
Tinggal beberapa menit,mata kuliah ini akan berlalu. Hani sudah mulai jenuh mengikuti kuliah hari ini. Disamping kondisinya lagi tidak fit,ia lagi malas mendengar materi materi yang disampaikan dosennya hari ini.
Ingin rasanya cepet pulang dan kembali ke kost nya untuk santai santai tidur di atas kasur.
Akhirnya,pak dosen itu mengakhiri perjumpaan kuliahnya hari ini. Teman teman mahasiswa sudah berhamburan keluar ruangan. Hani masih bertahan ditempat duduknya,menunggu sampai kawan kawannya keluar semua dari ruangan itu.
Hani mengambil ponsel didalam tas selempang nya, Melihat layar itu,mencari adakah pesan wa yang cukup penting baginya.
" Ayuk Han!" ajak Amanda yang masih duduk di depannya
Amanda bangkit dari tempat duduknya, disusul Hani dibelakangnya.
" Hay cantik!" kata seseorang yang sempat membuat terkejut Hani dan Amanda, duduk dilantai teras yang ber ubin itu.
" Eh Abang,kok kesini? bolos kuliah yah?" tanya Hani sambil menjabat tangan pemuda itu.
Pemuda itu adalah Bg Monas.
Tangannya sedikit panas,mungkin karena lagi demam dan flue menyerangnya.
" Oh iya bg,kenalkan ini Amanda!"
"Monas!" sahut bg Monas sambil menjabat tangan kanan Amanda.
"Ayok!" ajak Monas.
"Kemana?" tanya Hani bingung.
" Nyari makan,sekalian saja Amanda diajak."
" Eh...enggak..enggak, aku mau balik ke kost,sudah ngantuk." sahut Amanda.
" Hani,aku langsung yah!" kata Amanda sambil mencium pipi kanan dan kiri Hani.
" Daaa!" kata Amanda sambil melambaikan tangannya. Hani Pun ikut melambaikan tangannya juga.
__ADS_1
" Ayo!" sahut Monas sambil menarik tangan Hani menuju motornya terparkir.
"Iya...iya..iya pelan pelan saja bg."
" Naik!" kata Nasihin sambil memberi satu helm ke Hani.
" Kemana bg? gak mau kalau ke kota!"kata Hani dan yang diajak bicara malah cengar cengir saja.
Motor Vixion itu pun berjalan pelan,melewati parkiran kampus FBS. Sebelum keluar jalan raya,motor itupun berhenti. Ada Agus yang menghadang jalan mereka.
" Bg Monas! mau kemana?" tanya Agus sambil menjabat tangan Bg Monas tetapi tidak dengan Hani di boncengan itu.
" Mau ke kota sebentar,ngajak Hani ngantar surat untuk tamu undangan acara besok sore LK II."
" Ohh" kata Agus singkat dan mencuri pandang Hani yang masih di boncengan.
" Abang pinjam Hani yah,Gus!" Kata Monas akhirnya dan kembali menjalankan motor Vixion nya. Agus menatap kepergian mereka dengan tatapan tidak ikhlas.
" Memangnya aku punya Agus, pinjam..
" Maaf sayang,kalau tidak begitu nanti ngobrolnya kelamaan, entar keburu maqrib. Ini surat harus sampai ke alamat. Acara besok harus sukses."
" Bagian Humas nya dimana? Abang kok yang antar antar surat?"
" Bagi tugas juga dek,orang orang itu juga lagi kerja." sambung Monas.
" Makannya habis ngantar undangan,tidak apa apa kan dek?"
" Iya, asal jangan kehujanan lagi." sahut Hani.
" Hahahahaha, semoga hujan lagi!"
" Ohhh dasar!" sahut Hani sambil menoel pinggang Bg Monas.
Motor itu berjalan menyusuri sampangan dan melewati kantor cabang organisasi Islam Semarang. Motor itu masih terus berjalan,hingga ke alamat yang dituju. Sampai akhirnya, Vixion itu berhenti di rumah berpagar besi hitam. Bg Monas turun dari motornya.
__ADS_1
" Mau di atas boncengan terus dek?" kata Bg Monas sambil mengulurkan tangannya supaya Hani turun dari motornya.
" Yaelah aku bisa sendiri bg!" sahut Hani sambil menampik tangan Bg Monas hingga mengeluarkan bunyi tepukan.
" Ayo!"
Bg Monas membuka gerbang rumah itu dan masuk ke dalamnya. Lalu mengetuk pintu dan salam kepada si penghuni rumah.
" Eh Monas, masuk...masuk!" kata bapak setengah baya yang membukakan pintu rumahnya
" Trimakasih pak,ini cuma ngantar surat dari organisasi islam cabang pak!" kata Monas sambil menyerahkan surat itu.
" Oh...besok yah acaranya?"
" Iya betul pak!"
" Kalau begitu,kita tidak perlu lama- lama pak,sebentar lagi juga azan maqrib,tidak enak mengganggu bapak."
" Oh tidak...tidak apa, kalau mau kita bisa sholat berjamaah bareng disini."
" Terimakasih pak, assalammualaikum!"
" Waalaikum salam!"
Bg Monas menjalankan motornya dan Hani masih diboncengannya.
" Masih ada surat lagi yang mau diantar bg?"
" Ada!"
" Ke Sekaran Gunungpati!"
" Untuk siapa bg?"
" Untuk Hanifah!"
__ADS_1
"Hehehe...dasar!" sahut Hani sambil mencubit Monas.