
Masih di Kantor Sekretariat Cabang semarang. Setelah menjalankan ibadah sholat magrib berjamaah, kawan kawan pengurus organisasi Islam diberbagai komisariat mulai berdatangan. Ada yang dari kampus UNDIP, UIN dan kampus swasta di Semarang.
Ada beberapa yang sudah aku kenal tetapi ada juga yang masih banyak belum kukenal. Tetapi jika berjumpa dengan orang orang organisasi di jalan,mungkin Hani bisa mengenali wajah wajahnya. Tentu saja,karena kami sering dipertemukan dalam acara acara seperti ini dan juga acara acara LK LK baik LK 1 maupun LK 2 yang sudah tingkat nasional.
Tampak pengurus pengurus organisasi islam cabang mulai merapat sekadar lebih mengakrabkan dengan anggota yang lain. Monas yang dikenal sangat aktif dan reaktif juga kelihatan asyik ngobrol dengan para laki-laki tangguh lainnya.
Di tempat inilah kami sedikit banyak dididik untuk berpolitik dan menjadi kepemimpinan yang tangguh dan islami. Argumen argumen selalu tertuang dalam wacana wacana setiap kali kita bersidang,rapat maupun dalam obrolan santai. Makanya Wa grup organisasi Islam terkadang isinya diskusi maupun hal hal yang memberi pergerakan emosional untuk berpolitik . Tetapi Hani secara pribadi sebenarnya kurang memahami tentang kepemimpinan ini apalagi politik di negeri ini.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.30 akhirnya sidang rapat pengurus cabang organisasi islam Semarang dibuka. Di depan tampak ketua organisasi cabang Bg Susilo yang kuliah di kampus Semarang mulai membuka rapat malam hari ini.
Disampingnya ada sekretarisnya ,mbk Ayuk dari UIN urusan Tarbiyah. Peserta rapat duduk dengan rapi dikursi kursi plastik yang sengaja disusun berbaris rapi. Hani duduk dibarisan nomor 5 dari 10 barisan kursi.
Rapat malam hari ini cukup ramai pesertanya. Masing masing wakil komisariat di kampus kampus hampir semua datang, minimal ketum dan sekertaris seperti Hani dan Agus. Disamping Hani ada Agus yang dengan serius mencatat hal hal yang penting di buku kecil yang ia bawa. Rapat malam ini akan diselenggarakan LK 2 dan agenda agenda lainnya.
Sesekali Hani melirik Agus,masih antusias dengan isi rapat dan ketum yang berbicara panjang lebar di meja depan. Sedangkan Hani masih saja,memegang ponsel ditangannya. Ponsel Hani sengaja di setel getar saja. Rupanya Rohani sudah banyak nge-chat di ponselnya.
19.00 Rohani
"Dimana? aku di masjid dekat kantor cabang nic."
....
...
19.31 Hani.
"Gila, kenapa kemari.. ini baru mulai rapatnya."
19.32 Rohani.
"Gak papa,ku tunggu! Aku beli nasi iga bakar dulu yah untuk makan malam Hani nanti."
19.33 Hani.
"Terserah..!"
....
....
....
Dasar Rohani, kubilang jangan jemput malah kemari,pikir Hani dalam hati. Rapat masih membahas ke point nya sesekali beberapa kawan mengajukan pertanyaan dan usulan.
__ADS_1
Agus pun ikut juga memberikan usulan dan pendapatnya mengenai tempat untuk alokasi LK 2 yang strategis. Agus mengusulkan di Ambarawa. Memang disana kota yang sejuk,nyaman,dingin,itu menurutku waktu aku singgah disana. Tentunya semua tergantung dari lokasinya dimana bukan.
" Pernah ke Ambarawa gak? " tanya Agus berbisik sambil mendekat kearahku duduk.
" Hemm,kayaknya belum sic, belum kedua kali." jawab Hani tidak kalah lirih.
