
Azan subuh berkumandang, Hani sudah siap- siap untuk keberangkatannya ke Semarang. Bg Monas baru selesai mandi. Hani yang sudah memakai mukena, menunggu Monas mengimami untuk sholat subuh berjamaah. Ina masih tidur karena dia sedang berhalangan sedang Mas sudah lebih dahulu pergi ke masjid.
" Sudah sholat dek?" tanya Bg Monas.
" Belum! nungguin Abang!" jawab Hani.
" Oh oke!"
Mereka akhirnya menjalankan sholat subuh berjamaah. Monas,selain dia hafal Alquran dan memiliki banyak pengetahuan agama,ia termasuk mahasiswa yang berprestasi. Terlepas dari semuanya,dia adalah manusia biasa yang memiliki rasa,dan hasrat. Bersama Monas,Hani menemukan banyak kecocokan dalam idealisme dan sifat. Mereka saling mengisi dari kekurangan masing- masing.
Setelah beberapa menit kemudian, mereka siap- siap kembali ke Semarang. Setelah berpamitan dengan Mas nya Hani dan adek nya, mereka berangkat.
" Maskernya dipakai dek, biar gak kena debu."
kata Bg Monas.
" Mas! kami berangkat mas!"
" Iya,bhati- hati dijalan!" sahut Mas Joko.
" Pegangan dek!" kata Bg Monas pelan.
" Iya..iya..nanti!"
Motor Vixion itupun berjalan meninggalkan pekarangan rumah Hani. Meninggalkan kota Solo yang indah. Kedatangan Bg Monas di Solo memantapkan hati Hani kepadanya,demikian juga Bg Monas. Mereka saling menyukai dan menyayangi. Walaupun kerikil- kerikil di jalan selalu ada. Selagi mereka saling percaya dan menjaga semua akan mencapai tujuannya.
" Tidak ke makam pacar adek yang meninggal itu?" kata Bg Monas memulai pembicaraan.
" Hahh?"
" Kesana gak? mumpung masih di Solo Nic?"
" Enggak usah bg!"
" Oh iya bg, Abang mau beli oleh- oleh gak?"sambung Hani.
" Lain kali saja dek, dua Minggu lagi kita ke Solo lagi yuk!" ajak Bg Monas semangat.
" Beneran?"
__ADS_1
" Iya!"
" Kalau begitu ,bagaimana kalau ke air terjun grojogan Sewu!" kata Hani dengan semangat.
" Boleh!"
Mereka melalui pohon- pohon besar dipinggir jalan. Melewati lampu- lampu jalan yang sudah mulai mati karena langit sudah mulai terang benderang. Matahari sudah mulai mengintip malu- malu memberi sinarnya. Suara mobil- mobil dan kendaraan mulai berseru. Jalanan sudah mulai padat mobil,kendaraan. Semangat pagi yang ceria. Menapaki cita- cita yang ingin dicapainya. Cinta itulah yang memberi semangat untuk menggapai cita- cita itu,agar kekosongan hidup bisa terisi oleh kasih sayang nan suci.
Kira- kira sudah hampir 1 1/2 jam mereka berjalan diatas motor Vixion itu. Kini sudah sampai di Ungaran Gunung Pati di kampus Semarang.
" Sarapan dulu gak bg?" tanya Hani kepada Monas.
" Hemm..boleh! cari nasi urap dek, makan di kost adek saja!" jawab Monas.
" Oke, warung itu bg, itu nasi urapnya enak, ada ikan asinnya gitu." kata Hani sambil menunjuk warung kecil yang sudah mulai ada pembelinya.
" Abang tunggu disini saja,biar adek yang belikan!" sambung Hani sambil turun dari boncengannya dan melepas helmnya lalu memberikannya ke Monas.
Hani melangkah menuju warung itu dan mulai memesan dua nasi urap dan teh panas.
" Beli nasi urap ya?" tanya seseorang disamping Hani,ternyata dia adalah Arjuna.
"Aku sendiri Han, Rohani masih di kost." sahut Arjuna seolah tahu isi dari kepala Hani.
" Oh..gitu yah, kalau begitu aku titip ini saja, tolong kasih ini ke Rohani." kata Hani sambil melepas cincin emas itu dan menyerahkannya ke Arjuna.
" Kamu saja nanti yang kembalikan sendiri Han!" kata Arjuna sambil mengembalikan lagi cincin itu ke Hani.
" Tapi Jun, Kamu kan tahu, Rohani sudah gak mau lagi bicara lagi sama aku."
" Mungkin saja dia saat itu lagi marah sekali sama kamu, jadi..."
" Iya..aku yang salah!" sahut Hani.
" Oh Jun, aku duluan yah! pesanan ku sudah selesai dibungkus Nic." kata Hani sambil menunjukkan tas plastik yang didalamnya ada beberapa nasi urap dan teh manis panas.
Lalu Hani berlalu meninggalkan warung kecil itu yang masih antri dengan pembeli.
" Lama dek!"
__ADS_1
" Iya, ayo bg ke kost!"
Bg Monas menghidupkan motornya dan mulai menjalankan ke arah tempat kost Hani.
" Sebentar yah bg, adek ambilkan piring,sendok dan gelasnya." kata Hani sambil melangkah menuju kamarnya.
Kamarnya masih terkunci. Hani mulai membuka kamar itu yang mulai ada debu,meletakkan tas ranselnya dan mengambil piring,sendok dan gelasnya.
" Oh Iyah,tisu!" gumam Hani sambil mengambil tissue di atas meja nya.
Bg Monas masih setia duduk di kursi panjang, menyapa setiap penghuni kost yang melewati didepannya.
" Ayo kita makan bg!"
" Memang enak yah urap di warung langganan adek itu?" kata Monas sambil menyuapi ke mulut Hani.
" Eh ya Allah, Abang lupa dek!"
" Kenapa bg?"
" Minggu depan Abang sudah mulai KKN, jadi ke Solo nya kita undur sampai kelar KKN saja ya dek!"
" Oh!"
" Gak papa kan dek?"
" Iya!"
Setelah menghabiskan satu bungkus nasi urap itu,Bg Monas memasang helm nya dan menggendong tas ranselnya.
" Kemana Bg?"
" Adek??"
" Iya...iya..balik ke kost, ada kuliah pagi kan?" sahut Hani agak ketus.
" Entar Abang lebih sering telp adek kok."
" Iya!" kata Hani tidak bersemangat melepas Monas kembali ke kost nya.
__ADS_1
Akhirnya Monas menghidupkan Vixion nya dan menjalankan motornya menuju ke arah kampusnya yaitu UIN setelah menjabat erat tangan Hani.