TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Mau Tapi Tidak Mau


__ADS_3

 


Hari ini,akhirnya kulalui sudah semua matakuliah. Aku dan Rohani berjalan diparkiran menuju motor ninja merah milik Rohani.


 


"Ini ada helm cewek,tadi sudah ku pinjamkan mbk Atik." kata Rohani sambil menyodorkan helm scopy kearah Hani.


" Hem, sudah direncanakan matang Nic." sahut Hani.


"Iyalah, telor matang lebih enak dibanding telor mentah Han." kata Rohani dengan semangat.


Lalu kami melaju dengan Ninja merah milik Rohani. Rasanya takut juga bonceng motor kayak gini, selain jok belakang yang super tinggi,aku harus berpegangan dimana?


"Jangan kencang lancang Ohan." teriak aku sambil mendekat kerah telinga Ohan.


"Kalo gak mau kencang, naik becak saja Han." sahutnya dengan volume keras..sambil tertawa terbahak .


Ya ampun, begini rasanya boncengan naik ninja. mengkuatirkan Lo rasanya. Akhirnya ku beranikan diri berpegang di baju sebelah pinggang kanan dan kiri Rohani.


Diperjalanan kami tidak banyak bicara, hanya suara motor yang menderu mengiringi musik dialam pikiranku, sambil sesekali melihat kanan kiri jalan yang kita lalui.


" Mampir ke masjid agung dulu yah Han, sholat ashar dulu." ajak Rohani sambil membelokkan Ninja merahnya menuju parkiran motor.


"Iya Ohan, trimakasih. kamu selalu ingat akan kewajiban...hehehe." sahut Hani.


"Iyalah,aku tidak akan lupa kewajiban ku sebagai seorang suami hehe." candanya sambil tertawa kecil.


Kami terpisah lagi untuk menjalankan sholat ashar di ruangan yang berbeda.


Masjid Agung ini,tidak pernah sepi jamaahnya mungkin karena letaknya sangat strategis di jalan ini. Simpang lima Semarang,Iyah jalannya ber simpang lima jadi disebutlah dengan simpang lima. Dimalam hari disini akan lebih ramai dan asyik. Palagi sekadar duduk nongkrong dengan pasangannya.


Disini bisa berhalu tentang masa depan dengan pasangan kita,hihihi. Kehidupan orang dewasa yang belum pernah aku lalui,tetapi sering aku baca di novel novel sastra maupun novel populer zaman ini.


Mungkin suatu hari aku akan lebih tajam menulis akan novel yang beralur Rumah tangga dengan kehidupan suami istri yang romantis,tentunya setelah aku melaluinya di kehidupan nyata ku Hah? jadi berhalu.


Akhirnya kuambil ponsel didalam tas kecilku. Ternyata ada chat masuk dari Agus.


15.30 Agus

__ADS_1


"Lagi dimana?"


...


....


Lalu Hani mengetikkan sesuatu untuk membalas chat dari Agus.


15.45. Hani


"Biasa,masih muda ini. Lagi jalan jalan."


....


....


"Hah? online Si Agus." gumam Hani.


15.45 Agus


"Jalan dengan siapa?"


"Sama Rohan."


.....


.....


....


....


Tidak ada balasan setelah chat itu. Setelah mengambil air wudlu di tempat wudlu wanita aku menjalankan sholat Ashar dan tas kecilku kusimpan di loker dengan kunci yang kukantongi.


Di masjid Agung ini,sudah mulai ada peringatan dan anjuran agar kita juga lebih waspada dan hati hati terhadap barang barang kita. Makanya loker loker baik tas maupun sepatu disiapkan cukup banyak disini. Kenyamanan dan ketenangan untuk beribadah lebih terjaga dengan semua ini.


Setelah kami menyelesaikan sholat ashar, aku berjalan menuju parkiran ke arah motor Rohani diparkirkan. Di kejauhan, Rohani sudah menunggu di atas motor dengan memainkan ponsel ditangannya.


" Sudah selesai Han, yuk kita jalan" ajak Rohani akhirnya.

__ADS_1


" Iyah, sudah lama menunggu yah Ohan? " tanyaku akhirnya.


"Tidak lama kok." jawab Rohani singkat.


Akhirnya motor Ninja merah inipun melesat kearah gedung yang tinggi tidak jauh dari Masjid Agung ini berdiri.


Tempat ini, memang selalu menjadi hiburan dan tujuan utama kami kalau kami sudah jenuh dengan lingkungan kampus di Gunungpati itu.


" Yuk,kita nonton film, ada jam 17.00-19.00" ajak Agus akhirnya.


" Hah??? sholatnya mau dirapel? " tanya Hani dengan nada tinggi.


" Sesekali gak papa lah Han...hehehe." sahut Rohani akhirnya.


Lalu Rohani menuju ke arah loket karcis dijual. Hani pun mengikuti dari belakang.


" Film action Han, ini pasti keren" kata Rohani akhirnya.


" Masih jam 16.30 Han, kita jalan jalan dulu diluar yuk" ajak Rohani sambil menarik tangan kiriku.


" Aduh,...pelan pelan dong" sahutku akhirnya.


" Makan dulu lah yah, terakhir kita makan di kafetaria tadi kan? " ajak Rohani.


" Hem, iya yah...tapi kok berasa lapar yah aku Ohanm" kata Hani.


"Mungkin karena kamu lagi bersamaku jadi gak berasa lapar Han, hatimu senang hihi." kata Rohani Asal.


" Hemmmm, mungkin saja yah." sahut Hani dengan gaya sok mikir.


" Sebentar,ku antri pesan makanan nya yah Han,kamu duduk dulu disini."


Kami duduk di tempat makan siap saji,yang menjajakkan ayam goreng dengan minumannya. Tampak Rohani masih mengantri di depan kasir itu. Dan aku melihat lagi ponsel di tanganku. Tidak ada Chat balasan dari Agus.


Malam ini akhirnya kita lalui dengan makan,nonton film dan pulangnya ke minimarket membeli sedikit belanjaan seperti mie,coklat,minuman instan,dan pelengkapan mandi.


Hari ini ku habiskan waktuku dengan Rohani. Kesan pertama, Rohani sangat menarik,juga perhatian. Tatapan mata yang sangat punya kasih terhadapku tapi tidak ada ungkapan cinta yang terucap dimulut Rohani. Mungkin belum,apa memang tidak ada. Hehehe. kami mungkin masih mencoba mengenali satu sama lain. Mungkin saja Rohani ingin lebih paham akan aku dengan menghabiskan banyak waktu denganku hari ini.


Hanya Rohani yang tahu akan perasaannya sendiri. Dan Aku? aku hanya bisa menikmati setiap alur perjalanan hidupku.

__ADS_1


Mungkin aku belum menemukan perasaan sayang dan kasih itu. Hanya bentuk perhatian yang saat ini ku butuhkan. Kalau kehilangan, aku akan mencari perhatian yang hilang itu.... Entahlah, suatu hari nanti.


__ADS_2