
Sore itu Hani dan Arifah akhirnya berangkat ke Jakarta dari stasiun jam 15.05 dan tiba di Jakarta jam 14.59. Jadi besok sore mereka akan tiba di stasiun.
" Kita kok jadi nakal yah?Nyamperin cowok ke Jakarta." kata Hani pelan.
" Ya ampun! emansipasi wanita kali Han...hehehe." jawab Arifah asal.
" Tetapi menurutku, sah - sah saja Han, orang kita yang punya waktu luang,mereka sibuk dengan aktivitas nya. Jadi kita yang ngalah sebagai cewek."
" Oh gitu yah?" sahut Hani.
" Terakhir naik kereta api waktu kuliah dulu,itupun jalan - jalan ke Pekalongan,Tegal,Brebes." cerita Hani sambil mengingat kenangan waktu kuliah.
" Wow ternyata kamu masih punya kawan kuliah yang bisa dipercaya yah Han? hehehe."
" Iya syukurlah, masih banyak kawan selain Agus,Rohani,Sofiana,Amanda hehehe."
"Waktu wisuda,sikap mereka gimana dengan kamu?
" Masih tetap sama!"
" Ya ampun, benci banget sama kamu ya Han?"
" Aku gak tahu,tapi aku tetap menegur mereka kok, terakhir wisuda itu aku mendekati mereka, bersalaman dengan mereka,dan meminta maaf ke mereka."
" Kamu memang muka tembok Han? hahaha!"
"Iya, walaupun aku tidak tahu mereka memaafkan aku atau tidak,yang penting aku sudah meminta maaf pada mereka."
" Memangnya apa kesalahanmu Han, kenapa kamu yang malah meminta maaf ke mereka?"
" Mungkin saja aku telah membuat hati mereka kecewa."
" Hahahaha, suatu saat mereka pasti menyesali dan akan menyadari bahwa kamu adalah kawan yang terbaik."
__ADS_1
" Terima kasih Arifah, tapi sepertinya hanya kamu yang menilai aku seperti itu."
" Hahahaha jadi melow Nic."
" Di grup alumni kampusmu, kamu aktif ikut nimbrung gak?"
" Tidak! Aku ngintip- ngintip doang!"
" Hahahaha,ya sudahlah,kita lupakan kisah yang sedih - sedih yah, bentar lagi juga jumpa dengan kekasih hati."
" Heem!" Hani menarik nafas panjang.
Kereta berjalan melewati pepohonan,melewati rumah - rumah penduduk yang padat.
Hati terpaut kasih. Kasih itu jauh disana. Merangkaikan kata indah ketika kerinduan menyeruak. Aku rindu kasihmu. Aku rindu perhatianmu. Jika rindu menganga,perihnya tak tertahankan. Basuhlah luka ini dengan air kasihmu. Agar dahaga ini bisa ter peri.
" Han! sudah mau sampai Nic kita." kata Arifah membangunkan Hani yang tidur pulas.
" Hem, jam berapa ini?"
" Oh.. Alhamdulillah!"
" Aku telepon Ridwan dulu." kata Arifah sambil mencari no wa Ridwan.
" Assalammualaikum bg Ridwan, ini aku Arifah!"
" Iya Fa, ada apa?"
" Bg,kami di stasiun, sudah sampai Jakarta Nic."
" Hah??"
" Bg..Abang tidak pingsan bukan?"
__ADS_1
" Eh iya..iya, stasiun terakhir yah!"
" Oke, Abang jemput!"
" Kira - kira kami nunggu berapa tahun, Abang sampai di stasiun?" kata Arifah asal.
" Yaelah,sabar dong say, Hem kurang lebih satu jam lah!"
" What? lama banget?"
" Abang masih di lokasi seminar say,tunggu yah Abang akan segera meluncur."
" Oke terimakasih!" kata Arifah sambil mematikan panggilan itu.
" Bg Ridwan mau jemput Han."
" Cie..cie..seneng nya!" kata Hani sambil tersenyum.
" Katanya habis seminar orang itu."
" Oh!"
" Kamu kenapa Han?"
" Enggak ada! eh sudah sampai, ayo kita turun!"
" Iya, Alhamdulillah sampai juga di ibu kota Indonesia."
" Hahahaha,bawa - bawa Indonesia lagi!"
" Tas nya Fa!" kata Hani sambil menyerahkan tas travel nya.
" Kita duduk di ruang tunggu dulu Han!"
__ADS_1
" Baiklah!"