemarin ketemu!"


" Kangen saja dengan suasana hanya kita berdua,berpelukan,bercerita indah" sambung Monas. Hani yang mendengar itu langsung menyentil dahi Monas.


" Dasar ngeres!" sahut Hani lagi sambil menjewer telinga Bg Monas.


" Sakit lah dek"


"Biarin, tahu rasa!"


Mereka meninggalkan warung itu setelah menghabiskan makanan,minuman lalu membayar tagihannya. Kemudian mereka kembali ke lokasi LK II diselenggarakan.

__ADS_1


__ADS_2