TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Arifah Kembali Ke Solo


__ADS_3

Minggu pagi yang cerah, dengan langit yang indah. Alam bersahabat dengan makhluk Nya. Bisikan angin yang menyeruak mengantarkan kedamaian dalam jiwa - jiwa yang resah. Syurga dunia yang terlukiskan dalam alam pikiran manusia. Hasrat terpendam hasrat jiwa karena kerinduan. Cinta dan cita manusia akan terpatri dalam relung hati.


Hani dan Arifah sedang duduk santai di sofa. Bg Ridwan sedang asyik mencuci mobil putihnya.


" Jangan bersih - bersih bg, entar ditawar orang lho bang!" kata Arifah yang bikin kaget Bg Ridwan.


" Subhanallah!" teriak Bg Ridwan.


" Ye, gitu aja kaget lho! Pagi - pagi melamun kan apa sic bg?" tanya Arifah sambil mendekati Bg Ridwan.


" Melamun kan adek lah!" jawab Bg Ridwal asal.


" Belum mandi kan? sini sekalian Abang mandiin disini!" kata Bg Ridwan sambil menyemprotkan air selang ke arah Arifah.


" Wus, basah ini baju adek." teriak Arifah. Kini giliran Arifah merebut selang itu dan menyemprotkannya ke arah Bg Ridwan.


" Ih, ini anak pendendam rupanya."


" Ampun tidak?" teriak Arifah.


" Iya..ampun dek! Dingin!"


" Jadi pulang hari ini dek?" tanya Bg Ridwan .


" Iya dong, senin sudah bolos kerja."


" Kemarin ditawari naik pesawat gak mau."


" Abang beneran ngantar Adek bg? tidak merepotkan?"


" Sangat sangat merepotkan sebenarnya."


" Ih jahat banget!" sahut Arifah sambil mencubit pipi Bg Ridwan.


" Sakit dek!" kata Bg Ridwan sambil menangkap tangan Arifah yang mencubitnya.


Di dalam Hani sedang tiduran di sofa sambil bermain hape nya.


" Hani, yang cantik, yang imut,yang kayak marmut, yuk sarapan pagi yuk!"

__ADS_1


" Males, mau bobok lagi!" jawab Hani sambil melangkah masuk ke kamar.


" Yaelah! hihihi."


" Adek mandi sana!" perintah Bg Ridwan.


" Mandi in!" rengek Arifah.


" Dasar menggatal!" sahut Bg Ridwan sambil menoel hidung Arifah.


" Dek, kenapa bg?"


" Sini lebih dekat lagi!"


" Ada apa sic? tanya Arifah sambil mendekat ke arah Bg Ridwan. Bg Ridwan menarik paksa Arifah dan menciumnya.


Arifah sontak terkejut dan membelalakkan matanya.


" Hehehe kena adek! Mau lagi gak?"


" Males!" sahut Arifah sambil berlari ke kamar mandi.


"Bg Ridwan gila!" teriak Arifah dari dalam kamar mandi.


" Hehe!' Bg Ridwan tertawa terbahak.


Waktu terus bergulir dan matahari sudah menyempatkan cahaya nya. Arifah dan Bg Ridwan sudah bersiap - siap menuju stasiun kereta. Hani duduk santai di sofa sambil melihat acara di televisi.


" Kami berangkat dulu yah Han!" kata Rohani sambil mencium pipi kanan kiri Hani.


" Kunci saja pintu nya Han,takut kamu di culik nanti hehehe." sahut Bg Ridwan.


" Iya bg, titip Arifah ya Bg!"


" Oke!"


Mereka masuk ke dalam mobil grab dan akhirnya berjalan meninggalkan perumahan itu.


Kini tinggal Hani di rumah itu,mulai merasakan sepi. Di lihatnya jam di dinding masih menunjukkan pukul 2 siang.

__ADS_1


Hani menyibukkan diri dengan melihat acara televisi. Di ambil nya ponsel yang tergeletak di atas meja, mana tahu ada pesan masuk dari seseorang yang kini di nantikan nya.


" Mungkin masih belum selesai seminarnya." gumam Hani.


" Eeh?"


" Ada pesan Wa dari Bg Monas."


15.05 Bg Monas


"Adek sayang, ini Abang sudah perjalanan pulang."


15.06 Hani


"Iya bg, Selamat sampai tujuan!"


15.07 Bg Monas


"Abang kangen banget!"


15.08 Hani


"Adek juga."


15.09 Bg Monas


"Mau oleh - oleh gak, sayang!"


15.10. Hani


"Gak usah,yang penting Abang pulang dengan selamat."


15.11 Bg Monas


"Amin, I love you .."


15.12 Hani


"I love you to...."

__ADS_1


__ADS_2