TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Berdua


__ADS_3

Hani dan Monas sedang menikmati bakso di pinggir jalan. Sesekali keduanya melempar senyuman.


" Bang!"


" Hemm??"


" Entar keselek lho!"


" Hehehe.!"


" Dek, pulang ke Rembang yuk!" ajak Monas.


" Abang kangen dengan Abah dan Ummi."


" Oh,mau pulang kampung kapan bg?"


" Ini mau ngajak adek,mau gak?"


" kalau mau,satu Minggu ini biar Abang kosongkan jadwal Abang." sambung Monas.


" Adek takut!"


" Abah dan Ummi baik kok,kenapa takut?"


"Bolehlah,mau naik apa sayang?"


" Naik mobil saja gimana?"


" Jakarta - Rembang berapa jam?" Hem lumayan juga yah?"


"Berdua saja bg? kalau ada bg Ridwan bisa gantian nyetir nya." sambung Hani.


" Abang bisa sendiri kok."


" Gak bisa gitu, entar gantian sama Adek,bisa juga."


" Mana adek, mahir di jalan lintas hehe."


" Ya ampun, meremehkan sekali." sahut Hani sambil mencubit pinggang Monas.


" Jadi, deal yah besok pagi berangkat?"


" Mana bagus nya Abang lah!"


" Sekalian ngantar saya ke Solo?"


" Hahh?"


" Kenapa kaget gitu?"


" Adek,gak usah balik ke Solo, tinggal saja di Jakarta sama Abang."


" Wa di dau, enak saja!"


" Memang nyari enak dong!"

__ADS_1


" Bg Ridwan,suruh nungguin di Solo dulu bg, untuk gantian nyetir nanti."


" Iya,nanti biar Abang hubungi dia."


" Jadi,kemarin sama Arifah jalan - jalan kemana saja?"


" Ke Ancol!"


" Oh, seru gak?"


" Kalau gak ada Abang,mana ada kata seru bagi adek."


" Asek! mulai bisa yah ngrayu nya!" sahut Monas sambil menoel hidung Hani.


"Di Rembang,enak gak?"


" Enak lah! bikin nagih kalau lama gak pulang?"


" Nagih? nagih hutang?"sahut Hani. Monas hanya membalas nya dengan mencubit pipi Hani.


" lagi ngapain orang Ridwan yah?"


" Lagi di rumah Arifah."


" Oh, jadian juga orang itu?"


" Menurut Abang?"


" Iya, seperti kita dulu."


" Kalau di rumah, sudah Abang gigit."


" Siapa bg?"


" Bu guru cantik ini!" jawab Monas sambil tersenyum.


" Pak Guru ganteng,Minggu ini memang tidak ada jadwal?"


" Ada dong,tapi kalau ngikuti agenda, tidak akan ada waktu untuk istirahat dek."


" Kalau, adek gak ke Jakarta, kita gak akan jumpa - jumpa ya Bg?"


" Abang sibuk dengan jadwal ngajar dan ngisi seminar,sampai lupa dan melupakan seseorang yang terlupakan."


" Bahasanya berbelit-belit."


" Tapi,memang ada rencana ke Solo juga dek, sekalian pulang ke Rembang."


" Iya,kalau adek gak datang,rencana itu hanya wacana saja. Ya kan?"


" Enggak, mana berani Abang mensia - siakan adek lagi."


" Asek, dalam bahasanya." sahut Hani yang akhirnya dapat hadiah cubit an lagi dari Monas.


" Sudah habis belum?" tanya Monas sambil melihat mangkok di depan Hani.

__ADS_1


" Habisin lah!" sambung Monas.


" Sebenarnya pingin capcay."


" Hahh? tadi gak bilang! nanti kita sekalian jalan,nyari capcay, mau apa lagi?"


" Hem! Mau Abang saja, sudah cukup untuk adek."


" Hehehehe." Monas Tersenyum sambil memandang Hani tak berkedip.


" O bang!"


" Ya,sayang!"


" Itu foto,sejak kapan terpampang nyata di dinding kamar adek itu?"


" Kamar Abang?"


" Kalau adek kemari, itu jadi kamar adek."


" Hehehe iya,itupun rumah buat adek juga kok."


" Asek, dalam rayuannya."


" Itu foto, ada sejarahnya dek."


" Sejarah perjuangan '45." sahut Hani dan kembali dapat cubitan Monas.


" Dulu ada cewek lagi galau,Abang ajak ke kafetaria ala - ala kampung gitu, dengan sedikit rayuan,akhirnya kena juga."


" Galau kenapa?" sahut Hani sambil tersenyum.


" Lagi berantem sama kawan dekat nya, tapi cewek itu hebat lho dek, bisa bikin dua cowok berantem merebutkan dia." sambung Monas sambil melirik ke arah Hani.


" Mana ada cerita seperti itu." Sahut Hani sambil mencubit lengan Monas.


"Tapi Abang tetap yang menang!"


" Hehehe!" Hani terkekeh.


" Lalu?" tanya Hani sambil menatap Monas.


" Lalu ...lalu.. Haha haha!" jawab Monas sambil tertawa puas.


" Lalu,kita pulang!" sahut Hani sambil bangkit dari tempat duduknya dan membayar bakso yang telah dimakan mereka berdua.


" Dek!" panggil Monas sambil menyerahkan dompetnya.


" Gak usah,uang Abang gak berlaku untuk membayar dua mangkok bakso saja!" kata Hani sambil mengeluarkan uang kertas ratusan ribu.


Bapak tukang bakso itupun ikut tertawa sambil memberikan kembalian uang dari Hani.


" Lalu? uang Abang laku untuk beli apa?"


" Beli mahar untuk adek saja!"

__ADS_1


jawab Hani dan Bapak tukang bakso itu pun ikut tersenyum melihat tingkah kedua pemuda ini.


__ADS_2