
Malam sudah semakin larut,mereka masih asyik di tongkrongan. Bercerita tentang kebersamaan mereka dulu sampai cerita yang lagi panas- panasnya mereka lalui.
" Hoammm...mulai ngantuk! pulang yuk!" ajak Ami sambil berdiri merapikan pakaiannya yang kusut.
" Ayok!" jawab mereka bersamaan. Mereka lalu bangkit dan mulai berjalan pulang ke rumah Hani.
Di jalan,tidak banyak candaan yang keluar dari mulut mereka. Mungkin saja,mereka kekenyangan atau memang sudah mengantuk. Hani masih berjalan tegap walaupun matanya sudah lesu. Disampingnya Bg Monas masih kelihatan lebar bola matanya. Bg Monas terbiasa begadang,jadi jam dua belas masih terlalu dini untuk tidur cepat.
Sesampainya di rumah Hani, Ina dan kakaknya sudah ada di rumah. Lisik,Lestari tidur bersama adeknya Hani yaitu Ina sedangkan Arifah,Ami tidur dikamar Hani. Bg Monas memilih tidur di kursi panjang ruang tengah yang ada televisi nya.
Semua sudah beristirahat dan tidur sedangkan Hani masih bermain dengan ponselnya. Grup- grup wa yang Hani ikuti masih ramai dengan koment- koment dan stiker lucunya. Apalagi grup wa pengurus HMI, Bg Monas masih online mengomentari chat masuk. Tiba- tiba ada pesan wa masuk dari Bg Monas.
00.20 Bg Monas
"Belum tidur nic ye?"
00.21 Hani
"Abang juga belum yah? Banyak nyamuknya gak? Kalau mau ini ada lotion anti nyamuk."
00.22 Bg Monas
"Enggak usah dek!"
00.23 Hani
"Tidak capek bg?"
__ADS_1
00.23 Bg Monas
"Enggak! lihat senyum adek,capeknya hilang."
00.24 Hani
"Hehe...mau adek buatin mie goreng dan teh manis panas?"
00.25 Bg Monas
"Jangan dek! jangan gak jadi....."
00.26 Hani
"Hahahaha."
Selanjutnya Hani mulai menumis bumbu yang sudah dipotong tadi dengan sedikit minyak goreng sampai baunya wangi. Dua telor ikut dimasukkan kedalam tumisan tadi hingga matang dan terakhir mie yang tadi ditiriskan ikut dicampurkan. Akhirnya selesai sudah masak mie goreng telor ala Hani. Wangi nya sudah memenuhi ruangan rumah itu.
Hani kini memasak sedikit air untuk membuat teh manis panas. Air dibiarkan mendidih dan masuklah tehnya hingga air berubah menjadi merah pekat. Dituangnya teh itu kedalam gelas dan diberi satu setengah sendok gula.
" Selesai!" gumam Hani.
" Pandai juga masak ya?" sahut Bg Monas dari arah belakang Hani.
" Eh Astagfirullah!, bikin kaget saja!"
Ternyata dari tadi Bg Monas berdiri dibelakang Hani sambil mengamati gerak-gerik Hani dalam memasak.
__ADS_1
" Ini! makan disini atau ruang tengah?" kata Hani sambil menyodorkan mie goreng dalam piring itu.
" Disini saja!" jawab Bg Monas sambil duduk di meja makan.
Hani memberi teh panas yang sudah ia buat lalu menggeser kursi itu dan mendudukinya.
" Enak gak? kata Hani sambil melihat ekspresi Bg Monas dalam mengunyah hasil masakannya.
" Dari 1 sampai 10,Abang nilai 200."
" Hehehe."
"Yang sepiring lagi buat siapa?" tanya Bg Monas sambil melihat piring yang berisi mie didepan Hani.
" Mana tahu ada yang bangun,mau makan mie juga." jawab Hani.
" Tapi kalau Abang mau tambah, boleh kok dimakan!" sahut Hani sambil mendekatkan piring itu.
" Adek,gak makan? Enak lho, coba cicipi masakan adek sendiri!" kata Bg Monas sambil mendekatkan satu sendok mie ke mulut Hani lalu menyuapinya.
" Hemmm...rasanya seperti daging rendang!"
kata Hani sambil terkikik.
Bg Monas hampir tersedak dengan ucapan Hani.
Jam dinding masih berputar tak berhenti. Berputar terus tanpa henti,sampai batrai nya habis barulah mati.
__ADS_1
Mereka akhirnya tertidur,menanti esok pagi dengan harapan pasti. Menjalani tugas- tugas yang masih menanti. Kewajiban mereka sebagai mahasiswa mahasiswi harus dijalani demi tujuan dan cita-cita sejati.