TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Pengakuan Hani dan Monas


__ADS_3

Gelap itu tanpa cahaya. Cahaya hilang tiada terganti. Sinarnya tetap menyinari,tetapi tak semua sinarnya terbagi. Aku seperti berlari sendiri,sedang yang lain diam berdiri,menyaksikan kebodohanku disini.


Hatinya gelap tanpa mampu melihat. Kekecewaannya belum bisa digoyahkan dengan batu mutiara pengertian.


Lestari,Lisik,Ami,Arifah dan juga Bg Monas masih duduk diruang tengah. Sesekali mereka memulai percakapan ringan untuk mencairkan suasana. Arifah tahu, sedikit tidak beres dengan sikap Hani terhadap Bg Monas itu,tetapi Hani berusaha bersikap wajar.


" Ayo Han,kita jalan kaki nongkrong di lesehan Solo Baru." kata Arifah sambil sedikit berteriak karena Hani masih di dalam kamar.


" Ayo Han,aku mau susu segar dengan roti bakar." sahut Lisik tidak kalah teriakannya.


" Kalau aku mau Nasi liwet." sambung Lestari.


" Aku juga mau cabuk rambak." sahut Ami.


" Kenapa Hani diem gitu sih, wah ini gara- gara Mas Monas." kata Lisik asal. Bg Monas pun langsung terkejut mendengar ucapan Lisik.


" Iya,maaf jadi merusak suasana kumpul kalian." kata Bg Monas dengan nada bersalah.


" Eh gak papa, kamu itu Sik,kalau ngomong dipikir dulu."


" Sudahlah,selesaikan dulu masalah kalian!" sahut Lisik akhirnya yang ditujukan ke Bg Monas. Lisik memberi kode Lestari untuk membantunya bereaksi.


Didorongnya badan bg Monas dari belakang sampai masuk kedalam kamar Hani. Dengan dibantu Lestari,Lisik dengan mudahnya menyusun rencana itu. Pintu itupun lalu dikunci mereka dari luar.


Ami dan Arifah melotot dengan tindakan Lisik dan Lestari.


" Kamu yakin,ini akan berhasil? membuat mereka berbicara menyelesaikan masalah mereka?" tanya Arifah kepada Lisik.


" Iya,dengan keras kepalanya Hani,apa ini akan mudah dibujuk oleh Abang itu?"


" Ahh...kurasa Abang itu pandai untuk membujuk kerasnya hati Hani." sahut Lestari.


Semua jadi terkikik dengan tindakan konyol mereka itu.


" Aku takut,entar Hani diapa- apa in sama Abang itu." sambung Ami polos.


" Mereka kan sudah dewasa Mi, tindakan apapun bisa mereka pertanggungjawaban,kenapa kamu yang terlalu kwatir?"


" Kita hanya berusaha mencairkan kekakuan mereka,dari sorot mata Hani sepertinya Hani menyayangi Abang ini,tetapi mungkin Abang ini sedikit membuat kecewa Hani." kata Arifah.


" Sok Tahu kamu Fa!"


" Hahahahahaha." mereka tertawa serentak.


Didalam kamar Hani. Mereka masih sama- sama diam membisu. Bg Monas menatap lembut gerak- gerik yang dilakukan Hani.


Hani menghidupkan acara di televisi agar dia tidak canggung dengan situasi seperti ini.


Bg Monas memberanikan diri mendekati Hani di karpet dimana ia sedang duduk menatap acara televisi. Entah pikirannya di acara itu atau terbang entah kemana.


" Dek, Abang minta maaf ya."


"Dek." Sambung Bg Monas sambil mengambil remot yang dipegang Hani dan mematikan televisi nya.


Hani menatap wajah pemuda itu.


" Oke...oke..adek maafkan, ya sudah! ayo kita keluar dari kamar ini,gak enak sama kawan- kawan." Sahut Hani sambil berdiri dan berjalan ke arah pintu kamarnya.


" Hai...bukain dong,gak lucu ini, Fa,Lisik,Tari,Ami..bukain pintunya." teriak Hani sambil menggedor- gedor pintu kamarnya.

__ADS_1


Hani memandang Bg Monas, Bg Monas masih duduk di karpet dengan posisi nya semula.


" kawan- kawan adek jail, hehe." kata Bg Monas


" Gak lucu.!" sahut Hani.


" Jadi Abang yang disalahkan lagi?"


Bg Monas mendekati Hani dan dipeluknya tubuh mungil itu. Hani berusaha melepas pelukan itu,tetapi cengkramannya terlalu kuat.


" Sudah,jangan merajuk terus dong! Abang kan sudah ke Solo!"


"Abang dari Semarang ke Solo, agar bisa menjumpai adek disini." sahut Monas.


" Abang sayang Hani,sangat sayang!" sambung Monas.


Diam- diam mata Hani berkaca- kaca dan sebutir air mata jatuh dan menetes di baju Monas.


" Jangan nangis dong! Abang kan sudah datang kemari!"


" Abang minta maaf ya,sayang!"


