
Sesampainya di kost, Hani mengambil ponselnya. Ternyata sudah banyak chat masuk dari Agus. Dibukanya chat itu.
19.30 Agus
"Assalammualaikum."
19.31 Agus
"Lagi ngapain Han?"
19.32 Agus
"Persiapan sudah siap Han?"
19.33 Agus
"Yuk,ke minimarket yuk Han?"
19.34 Agus
"Han...Hani..Hani sayang,,,"
.....
19.35 Agus
"Kubelikan coklat untukmu yah Han."
19.37.Agus
( Panggilan Tak Terjawab )
Benar saja, sikap Agus berbeda saat berjumpa tadi. Kenapa ponsel ditinggal tadi, Pikir Hani dalam hati. Hani cepat mengetikkan balasan dan dikirimkan ke no Wa Agus.
21.15. Hani
"Maaf yah Gus,hape tidak dibawa tadi.
Gus,sudah dirumah."
.....
.....
21.16. Agus.
"Iyah,gak papa. Ini sudah nyampai kost."
21.17 Hani
"Gus..sudah makan malam?"
21.17 Agus
"Hihihi tumben kamu nanya itu ke aku."
21.18 Hani
"Selama ini gak pernah yah?"
21.18 Agus
"Iya, tidak pernah .. aku yang selalu bertanya itu padamu Han."
21.19 Hani
"Jadi?? Aku salah lagi Gus?"
21.19 Agus
"Tidak..tidak ada ..kamu tidak pernah salah."
21.20 Hani
"Gus, kita masih berkawan seperti dulu kan?"
21.21 Agus
__ADS_1
"Iya."
21.22 Hani
"Gus."
21 22 Agus
"Hemm"
21.23 Hani
"Tidak ada yang mau disampaikan Gus?
kamu marah sama aku Gus?"
21.23.Agus
"Marah ?"
21.24. Hani
"Ya sudahlah, kamu istirahat saja. Maaf."
21.25 Agus
"Hani,,,"
21.25.Hani
"Iya Gus.. Maaf yah."
21.26 Agus
"Iya, besok jumpa lagi yah."
21.27 Hani
"Kamu masih mau berteman denganku Gus?"
21.28. Agus
"Hani,, Aku sangat cemburu."
"Maaf Gus..."
21.29 Agus
"Iya aku tahu,."
21.30 Hani
"Gus, aku minta maaf yah.. besok kita masih bisa mendaki gunung bersama sama gak Gus?"
21.31 Agus
"Tentu saja, tapi kalau aku kalah start lagi
aku akan merasakan pedihnya lagi seperti malam ini."
21.32 Hani
"Aku...aku...harus gimana Gus?"
21.33 Agus
"ya sudah, kamu istirahatlah dulu. Besok kita berjumpa lagi bukan?"
21.34 Hani
"Iya Gus...Maaf untuk malam ini dan kemarin malam ya Gus."
21.35 Agus
"Bukan salahmu Han, Aku yang kurang cepat berinisiatif."
...
....
Chat yang terlalu ber basa - basi. Hani kurang peka atau memanfaatkan semuanya. Antara Agus dan Rohani tidak ada keputusan yang pasti.
__ADS_1
Semua diberi harapan yang palsu oleh Hani. Sampai kapan Hani menentukan pilihan itu. Hati siapa yang akan tersakiti nantinya jika Hani tidak mau memberi kepastian tentang perasaan nya.
Ponsel itu masih penuh chat chat masuk. Dari grup grup, Rohani yang belum dibacanya dan satu lagi Bg Monas ikut chating.
Jantung Hani mulai tidak beraturan membalas chat dari bg Monas. Ada angin apa bg Monas chat ke Hani.
19.35. Bg Monas
"Assalammualaikum, lagi apa Dik?"
....
....
....
21.39. Hani
"Waalaikumsalam.Bg."
21.40. Bg Monas
"Belum tidur dik?"
21.41 Hani
"Belum bg, Abang juga belum tidur?"
21.42 Bg Monas
"Iya..belum ngantuk."
21.43 Hani
"Ada kegiatan bg di sekretariat?"
21.44. Bg Monas
"Tidak ada dik, besok lusa boleh tidak Abang singgah di kost adik?"
21.44. Hani
"Maaf bg, besok Hani ada acara naik gunung sampai hari Minggu. Mungkin Minggu malam baru sampai di Semarang."
21.45 Bg Monas
"Oh ya.. Naik gunung yah? berarti Abang belum beruntung dong."
21.46 Hani
"Bukan Abang yang tidak beruntung melainkan Hani.lah yang lebih tidak beruntung karena tidak bisa menjumpai Abang."
21.47 Bg Monas.
"Hehehe..bisa saja adik...
Hem mungkin Minggu depan sajalah Abang singgah di kost adik yah."
21.48. Hani
"Boleh bg..dengan senang hati bg,..."
21.49. Bg Monas
"Hehehehe."
"Begitu doang?" tanya Hani dalam hati.
"Chating an yang kurang berbobot hihi."gumam Hani.
Tetapi itu cukup membuat jantung Hani tidak beraturan dan panas dingin. Untung saja tidak bertatapan langsung. Kalau tidak, betapa malunya kalau ini dilihat bg Monas.
Hani...Hani...kharisma apa sic yang membuat cowok cowok tertarik padamu atau kamu yang terlalu terbuka dengan semuanya?
Kamulah yang paling Tahu.
__ADS_1
Jangan lupa, like dan komentar, saran dari cerita selanjutnya yah..biar Hani cepat atau lambat bisa menentukan keputusannya.