TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Masih Di Rumah Sakit


__ADS_3

" Eh...maaf yah, mama tinggal. Tadi lama nyari yang jualan bubur ayam." kata mama Rohani tiba tiba masuk dalam ruangan.


" Iyalah ma,sudah sore begini jarang jarang ditemui yang jualan bubur ayam." sahut Arjuna sambil terkekeh.


" Iya, tapi syukurlah mama bisa dapat yang mama cari kok Jun."


" Wow perjuangan seorang mama kepada putra nya! awas kalau kau gak mau makan ya bro! mamamu sudah sudah payang nyari tuh!"


" Biar saya yang siapin Rohani,Tante."


" Boleh, ini!" kata mama Rohani sambil menyodorkan bungkusan kotak makan ke Hani.


Hani menyuapi sedikit demi sedikit ke mulut Rohani. Tapi tidak banyak yang terambil di sendok itu.


" Makanlah nak, sedikit dipaksa biar cepat pulih." kata mama Rohani yang sejak tadi memperhatikan gerak gerik putranya itu.


" Masih mual banget ma" sahut Rohani dengan manja.


Arjuna yang melihat rengekan Rohani jadi tersenyum geli.


" Hahahah hilanglah galaknya,kalau dengan mama."


" Diem Lo monyet!"


" Rohani, gak boleh gitu dong!"


Rohani kembali memakan suapan dari sendok yang disodorkan Hani,walaupun sebenarnya tidak ada selera. Mungkin saja ini pengaruh dari gegar otak yang dialaminya,selain kepala masih berat dan mual ingin muntah.


Rohani berusaha tidak ingin menunjukkan rasa sakit itu kepada Hani,walaupun kondisi sebenarnya cukup parah. Beruntung dia masih ingat semuanya,termasuk kawan kawannya dan Hani kekasihnya.


Tangan kiri dan kaki kanannya ada yang patah,hal itulah yang menjadikan Rohani banyak dalam posisi berbaring saja saat ini.


" OHan, ayo dihabiskan!"kata Hani pelan.


" Habis ini minum obat nya ,nak!"


Rohani hanya diam,tapi kepalanya mengangguk pelan. Kepalanya masih berat dan pusing.


" Ini obatnya diminum!" kata mama Rohani sambil memberikan beberapa pil dan kapsul kemulut putranya itu.

__ADS_1


Hani memandangi Arjuna. Ada pertanyaan dan tanda tanya besar dalam pikirannya. Bagaimana keadaan Rohani yang sesungguhnya? Mereka seolah merahasiakannya padaku.


" Mama,aku mau pulang saja.bosen disini." kata Rohani pelan setelah meminum pil yang disiapkan oleh mamanya.


" Besok lusa nak, tapi kamu harus banyak makan biar cepat pulang!" kata mama Rohani penuh kasih sayang.


" Kalian tadi langsung dari Semarang ya?"


" Iya Tante." jawab Hani pelan.


" Tolong dimaafkan semua kesalahan Rohani ya,biar Rohani cepat pulih dan kembali kuliah lagi."


" Iya Bu!" kata Hani dan Arjuna bersamaan.


" Mungkin,kalau kondisinya Rohani tidak memungkinkan pulih seperti dulu,Rohani biar nanti kuliah di Pati saja." kata mama Rohani pelan sambil melihat sebelah kaki kanan putranya.


" Enggak ma!" sahut Rohani pelan.


" Rohani harus melanjutkan dikampus itu sampai selesai, mama jangan kwatir,saya akan baik baik saja."


Arjuna dan Hani saling berpandangan. Sebenarnya,mata Hani sudah mulai panas dan dadanya sesak mendengar percakapan antara ibu dan anak.


Arjuna mendekati Rohani, dia membuka pelan pelan selimut yang menutupi bagian kaki Rohani. Arjuna mencoba meraba kaki sebelah kanan Rohani. Syukurlah, masih utuh, pikir Arjuna dalam hati. Hanya saja masih di gif. Arjuna menarik nafas dengan kasar. Ternyata apa yang Arjuna lakukan diamati gerak geriknya oleh Rohani.


" Eh monyet!! kau kira kakiku diamputasi?" sahut Rohani terkekeh.


" Iya, syukurlah Alhamdulillah kau gak cacat hehehe. "


" Tetap semangat Ma, Rohani pasti akan cepat pulih ma!"


" Iya, amin!"


Arjuna lega, di dekatinya Rohani dengan sayang. Dia bersyukur kawannya tidak kehilangan kakinya,walaupun ada yang patah di kaki kanannya itu.


" Rohani, ma, seperti nya kami harus permisi pulang ke Semarang."


" Oh begitu." kata mama Rohani.


" Awas ya! jaga Hani baik baik ya Jun!" kata Rohani pelan sambil menjabat tangan kawan dekatnya itu.

__ADS_1


" OHan, kamu gak papa kan kami tinggal?"


" iya."


" Tante,boleh minta no wa Tante?"


" Oh iya, 0852 778 xxx."


" Trimakasih Tante!"


" Iya sama sama."


Meraka akhirnya berpamitan kembali ke Semarang. Setelah mereka saling berjabat tangan dengan Rohani dan mama Rohani.


Kini tinggal Rohani dan mamanya didalam ruangan itu.


" Manis juga,cewek mu dek." kata mama sambil mencubit pelan putranya itu.


" Yang mana ma?"


" Hahahaha gaya sekali anak mama, ternyata kamu sudah mulai dewasa ya."


" Menurut mama, Hani baik gak?"


" kelihatannya sic baik, cuma besok besok gak tahu juga, sayang tidak dengan mertuanya."


" Kok gitu ma?"


" Iya,kalau belum dapat anaknya kan masih baik baik dengan camer nya,entar kalau sudah jadi istrimu ,entahlah???"


" Yee mama,doain jelek!"


" Tidak seperti itu, mama kan sayang sama kamu. Apapun pilihanmu mama pasti mendukung cuma nanti kalau kamu sudah berumahtangga,jangan lupa sama mama dan papamu ya nak?"


" Iya ma."


" Alhamdulillah, semoga kelak kamu dapat istri dan jodoh yang terbaik, yang menyayangi kamu dan keluarga kita."


" Amin."

__ADS_1


__ADS_2