TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Masih di Malam Mereka


__ADS_3

Monas tertidur di pangkuan Hani, seperti layaknya anak laki - laki yang haus akan kasih sayang bundanya. Di pangkuan itu tangan kiri Hani menyanggah kepala Monas agar tidak jatuh sedang tangan kirinya Hani memegang buku. Hani masih asyik membaca buku itu sampai tidak dirasakan kakinya sudah mulai terasa kebas.


Sudah satu jam, Monas tertidur di pangkuan itu. Seperti spring bed yang nyaman baginya.


" Hoam!" Monas mulai menggeliat.


" ehh?" Monas tersenyum melihat ada Hani.


" Dek?" kata Monas sambil mendudukkan pantatnya.


" Iya bg" jawab Hani yang mata nya masih di bacaan buku yang dipegangnya.


" Abang mau minum"


" Oh, bentar yah biar adek ambilkan" kata Hani sambil berdiri. Cukup lama Hani berdiri dan menatap Monas sambil tersenyum.


" Kenapa dek?"


" Enggak! tidak apa - apa" jawab Hani sambil tersenyum dan posisinya masih berdiri.


" Ya Allah, kesemutan lagi yah?"


" Maaf, Abang minta maaf!" kata Monas sambil memijat - mijat kaki Hani.


" Luruskan dulu kakinya, sayang!" kata Monas.


" Sudah gak papa, nanti semut nya mati kalau di pijit terus" sahut Hani sambil melangkah dengan sedikit pincang.

__ADS_1


Monas memandang punggung Hani yang melangkah mengambil air minum. Tidak berapa lama Hani datang dengan segelas air mineral di tangannya.


" Haus yah, aturan tadi adek siapkan air minum disini" kata Hani sambil menyodorkan gelas yang berisi air mineral itu.


Monas meminum nya dan menyerahkan kembali gelas yang sudah kosong itu.


" Terimakasih, sayang" kata Monas sambil mencium dahi Hani pelan.


" Baca apaan sih?" tanya Monas sambil ikut membaca buku yang dipegang Hani.


" Oh... hehehe" Monas tersenyum dan memandang Hani.


" Kenapa tertawa?"


" Gak papa lanjutkan saja membacanya" kata Monas sambil menyandarkan kepalanya di kursi.


" Oh!" Sahut Monas sambil memejamkan matanya.


Merasa di cuekin, Hani pelan - pelan mendekati wajah Monas. Dengan keberaniannya Hani mengecup lembut bibir Monas. Monas membuka matanya, melihat reaksi Hani terhadap dirinya.


" Hahahaha, jadi buku itu mengajari cara berciuman?" tanya Monas dengan senyum menggoda.


" Kalau cuma itu,Abang bisa mengajari adek" sambung Monas. Hani yang mendengar itu langsung lari masuk ke kamar.


" Dek?" sapa Monas. Monas Tersenyum dan melangkahkan kakinya mendekati Hani.


" Sayang!" sapa Monas sambil membelai kepala Hani. Monas menjatuhkan tubuhnya di kasur itu dekat Hani berbaring dan memeluknya dengan erat. Sesaat mereka terdiam membenamkan pikiran masing - masing.

__ADS_1


" Besok kita pulang ke Solo ya! sekalian Ridwan, Arifah dan Mas Joko" kata Monas pelan.


" Heem" sahut Hani.


" Dek? ingat tidak, waktu di rumah sakit, adek pernah bilang, ingin anak cewek yang cantik dan lucu" kata Monas berusaha menghibur.


" Heem"


" Nanti kita buat lima yah!" kata Monas mencoba memancing reaksi Hani


" Buat lima? memang pabrik bisa diatur gitu?" sahut Hani sambil membalikkan badannya ke arah Monas.


" Nah, kalau begini kan enak bisa memandang wajah adek" kata Monas sambil memegang kedua pipi Hani.


" Abang ingin punya 12 anak"


" Hah?"


" Dari berapa istri?" tanya Hani melotot.


" Sama Adek sajalah!" jawab Monas sambil tersenyum.


" Memangnya bisa, abang buat anak?" kata Hani manja.


" Ais..jangan memancing Abang gitu,Abang gak akan mampu menahan" sahut Monas.


" Lapar! di dapur ada apa yah!" tanya Hani, sebentar adek mau ke dapur dulu" kata Hani sambil berusaha melepas pelukan Monas.

__ADS_1


__ADS_2