
Pagi ini,Hani memaksakan diri mengikuti matakuliah, dia harus membiasakan diri dengan lingkungannya. Dia harus terbiasa sendiri tanpa tegur sapa dari orang orang yang membencinya. Hani tidak ingin berlarut larut dengan sikap orang yang membencinya. Ia harus cuek dan harus kuat menyelesaikan kuliahnya sampai akhir dan tidak perlu mengulang ulang lagi nilai yang didapat kalau semua nilainya memuaskan.
Hani kembali memilih duduk dipojok belakang seperti kemarin kemarin karena baginya itu lebih nyaman dan bisa melihat semua kawan kawannya yang lain terutama kawan dekatnya dulu Agus dan Sofiana.
Arjuna sudah memutuskan,mengajak Hani ke rumah sakit Demak setelah mata kuliah ke dua. Jadi jam 13.00 mereka berangkat dari Semarang ke Demak. Perkiraan perjalanan kurang lebih 51 menit,selambat lambatnya satu jam dari Semarang menuju Rumah sakit Demak.
Rasanya ingin waktu berjalan lebih cepat,agar Hani bisa cepat cepat meninggalkan kelas itu. Empat SKS harus ia lalui hari ini sampai jam dua belas lebih setengah jam.
Mungkin hari ini keberuntungannya, matakuliah kedua ,dosen ijin tidak mengajar dan diganti membuat tugas makalah. Jadi,ia semakin cepat untuk meluncur ke Demak bersama Arjuna. Itu pikirnya.
" Jun!"
" Oke, kita berangkat sekarang."
" Alhamdulillah." kata Hani pelan dan melangkah kembali ke kostnya untuk mempersiapkan diri.
Akhirnya jam 11.00 Mereka berangkat,setelah Arjuna menjemput Hani dengan mobil jazz di kost nya.
" Trimakasih ya Jun."
" Iya sama sama."
" Kamu sudah makan belum? nanti mabok darat."
" Hmmm.....sebenernya dari kemarin siang..tapi aku gak lapar Jun."
__ADS_1
" Kita makan dulu kalau begitu."
" Gak usah Jun,kita lanjut saja."
" Aku gak mau kamu pingsan kayak kemarin kemarin itu."
Hani terdiam, kata kata Arjuna mengingatkan kembali kejadian pertengkaran Agus dan Rohani waktu itu. Hani merasa bersalah dan hal itu seharusnya tidak pernah terjadi.
" Yuk makan dulu,isi perutmu Han,aku juga mau makan."
" Aku teh manis panas saja Jun."
" Kami harus makan!"
" Habiskan!"
" Iya,ini sudah habis."
Mata Hani mendelik,galak amat Nic Arjuna, pikirnya dalam hati.
" Hehehe gitu dong!"
"Kita bisa jalan sekarang Jun?"
" Nanti,biar turun dulu makanan yang kita makan tadi."
__ADS_1
" Huuffff."
" sabar,jam jenguknya 15.00- 17.00."
" Disana yang jaga Rohani siapa Jun?"
" Mama nya!"
" Ohh!"
" Posisi kecelakaan Rohani kemarin daerah Demak,jadi langsung dilarikan di Rumah Sakit Demak Han, ibu dan bapaknya dari Pati langsung meluncur ke Demak saat itu. Kecelakaannya waktu itu masih sore, aku menghubungi ponsel kamu gak aktif."
" Iya! Maaf!"
" Hari itu,aku sudah langsung kesana sama beberapa kawan kita yang lain. kondisi Rohani saat itu belum sadar Han. Gegar otak parah Han,yang mengakibatkan ia tidak sadar sadar. Dalam kecelakaan itu,Rohani terpental cukup jauh." Cerita Arjuna tanpa jeda.
Hani terdiam,badannya bergetar hebat mendengar cerita Arjuna yang sangat mengejutkan.
" Makanya,aku suruh kamu makan,biar kamu kuat kalau aku cerita kabar buruk ini."
Hani menangis,air matanya tidak bisa ia tahan lagi. Dia tidak yakin, apakah ia kuat melihat Rohani terbaring tidak sadarkan diri.
" Bagaimana? kita lanjutkan perjalanan kita?"
" Iya!" jawab Hani sambil mengusap air matanya dengan kasar dan bangkit dari tempat duduknya menuju ke mobil jazz itu.
__ADS_1