TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Kaget???


__ADS_3

Hari ini hari Rabu. Sore itu, Ridwan, Arifah dan Mas Joko sudah tiba di pesantren. Mereka duduk di teras rumah utama. Abah,ummi dan juga Monas terlihat duduk diantara mereka. Belum terlihat Hani dan Mira karena sejak siang mereka pergi ke kota bersama sopir pribadi Abah. Dengan menyantap Snack dan minuman yang sudah disediakan dimeja, mereka berbincang-bincang mengenai acara besok malam. Pernikahan agama antara Monas dan Hani.


Arifah masih tidak percaya,jika Hani akan melalui proses nikah siri terlebih dahulu sebelum nikah secara hukum akan di lalui nya. Dalam hati Arifah dan doa yang terbaik semoga semua di permudah jalannya,agar Hani secara hukum menjadi istri sah Monas.


" Ridwan, Bagaimana kerja mu di Jakarta?" tanya Abah.


" Alhamdulillah, Abah, insyaallah semua di lancarkan dan dipermudah segala urusan." jawab Ridwan sambil tersenyum.


" Sudah ada calon mu belum?" tanya ummi sambil melirik Arifah. Arifah yang di lirik ummi jadi menundukkan kepalanya.


" Insyaallah, dalam proses ummi." jawab Ridwan malu - malu.


" Jangan lama-lama,kamu kan tahu tidak baik menunda - nunda pernikahan kalau sudah siap semuanya."


" Iya ummi!" jawab Ridwan singkat.


" Mas Joko, sebelumnya kami sebagai orang tua Monas minta maaf,bukannya kami tidak menghargai keluarga dari Hani untuk mengambil keputusan sepihak,namun kami tidak menghendaki Monas anak kami terlalu lama berpacaran dan itu akan menimbulkan fitnah bagi mereka berdua."


" Selain itu, pernikahan agama ini kami percepatan pelaksanaan nya,bukan untuk menguntungkan Monas atau anak kami,melainkan sambil menunggu proses pernikahan secara hukum."


" Mudah - mudahan semua di permudah dan dipercepat semuanya, rencana kami pengajuan nikah secara hukum dan resepsinya bulan depan. Tentunya semua harus kami runding kan dan musyawarah kan dengan keluarga panjengan."


sambung Abah panjang lebar.


" Tentu Pak, saya sebagai wakil dari keluarga Hani,akan saya sampaikan ke ayah dan ibu saya mengenai rencana pernikahan Hani selanjutnya." kata Mas Joko.


" Secepatnya agar ayah ibu saya, datang ke Solo mengurus segala sesuatu nya."

__ADS_1


" Iya Mas Joko, terimakasih atas pengertiannya, yang pasti kami tidak bermaksud mendahului atau tidak menghargai ayah ibu Hani."


" Iya Pak kyai, saya memahami itu!" sahut Mas Joko.


Tidak berapa lama kemudian Mira dan Hani datang dengan membawa tas belanjaan di kanan dan kirinya.


" Assalammualaikum!" salam Mira sambil bersalaman dengan abah dan ummi lalu menciumnya. Diikuti Hani di belakang Mira.


" Waalaikum salam!" jawab mereka serempak.


Hani terkejut dengan adanya Arifah dan Mas Joko. Setelah bersalaman dengan mereka semua, Hani duduk di dekat Mas Joko.


" Sudah lama datangnya Mas?" tanya Hani berbisik.


" Lumayan!" jawab Mas Joko ikut berbisik


" Hem, ada apa Mas?" tanya Hani pelan.


" Hah??" Hani terkejut lalu melihat ke arah Monas dan Arifah. Kini Hani menggeser duduknya dekat dengan Arifah.


" Fa!" panggil Hani pelan.


" Kita permisi ke belakang yuk!" ajak Hani sambil berbisik.


Akhirnya Hani dan Arifah permisi ke belakang setelah menjabat tangan Ummi dan Abah.


" Gila!" kata Hani setelah masuk di kamar Mira.

__ADS_1


" Siapa yang gila?" tanya Arifah ikut panik.


" Ini apa - apa an? aku hampir pingsan,aku kira Bg Monas bercanda,ternyata...."


" Kamu mau gak nikah sama Bg Monas?" tanya Arifah.


" Aku...aku...tapi Fa,ini terlalu cepat, aku hampir kena serangan jantung dibuatnya."


" Ayah ibuku gak tahu, lalu apa bagusnya?"


" Tapi Mas Joko sebagai wali mu tahu, jangan kwatir Fa, satu bulan lagi kamu dan Monas akan resmi menikah secara hukum dan tentunya melalui proses pada umumnya, apa yang dipermasalahkan?"


" Kenapa tidak menunggu satu bulan itu, satu bulan kan tidak lama lagi." kata Hani penuh emosi.


" Ya sudah, sekarang jawab pertanyaan ku, kamu mau tidak nikah siri dengan Monas besok malam?"


Hani tidak menjawab. Baginya ini seperti main - main.


" Hani!" panggil Arifah pelan.


" Aku paham maksud Abah dan Ummi, mereka tidak menginginkan anaknya terlalu lama berpacaran, mereka ingin menjadikan kalian sah sebagai suami istri secara agama dan kalian halal untuk melakukan apa saja. Ini hanya tinggal waktu saja Hani, setelah administrasi selesai acara akad nikah secara hukum dan acara resepsi yang meriah akan kamu lalui."


" Hani!" panggil Arifah.


" Ya sudah, aku paham!"


" Mungkin aku sangat terkejut dengan semua yang serba mendadak ini."

__ADS_1


" Ya..semangat Hani, mungkin Bg Monas adalah jodohmu."


" Tersenyum dong!"


__ADS_2