" Entar kapan kapan kita kesana, ada nenekku disana". sambungnya.
"Oke." sahut Hani akhirnya yang tanpa sadar suaraku keras terdengar sampai seisi ruangan.
Beberapa mata jadi memandang Hani tiba tiba. Hani jadi salting seketika,apalagi Monas ikut memperhatikan Hani tiba- tiba.
Hani mencubit paha Agus dengan spontan. Agus,nyengir menahan sakit dan geli.
20.00 Rohani.
"Aku sudah di masjid Han. tepatnya di serambi masjid. Kubelikan nasi iga bakar dan susu segar. Rapatnya ditinggal dulu, kayak bahas hidup dan mati saja...hehe."
20.05 Hani
Ye ini lebih dari Hidup gue...huek..entar 10 menit lagi ku samperin."
...
..
"Siapa apanya Gus?" tanyaku balik nanya.
" Itu, chatingan dengan siapa? sampai gak fokus ikut rapatnya." kata Agus berbisik.
Hani memasukkan ponselnya,takut Agus marah. Iyah,ekspresi Agus sudah mulai menyeramkan.
Lalu Hani mulai menyimak kesimpulan kesimpulan rapat yang dari tadi dilaluinya.
Setelah menyanyikan lagu himne organisasi Islam dan menutup dengan doa,rapat pun selesai. Kawan kawan organisasi masih nongkrong di kursi kursi dalam ruangan gedung yang tidak begitu sempit juga tidak begitu megah.
Agus masih asyik ngobrol dan diskusi ringan dengan Ayup dan Fathir. Hani mulai melipir keluar ke arah serambi masjid,mencari dimana Rohani sedang duduk menungguku.
Masjid sudah sepi,lampu lampu dalam sudah dimatiin. Hanya saja lampu teras dan jalan yang masih terang benderang.Disudut teras, ada seorang laki laki bersandar sedang memainkan ponselnya.
" Assalammualaikum." ucapku agak sedikit mengagetkan Rohani.
" Eh waalaikumsalam,hampir saja copot jantungku." sahut Rohani akhirnya.
__ADS_1
" Nic makanan dan susu segarnya.Dari tadi gak membalas chat ku." sambung Rohani akhirnya.
"Masak?" tanya Hani tanpa rasa bersalah.
" Tadi,ponsel langsung kumasukkan ditas OHan, rapat lagi serius,jadi gak enak akunya." alasan Hani akhirnya.
" Kita bisa pulang sekarang gak?" tanya Rohani akhirnya.
" Enggak, masih ada yang dibahas."
jawab Hani akhirnya.
Padahal ia sendiri bingung, mau permisi duluan sama Agus sedang Rohani sudah jemput.
"Itu,sudah ada yang pulang,kita pulang yuk." ajak Rohani akhirnya.
....
...
...
"Han!!! ngapain disitu?" teriak Monas dari arah depan masjid.
Sepertinya Monas dari warung untuk membeli sesuatu.
" Eh..Bg.. hehe." sahu Hani gelagapan.
" Diajak gabung saja pacarnya." sambung Monas akhirnya.
" Eh...enggak..eh..Bg." Hani mulai panik.
Dikira Rohani adalah pacarnya. Pacarnya gimana, gebetan Hani Mungkin lebih tepatnya penggemar Hani.
" OHan, gimana Nic." tanya Hani pelan.
"Oh Iyah bg, apakah rapatnya sudah selesai? saya mau njemput Hani bg." kata Rohani tiba tiba.
" Sudah kok Bg." jawab Monas akhirnya.
" Ijin ya Bg, mau bawa pulang Hani." sambung Rohani lalu bangkit dan menuju keluar serambi masjid dan menarik tangan Hani untuk pulang.
Hani,akhirnya tidak bisa bicara apa apa lagi. Dengan Ninja merahnya, Hani dan Rohani meluncur pulang ke arah kampus nya,tentunya arah tempat kost mereka tinggal.
__ADS_1