TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Di Suruh Pulang


__ADS_3

Monas sudah kembali ke Jakarta. Menjalankan aktivitas seperti biasa. Demikian juga Hani, mengajar di Yayasan swasta seperti biasa. Sementara mereka masih enjoy menjalankan aktivitas,tanpa keluh kesah karena jarak yang berjauhan.


Rumah pemberian Abah masih belum di huni oleh Hani. Rumah itu masih kosong belum ada yang menempati. Hani tersenyum melihat foto pernikahannya yang di pasang di dinding sebelum Monas kembali ke Jakarta. Monas pun demikian, memasang foto pernikahan mereka di rumah Jakarta.


Sesuai kesepakatan, dua Minggu sekali Monas pulang ke Solo. Setelah pernikahan itu sudah empat kali Monas pulang ke Solo. Itu artinya mereka sudah dua bulan ini menjalani LDR an pasca menikah. Kehamilan Hani pun sudah di bulan ke tiga.


 


Di Jakarta di rumah kediaman Monas. Monas lagi sibuk di depan laptop nya. Pekerjaan - pekerjaan baru sudah mulai bertumpuk. Semangat nya untuk menjadi ayah, memacu Monas lebih giat dalam bekerja. Usia kehamilan istrinya genap tiga bulan. Jadi kurang lebih enam bulan lebih sepuluh hari, ia akan menjadi ayah.


Ponsel Monas berbunyi. Monas masih cuek dengan suara di hape nya. Karena sangat menggangu, akhirnya Monas mengambil ponselnya dan menerima panggilan masuk itu.


" Eh abah!" gumam Monas.


" Assalammualaikum Abah!"


" Nas! Kamu lagi ngapain, dari tadi Abah telpon tidak di angkat - angkat."


" Maaf Abah, saya tadi mengerjakan tugas."


" Nas! Minggu ini kamu pulang dulu ke Rembang ya!"


" Ada acara apa Bah?"


" Pokoknya kamu harus pulang dulu ke Rembang."


" Abah, tapi Minggu ini saya harus ke Solo Bah!"


" Minggu depan juga bisa to Nas."


" Insyaallah Bah."


" Abah tunggu ya! Jangan sampai tidak pulang!"


" Injeh Bah."

__ADS_1


Panggilan masuk itu terputus. Lalu Monas menghubungi Hani.


" Assalammualaikum sayang. Lagi ngapain?"


" Lagi mikirin Abang."


" Ais. Abang baik - baik saja. Tidak usah di pikirin. Sudah minum susu untuk adik bayi?"


" Hehehe."


" Pasti belum kan?"


" Tidak enak Abang sayang."


" Kalau gak minum susu, adek bayi nya entar lapar loh!"


" Nanti di kasih nasi timlo saja."


" Ya ampun! Kenapa bandel gini yah. Kalau dekat sudah Abang gigit nic."


" Dek?"


" Hem?"


" Abah tadi nelpon, Minggu ini Abang di suruh pulang ke Rembang. Ke Solo nya di ganti Minggu depan tidak apa - apa?"


" Oh! Ada yang serius bang?"


" Abah tadi tidak bilang."


" Oh! Pasti penting ini. Ya sudah gak papa bang."


" Terimakasih atas pengertiannya ya sayang."


" Iya! Tapi Hani bisa datang ke Rembang kok."

__ADS_1


" Jangan! Adek harus banyak - banyak istirahat dulu ya sayang."


" Ya sudahlah."


" Adek?"


" Hem?


" Kangen banget!"


" Iya, sama!"


" Adek serius tidak apa - apa kan?"


" Iya gak papa."


" Yo wes. Jangan lupa makan yang banyak."


" Iya."


" I Miss you."


" I Miss you to."


Panggilan keluar di tutup. Monas melanjutkan lagi aktivitasnya.


" Ada apa ya? Kok seperti di paksa kan harus pulang ke Rembang. Pasti ada yang tidak beres." gumam Monas.


" Kasihan istri ku. Minggu ini aku tidak bisa pulang. Eh.? Jumat berangkat ke Rembang. Habis dari Rembang saja langsung ke Solo. Bikin kejutan ah sekali - kali


hehe."


Monas senyum - senyum sendiri. Di lihatnya foto pernikahannya dengan Hani yang di pajang di ruang tengah.


" Setelah acara resepsi itu? Hani belum ke Jakarta lagi. Pasti senang kalau foto yang ini yang aku pajang."

__ADS_1


" Istriku. Abang kangen banget."


__ADS_2