
Hari Minggu tiba,sore itu acara penutupan LK 1 sudah dimulai. Semua pengurus komisariat dan pengurus cabang hadir disana. Acara LK 1 telah selesai setelah 3 hari dua malam dilaksanakan semua agenda acara.
Agus,ke depan podium menutup acara LK 1 sebagai ketua umum komisariat dan merangkap ketua panitia LK ini. Disamping Hani duduk ada Sofiana yang masih setia menemani jalannya kegiatan LK 1 ini,padahal Sofiana bukanlah anggota HMI.
Setelah acara demi acara telah selesai, peserta LK kembali ke sekaran atau Banaran dimana mereka tinggal di kost yang dekat di kampus negeri Semarang. Beberapa pengurus cabang sudah permisi pulang kembali ke tempat tinggalnya kecuali bg Monas. Dia masih mendampingi Hani,membereskan segala sesuatunya di tempat itu. Panitia penyelenggaraan LK,membereskan dan merapikan segalanya seperti sedia kala.
Setelah permisi dan berterimakasih dengan kepala desa dan sekdes setempat dan juga beberapa warga yang rumahnya ditumpangi,semua kembali pulang. Demikian juga Agus dan Sofiana,yang menaiki mobil Sofiana. Hani masih tertinggal disana bersama bg Monas. Tidak ada pembicaraan atau salam untuk Hani dari Agus ketika Agus pulang. Mereka masih berdiam diri satu sama lain demikian juga Sofiana.
Bg Monas,tentu saja menyaksikan situasi itu dan sangat paham apa yang dipikirkan oleh Agus. Iya,bukankah dulu Agus pernah curhat dengan Monas mengenai perasaannya dengan Hani.
Lokasi LK itu sudah sepi tidak ada orang lagi,Hani akhirnya kembali dengan diantar Monas.
" Yuk,dek!"
" Mau langsung pulang,atau jalan dulu dek?"
sambung Monas kepada Hani.
" Mau jalan kemana bg?"
" Kemana saja boleh,asal kita berdua."
" Hehehe, Hani pulang saja bg."
"Masih jam empat sore dek,masih terang gini buru buru pulang."
"Abang ingin kemana rupanya?"
" Ingin berlama lama dengan adek saja."
__ADS_1
" Lihat film yuk!"
" Tanggal tua bg! Sudah menipis duit adek."
" Yaelahhh! Biar Abang yang bayar dek!"
Mereka melesat dengan motor Vixion nya Monas kearah kota Semarang menuju pusat pembelanjaan dikota Semarang.
" Pegangan dek!"
Monas menarik salah satu tangan Hani ke pundak nya lalu memegangnya erat.
Hani diam dan tersenyum.
" Abang maunya seperti ini terus."
" Gak ada marah marahan,diam diam an kayak Agus"sambung Monas.
" Kenapa berpikir seperti itu? jalan ini masih panjang,adek belum juga dihalalkan oleh orang."
" Maksudnya?"
" Iyah,adek belum jadi istri orang,jadi Abang tidak akan menyerah,kecuali adek sudah bersuami barulah Abang menyerah."
Hani tersenyum,setidaknya inilah yang Hani mau. Laki laki yang akan ia dampingi tidak boleh patah semangat dan menyerah.
" Yuk kita masuk ke studio satu." ajak Monas setelah mereka membeli tiket masuk di kasir.
Monas memilihkan satu film action,baginya itu lebih menarik dibanding film horor dan romantis. Hani mengikuti langkah Monas disampingnya dengan pelan pelan.
__ADS_1
"Ayuk dek!" ajak Monas sambil mengambil pergelangan tangan Hani dan menggandengnya masuk ke dalam studio.
" Sering kemari gak?"
" Beberapa kali saja bang." jawab Hani pelan. Mereka duduk di nomor kursi masing masing.
" Abang sering kemari? dengan siapa?"
" Hehehe cemburu ya?"
Hani tersenyum simpul, pertanyaan seperti itu tidak perlu dijawab,pikirnya.
" Abang kemari ramai ramai sama kawan kawan,bukan sama orang yang spesial kayak adek." Kata Monas sambil menarik tangan kiri Hani dan menggenggamnya erat. Monas mengusap tangan itu dan menemukan dijari itu ada cincin pemberian Rohani.
" Suka cincin yah?" kata Monas tiba tiba dan apa maksud pertanyaannya.
Hani menarik tangannya kembali.
" Iyah, cincin ini pemberian cowokku bg."
Hani menjelaskan dengan pelan,takut kalau hal ini akan membuat kekecewaan Abang itu.
" Besok besok,kalau Abang kasih cincin juga diterima yah dek." sahut Bg Monas akhirnya.
Hani terkejut dan menatap kearah Monas. Yang ditatap wajahnya makin mendekatkan wajahnya kearah Hani. Hani menggeser badannya,takut kejadian kemarin terjadi lagi yang tiba tiba Abang itu menyerobot ,mengecupnya.
" Hehehe takut amat dek."
" Habis,Abang nakal banget, adek harus waspada dong."
__ADS_1
" Hehehe, ..."
Akhirnya mereka terdiam,mengikuti jalannya film yang diputar, film action yang bikin jantung dag Dig dug.