" Tapi itu sangat menyakiti Hani Bg"


" Adek cemburu ya?" kata Monas sambil tersenyum.


" Itu berarti,Ade menyayangi Abang." sambung Monas.


" Bilang dong dek! Kalau Ade menyayangi Abang!"


" Iya!"


" Iya, adek menyayangi Abang!"


" Alhamdulillah."


Tidak berapa lama pintu kamar itupun dibuka oleh Lisik.


" Eh maaf!" kata Lisik sambil menutup kembali pintu yang telah dibuka kuncinya dari luar.


Hani melepas pelukan Bg Monas lalu mengusap air matanya. Bg Monas tersenyum dan memeluknya kembali tubuh ramping itu dan mengecupnya pelan. Hani diam dan menikmati kelembutan Bg Monas.


" Yuk keluar!" kata Hani sambil mengambil tas kecil yang ada di meja riasnya.


Bersamaan dengan itu, sahabat- sahabatnya bersorak riuh meledek Hani dan Monas ketika mereka keluar dari kamar.


" Satu pertanyaan buatmu Han!" kata Lisik penuh dengan introgasi.


" Siapa pemuda ini?"


"Teman!" jawab Hani singkat.


" Teman? kawan- kawan! kalau begitu kita boleh godain Abang ini Lo sambung Lestari sambil melirik ekspresi Hani.


Hani sedikit membelalakkan matanya.


" Kalau begitu,biar aku tanya Bg Monas ini sajalah. Apa hubungan Abang dengan Hani?" tanya Lisik.


" Dia kekasihku!" jawab Monas singkat. Seketika wajah Hani merah merona.

__ADS_1


Mereka semakin riuh bersorak riuh menjaili mereka.


" Sudahlah! Ayo kita nyari susu segar!" sahut Hani.


" Sabar! malam masih panjang, sebelum kamu jujur mengakuinya,kita akan mengganggu kalian berdua." kata Lisik.


" Coba satu pertanyaan lagi untuk Bg Monas, Abang menyukai Hani tidak?" sahut Lestari.


" Aku, Aku sangat menyukai Hani..sangat...sangat...menyukai.." jawab Bg Monas sambil memandang Wajah Hani di sampingnya.


Kembali wajah Hani merona karena malu. Hal ini membuat kawan- kawannya semakin merasa senang ngerjain mereka berdua.


" Oke..oke cukup! sahut Hani.


" Tidak bisa,kamu belum mengakuinya,kalau Bg Monas sudah mengakui kalau kamu adalah kekasihnya dan menyukaimu,tapi kamu belum mengakui semuanya, ini tidak adil! Bukan begitu kawan- kawan?" kata Arifah menggebu- gebu.


" Satu pertanyaan terakhir harus kamu jawab,biar kita bisa bermalam mingguan di Solo Baru Nic."


" Kamu,menyukai Bg Monas? ya Atau tidak?"


sambung Lisik dengan senyum - senyum penuh kemenangan. Teman- teman yang lain puas telah ngerjain mereka berdua.


" Baiklah, aku aku akan jujur." kata Hani pelan.


Kawan- kawan Hani melongo dan diam melihat adegan bak sinetron percintaan itu.


" Abang! Maaf kan Hani, selama ini Hani menggantungkan hubungan ini, padahal Hani juga menyayangi Abang. Hani juga ingin menjadi kekasih Abang satu- satunya."


Kata Hani sambil menunduk kan wajahnya.


Kembali suara riuh kawan- kawan Hani membahana.


" Hahahahahaha, so sweet, aku ikut senang Hani." sahut Arifah.


" Selamat ya Bg Monas, kamu diterima Hani tuh!" sambung Lisik.


" Jangan Abang sia- sia kan Hani yah!" sahut Lestari.


" Bg, jaga Hani baik- baik, jangan Abang lepaskan,susah nyari orang seperti Hani, sudah tidak di produksi lagi di pabrik- pabrik!" kata Ami.


" Hahahahaha."


"Terimakasih kawan- kawan!"


" Ayo kita jalan- jalan!"


Itulah mereka,dengan segala kekonyolan dan candaan mereka suasana yang kaku bisa mencair kembali.


Mereka keluar dari rumah Hani dengan berjalan kaki ke Kota Solo Baru.


Suasana malam Minggu di kota Solo itu membuat kangen setiap hati pengunjungnya. Dengan berbagai macam kuliner yang ditawarkan di kota Solo itu menjadi ciri khas dimana tempat lain belum tentu didapatkan disini.



Nasi kucing dengan angkringannya juga banyak berjejer di kota ini. Selain harga yang masih murah,rasa nya tetap tidak bisa ditandingi.


Sepanjang jalan itu, Monas di dekat Hani. Menikmati lampu- lampu kota dan tatanan taman kota yang tampak asri.


Inilah kota Solo,kotaku yang bikin rindu jika lama tak berkunjung.

__ADS_1


KALAU SUKA KASIH LIKE DAN KOMENTAR NYA YAH!


__ADS_2