TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Menjenguk Rohani


__ADS_3

Diruangan itu,Arjuna dan Hani melihat tubuh seorang pemuda yang berbaring ditempat tidur yang cukup untuk satu orang. Dia adalah Rohani. Ada beberapa perban yang membalut di badannya,dari kepala,tangan dan kaki. Mereka mendekat dengan ragu ragu,takut sosok yang berbaring itu terbangun atas kedatangan mereka.


Hani mendudukkan pantatnya dikursi plastik didekat tubuh pemuda yang berbaring itu sedangkan Arjuna masih berdiri mematung memandangi tubuh Rohani yang sedang tidur.


Hani pelan pelan mengusap wajah Rohani yang sedikit berkeringat. Kepalanya diperban,mungkin saja ada benturan yang mengakibatkan pendarahan didaerah sana.


Dengan lembut,tangannya membersihkan keringat itu dengan kasih sayang. Ada rasa bersalah terhadap dirinya,karena dihari yang sama pengkhianatan itu ia lakukan.


" OHan!" kata Hani pelan dan tidak ingin Hani terbangun dengan panggilannya.


Hani menggenggam tangan Rohani dengan penuh kelembutan,menciuminya dengan kasih. Arjuna memilih duduk di kursi plastik yang masih tersisa disana.


Hani diam, mulutnya ingin mengakui segala kesalahan dan ingin meminta maaf pada Rohani,tetapi kata kata itu terhenti di tenggorokannya yang menjadikan ia semakin sesak.


" OHan, aku datang bersama Arjuna."


" Hemmm!" suara pelan Rohani terdengar dan Rohani mulai terbangun dan membuka matanya.


" Hani?" suara Rohani pelan,ia ingin menggapai kepala Hani didekatnya tapi tangan kanannya dalam genggaman Hani.


" Hallo Bro! kau masih ingat aku gak?" tanya Arjuna berdiri sambil jarinya menunjukkan kearahnya sendiri.


" Kau bukannya si kampret kan?" jawab Rohani dengan pelan


"'Hahahahaha,syukurlah kau tidak lupa ingatan." sahut Arjuna sambil mengambil tangan kanan Rohani dan menjabatnya erat.

__ADS_1


" Aduh! Pelan - pelan monyet!"


" Hehehe sorry, aku terlalu bersemangat dan sangat senang kau sudah lebih baikan." sambung Arjuna.


Hani tersenyum simpul,dipandanginya wajah Rohani dengan lembut.


" OHan, mau minum?"


" Boleh."


Hani mengambil air minum dimeja dekat ia duduk dan mendekatkannya pipet itu kemulut Rohani.


" OHan, dimana yang sakit?"


" Enggak ada Han, ada kamu sakit itu jadi hilang."


" Bukankah kemarin sudah kukatakan, naik bis atau trevel saja, OHan malah keras kepala."


" Iya iya maaf, aku tidak mendengarkan mu." kata Rohani sambil mengelus kepala Hani pelan.


" Sini, peluk aku sebentar Han,biar aku cepat sembuh."


" Huh...dasar modus, si kampret Rohani!" sahut Arjuna sedikit sewot.


Hani hanya tersenyum mendengar ucapan Rohani.

__ADS_1


Hani mengusap keringat di wajah Rohani pelan karena di sekitar itu ada beberapa luka luar yang bisa membuat rasa nyeri kalau terusap dengan kasar.


"Rasanya adem,dekat dengan kamu Han! Coba seterusnya kita selalu bersama."


" Hehehehe" Hani tersenyum sambil mencolek pinggang Rohani.


" Han,kemarilah sebentar!" perintah Arjuna kepada Hani.


" Ada apa?" kata Hani sambil mendekati Arjuna ditempat duduknya.


" Lihat foto ini, ini bukti kalau kalian pasangan yang saling menyayangi,jadi suatu hari jika kalian ada masalah atau berantem berantem,lihat foto foto ini lagi." kata Arjuna panjang lebar.


" Ohhhhh dasar Arjuna!" sahut Hani.


" Coba aku lihat!" kata Rohani sambil tangannya berusaha menggapai gapai.


" Awas ya,jangan dihapus lho,itu moment yang sakral buat kalian....hehehe."


Hani mendekat kearah Rohani memberikan ponsel Arjuna dan memperlihatkan foto foto mereka yang diambil secara diam diam oleh Arjuna.


" Tapi,bagus kok Han. Oh iya Jun kalau bisa di share di Facebook atau IG."


" Ahhh jangan!" sahut Hani.


" Berhubung Hani bilang jangan, foto ini akan aku share. Hem...pertama dishare di grup kampus kita dulu."

__ADS_1


" Hehehe." Rohani terkekeh


Hani ikut tersenyum,karena melihat Rohani kelihatan bahagia.


__ADS_2