
Langit sudah mulai gelap,awan berarak-arak menutupi cahaya Surya. Berganti awan hitam adalah kegelapan.
Hani masih menunggu seorang diri. Di ruang tengah sambil melihat acara televisi. Suara adzan Maghrib mulai berkumandang. Hani mulai menjalankan sholat yang tiga rekaat itu. Setelah itu wiridan dan Tartil Qur'an,Hani kembali duduk di sofa.
Sampai larut akhirnya Hani tertidur di sofa itu. Sampai akhirnya bunyi ponselnya mengagetkan Hani dalam tidur.
" Ehh??"
" Halo!"
" Dek, Abang di depan!"
" Oh!" kata Hani sambil membuka gorden dan mengintip dibalik kaca. Karena benar yang datang yang punya rumah,Hani membukakan pintu nya.
" Assalammualaikum!" sapa Bg Monas dengan senyuman khas nya.
" Wa Alaikum salam!" jawab Hani sambil mengambil tangan Bg Monas dan mencium tangan nya.
" Tidur ya dek?" tanya Bg Monas sambil masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa.
Monas melepas sepatu dan kaos kakinya lalu ke kamar mandi mencuci kaki dan membasuh mukanya.
" Sudah sholat dek?"
" Sudah!"
" Abang sholat dulu yah!" kata Bg Monas sambil menggelar sajadah nya ke arah kiblat.
Hani mengamati gerak - gerik Monas. Setelah selesai, Monas membaca beberapa ayat - ayat tanpa kitab suci Al Quran. Hampir satu jam,pemuda itu membaca dengan lancar sambil mengintip Hani yang sedang mengamati gerak - geriknya.
Maha Benar Allah Dengan Segala Firman Nya.
" Sudah makan sayang?" tanya Bg Monas sambil mendekati Hani dan mengulurkan tangannya untuk bersalaman lagi.
" Belum hehehe." jawab Hani sambil tersenyum.
" Mau makan apa?" tanya Monas sambil duduk di sofa. Kepalanya direbahkan di pangkuan Hani.
Tangan Hani mengusap dengan lembut.
" Capek yah?" tanya Hani pelan.
" Lumayan!" jawab Monas sambil memejamkan mata nya.
__ADS_1
Sudah hampir sepuluh menit,Monas di pangkuan Hani tertidur.
Kaki Hani sudah mulai kesemutan tapi Hani bertahan di posisinya. Kepala itu dibelainya dengan lembut seperti anak laki - laki yang membutuhkan kasih sayang dan belaian seorang ibu.
" Hoamm!"
" Ehh?? maaf Abang ketiduran yah?"
" Capek sekali ya rupanya!" kata Hani lebih seperti bermonolog.
" Tidur ke dalam bg!"
" Hemm." sahut Monas sambil mendudukkan pantatnya.
" Abang mau dibuatin minum?" tanya Hani.
" Hem boleh! kopi saja dek!"
" Oke! tunggu sebentar yah!" kata Hani sambil berdiri dan mencoba berjalan ke arah dapur. Kaki nya masih kebas sedikit kesemutan. Akhirnya Hani masih mematung ditempatnya.
" Kenapa sayang?"
" Hehe kaki nya kesemutan." jawab Hani.
" Ehh?? ya Allah! maaf sayang gara - gara Abang tidur di pangkuan adek ya?" sahut Monas sambil memijat kaki Hani.
Hani menatap pemuda yang di depannya itu dengan lembut.
" Cukup! semut nya mati semua!" sahut Hani.
" Hahh?"
" Semut nya mati semua!"
" Hahahaha!" Monas tertawa terbahak dan merengkuh badan Hani.
" Terimakasih sayang,mau menunggu Abang pulang."
" Iya, jadi dibuatin kopi tidak?" kata Hani sambil berlari kecil ke arah dapur.
Monas kembali merebahkan badannya di kursi sofa. Seperti nya Monas memang letih dengan segala aktivitas nya beberapa hari ini. Tidak berapa lama, Hani datang dengan membawa secangkir kopi di tangannya.
" Ini kopi nya!" kata Hani sambil meletakkan kopi itu di atas meja.
__ADS_1
" Yah,tidur lagi!" kata Hani. Akhirnya Hani masuk di kamar membaringkan tubuhnya.
Tangannya masih bermain - main dengan benda pipih itu. Membuka - buka sosial media. Sampai akhirnya matanya kelelahan.
" Dek!" panggil Monas dan tanpa suara saut an.
" Eh..sudah tidur?" gumam Monas sambil membelai rambut Hani dan menjatuhkan badannya di samping Hani.
" Abang sudah bangun?"
" Iya, lapar tidak?" tanya Monas
" Lapar sic, tapi sudah malas makan jadinya." kata Hani sambil mengambil tangan Monas yang membelainya.
" Tapi Abang lapar lho dek!"
" Abang mau makan apa?"
" Hem yang seger seger."
" Kalau mau seger, rujak saja."
" hehehe itu mau nya adek, malam - malam rujak."
" Nyari bakso saja yuk dek!"
" Ayo sayang!" sahut Monas sambil membangunkan Hani dengan mengangkat tubuh nya.
" Adek males keluar!"
" Tapi Abang lapar,sayang!" sahut Monas sambil mendekati wajah Hani dan menarik dagunya lalu mengecup nya pelan.
Monas tersenyum penuh kemenangan. Hani hanya melongo dengan reaksi Monas.
Kini giliran Hani merengkuh badan Monas dan mendekatkan wajahnya lebih dekat dengan Monas. Monas terdiam menunggu reaksi Hani kepada dirinya. Tiba - tiba Hani tertawa terpingkal - pingkal.
" Memangnya Hani mau ngapain?" kata Hani yang masih tertawa terbahak. Monas memandang Hani dengan senyuman.
" Awas yah!" kata Monas sambil memeluk kuat tubuh langsing itu hampir tak bisa bergerak.
" Aww..adek gak bisa nafas dong!" kata Hani sambil berusaha melepas pelukan itu. Monas meraih kepala Hani dan mendekatkan bibirnya lalu menciumnya. Hani melotot matanya karena terkejut sampai akhirnya mata nya terpejam menikmati segala aroma nafas pemuda di hadapannya.
" Kita nikah yuk!" kata Monas dengan tatapan serius.
__ADS_1
"I love you sayang!" sahut Monas.
" I love you to." jawab Hani.