TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Kembali ke Kost


__ADS_3

Sampai di Semarang malam sudah semakin larut,kira kira jam sembilan malam. Arjuna langsung kembali ke kost nya setelah mengantar Hani sampai di kost.


Tiba di kost nya, Hani masuk ke kamarnya dan mulai memaksa mandi karena badannya sudah lengket semua. Setelah dirasa cukup,Hani membaringkan badannya yang terasa lelah. Dipandangi cincin yang melingkar dijari pemberian Rohani.


Hani cukup tenang,setelah mengunjungi Rohani hari ini. Paling tidak,itu cukup membuat Hani tidak menduga duga kondisi Rohani. Seiring berjalannya waktu,Hani yakin Rohani akan cepat pulih.


Kini tinggal permasalahan kembali Kediri Hani sendiri. Sikap apa yang akan ia pilih dengan segala masalah masalah yang menimpanya. Agus, Sofiana, dan juga Bg Monas. Hani teringat,no wa Abang itu,telah ia blokir. Bukan karena Hani membenci Bg Monas, tetapi lebih tepatnya ingin move on dan menetapkan hatinya ke Rohani saja.


Malam tadi, ketika Hani baru sampai di kost nya. Ibu kost memberi kabar,bahwa ada laki laki tinggi besar,kulit putih dan bermotor Vixion datang ke kost mencari dirinya dan menunggunya cukup lama di teras kost.


Siapa lagi kalau tidak Monas.


Malam ini,Hani memilih mengerjakan beberapa tugas makalah yang belum terselesaikan. Pikirannya dibuat se fokus mungkin untuk mengerjakan tugas tugas yang diberikan dosen itu.


Tidak beberapa lama,suara dering di ponselnya membuat buyar konsentrasinya. Diambilnya ponsel itu didalam tas selempang nya.


No hp 0821 666 xxx , no yang belum Hani save di kontaknya. Hani mengangkat panggilan itu, mana tahu Rohani yang menelponnya, itu menurut pikirannya.


" Hallo, assalammualaikum!"


" Waalaikumsalam." suara di sebrang sana

__ADS_1


yang sudah Hani kenali suaranya.


Hani seketika langsung mematikan sambungan telephonnya dan melempar ponselnya ke atas kasurnya.


Hani kembali mengerjakan tugas itu dan kembali mematut di depan laptopnya. Kembali Hani dikagetkan dengan bunyi nada dering di ponselnya sendiri. Diambilnya ponsel yang ia lempar tadi di kasurnya, dan melihat siapa yang menelponnya lagi. Nomor panggilan yang belum ke save lagi di ponselnya,tetapi dengan nomer berbeda .


" Hallo! Assalammualaikum!"


" Waalaikum salam, dek, jangan dimatikan dek! tunggu dulu!" sahut orang yang diseberang sana yang tidak lain dan tidak bukan adalah Monas.


Hani, akhirnya bertahan dan mendengar Monas bersuara.


" Dek, trimakasih tidak menutup telephonnya."


" Sudah makan dek?"


" Dek? hufff!" kata Bg Monas dan terdengar hembusan tarikan nafasnya yang kasar.


" Dek, kenapa kemarin chat WA Abang gak dibalas? lalu kenapa no wa Abang di blokir? Abang jadi bingung... Tadi Abang ke kost adek, adek dimana? sampai jam 8 Abang nunggu adek,tapi belum pulang. Adek dimana tadi? Sekarang adek sudah di kost belum?"


Tidak ada suara dari Hani, Hani memilih diam seribu bahasa. Merasakan sedih,getir,sesak jadi satu.

__ADS_1


" Dek, Abang salah apa? jangan diam saja dek,huff." sambung bg Monas dan masih terdengar tarikan nafasnya. Mungkin saja Abang itu berusaha sabar menghadapi Hani yang tidak bersuara.


Hani melempar ponselnya kembali dikasur,membiarkan telephonnya tetap terhubung dengan nomer baru Bg Monas.


Hani tidak bisa berkonsentrasi lagi,pikirannya bercabang. Di ambilnya lagi ponsel di atas kasur lalu merebahkan tubuhnya.


" Hallo, dek!"


" Iya!" Akhirnya Hani bersuara.


" Alhamdulillah,akhirnya."


" Sudah makan dek?" tanya Bg Monas berusaha mencairkan suasana.


" Belum yang ke tiga."


" Hufff...hehehe, trimakasih dek, masih mau berbicara dengan Abang."


" Bg, maaf bg, adek mau tidur dulu."


" Oh iya, selamat istirahat ya dek, maaf Abang mengganggu, assalammualaikum."

__ADS_1


" Waalaikum salam." jawab Hani akhirnya.


Hani memilih menyudahi semuanya walaupun ia merasa sedih,getir dan membohongi hati kecilnya, bahwa ia benar benar menyayangi Bg Monas dari hati kecilnya terdalam.


__ADS_2