
Roda terus berputar. Kehidupan ini selalu berjalan. Demikian rutinitas yang dijalani seorang siswa,mahasiswa,guru,dosen,mereka melalui semua dengan penuh tanggungjawab.
Hari ini 6 SKS sudah dilalui oleh Hani,tinggal sepuluh menit lagi ia akan beristirahat kembali ke kost nya. Tidak banyak yang Hani lakukan selain kampus, kost, kegiatan rohis, kegiatan organisasi Islam,dan terkadang mengikuti seminar.
Akhirnya kelar sudah kuliah hari ini. Hani menunggu semua penghuni ruangan keluar dari ruangan sampai sepi baru ia akan kembali ke kostnya.
Hani mencoba menghubungi Bg Monas, siapa tahu sore ini,Bg Monas tidak ada kegiatan di tempat KKN nya. Panggilan itu terhubung ke nomer tujuan.
" Hallo!" sapa Hani.
Tut...tut...tut...tut...tut
" Eh??.dimatiin." Hani bergumam.
Hani kembali menekan nomer yang sama dan tersambung kembali.
" Assalammualaikum!" sapa Hani.
" Bg??"
Tut...Tut...Tut..Tut...
" Eh,Astagfirullah! ya sudahlah! mungkin Abang lagi sibuk." kata Hani pelan.
Hani bangkit dari tempat duduknya dan melangkah pergi ke ruangan kelas itu. Sesampai nya di luar pintu Rohani menghadangnya.
" Eh, astagfirullah, OHan!" kata Hani terkejut
__ADS_1
" OHan!" sapa Hani sambil melangkah pergi meninggalkan OHan yang berdiri menghadangnya didepan pintu. Sebelum Hani jauh melangkah pergi,tangan Rohani mencengkeram kuat tangan kiri Hani sampai buku yang dibawanya terjatuh.
"Eh??? OHan!" Sahut Hani pelan sambil jongkok memungut buku- bukunya yang terjatuh dan bangkit berdiri lagi.
"OHan??" kata Hani pelan, dan ia terkejut dengan perlakuan kasar Rohani kepada dirinya.
Tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut Rohani, hanya sikap kasar itu saja dan itu sudah mewakili hatinya yang masih marah. Hani berlari meninggalkan Rohani tanpa menoleh lagi kebelakang.
" Apa yang diinginkan Rohani pada dirinya?" pikir Hani sambil berlari kecil ke arah kost nya sampai kakinya tersandung dan badan mungil itu terjatuh seperti anak kecil.
Hani masih terduduk dan mulai berdiri lagi. Membersihkan celananya yang sedikit kotor karena insiden yang memalukan ini. Mata Hani menengok kebelakang dan bola matanya melihat kekanan dan kekiri. Hanya ada Rohani yang masih berdiri di pintu ruangan kelas tadi, menyaksikan kebodohannya kali ini.
"Untung hanya OHan yang melihat aku tersandung, kalau banyak yang lihat, mau dimana muka ini?" gumam Hani sambil meringis menahan sakit pergelangan kakinya yang terkilir.
" Ini harus ke tukang urut,biar bener jalannya." gumam Hani sambil berjalan pelan menuju kost nya.
Hani kembali menengok ke belakang,Rohani sudah menjalankan motornya dan mulai dekat ke arah ia berjalan. Ninja merah itupun melewati Hani dan tanpa sapaan dari Rohani.
" Semoga kamu tetap sehat- sehat selalu OHan!" kata Hani pelan.
Hani kembali berjalan dengan sedikit pincang menuju kost nya.
Matahari mulai bersembunyi dibalik awan. Awan gelap mulai berarak- arak. Di ambilnya kembali ponsel Hani yang sudah lama berbunyi. Panggilan masuk dari Bg Monas.
" Hallo Assalammualaikummmm!"
" Waalaikumsalam!" jawab Monas di seberang .
__ADS_1
" Lagi ngapain dek?" tanya Bg Monas.
" Ini...ini...eh em selesai kuliah." jawab Hani gugup.
" Kok bising, masih diluar yah dek?"
" Iya bg, dari pulang kuliah! ini jalan ke kost."
Tiba- tiba ada Mbk Atik dari belakang teriak- teriak memanggil nama Hani.
" Haniiiiii!!!!!" teriak Mbk Atik kawan satu kost Hani. Hani berusaha berjalan pelan menunggu Mbk Atik berlari kecil mendekatinya.
" Hani, kaki kamu kenapa kok pincang?" tanya Mbk Atik yang suaranya terdengar oleh Monas di seberang sana.
" Eh...eh...enggak Kok!" sahut Hani gelagapan.
" Dek? dek? ada apa dek?"
" Gak ada apa- apa bg, adek matikan dulu yah, entar sambung lagi ya Bg?" jawab Hani sambil mematikan panggilan masuk itu.
"Kenapa Han?" tanya mbk Atik.
" Tadi jatuh saat berlari, tersandung dan ada yang terkilir ini mbk."
" Ya ampun, ya sudah nanti malam kita ke tukang urut langganan ibu kost."
" Sakit gak mbk?"
__ADS_1
" Enggak!!"
Mereka berdua berjalan sampai ke kost dengan langkah pelan karena Mbk Atik mensejajarkan langkahnya dengan langkah Hani.