
Siang itu, akhirnya Hani memaksakan untuk pulang. Arifah sudah mengemas baju - baju kotor dan barang yang dibawa ke rumah sakit kemarin.
" Perutmu masih terasa sakit gak Han?"
" Tidak apa - apa!"
" Dalam satu Minggu ini kamu makannya yang lembut - lembut dulu yah."
" Iya!"
"Ayo! pelan - pelan jalannya, gak perlu buru - buru."
" Kamu tadi sudah pakai penyangga perut kan?"
" Sudah!"
Arifah menggandeng Hani pelan - pelan menuju parkiran mobil. Barang bawaan di masukkan dalam bagasi mobil. Meraka masuk ke mobil jazz Hani. Kini Arifah yang mengendalikan mobil itu sedangkan Hani duduk bersandar di sampingnya.
" Yuk, lihat Bg Ridwan ngisi seminar yuk!" kata Arifah semangat.
"Di mana?" tanya Hani.
"Di Hotel ternama di Solo."
" Oh!"
" Kamu punya tiket nya?" tanya Hani menyelidik.
" Aku semalam dikasih...hehehe."
" Oh..kamu ingin kesana Fa?"
" Iya?? boleh??"
" Selesai jam berapa?"
" Jam 15.00, sekarang baru jam 14.00."
" Kalau ingin lihat, gak papa Fa! entar aku nungguin di mobil." kata Hani sambil memejamkan mata.
" Kamu masih lemes yah Han."
" Iya, dikit!"
" Tidak apa - apa kalau aku lihat sebentar saja?"
" Gak papa, ya sudah putar ke kanan itu sudah langsung menuju hotel."
Arifah dengan semangat mengendalikan mobil jazz itu ke lokasi seminar. Tidak lama kemudian, Arifah memarkirkan mobil itu di area parkir. Arifah turun dan mengambil tas selempang lalu masuk ke lokasi seminar setelah bertanya ke bagian petugas resepsionis.
Hani di dalam mobil tiduran sambil mendengarkan musik di Ponselnya.
__ADS_1
Aku memang belum beruntung untuk menjatuhkan hatimu
Aku masih belum beruntung namun tinggi harapanku
tuk hidup berdua denganmu...
Aku sempurna denganmu
Kuingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat aku terpukau....
Aku sungguh sangat bermimpi mendampingi hatimu
Aku masih terus bermimpi
sangat besar harapanku
tuk hidup berdua denganmu...
Aku sempurna denganmu
Kuingin habiskan sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
" Han...Han...Han." sahutan Arifah dari luar kaca mobil.
tok..tok..tok..tok..tok
Arifah mengetuk kaca mobil jazz itu.
" Ih..tidurnya pulas sekali." kata Arifah.
" Tidurnya pulas sekali." sahut Ridwan.
Tidak lama Hani membuka pintu mobilnya.
"Eh?? sudah selesai yah seminarnya?" tanya Hani sambil membuka kunci mobilnya.
" Tidurnya pulas sekali, sudah seminggu gak tidur ya dek?" sahut Monas di luar pintu samping mobil.
" Hehehe.. sudah lima tahun gak tidur bg." sahut Arifah.
" Ehh??" kata Hani kaget.
" Kami pulang duluan ya Bg!" kata Arifah sambil menghidupkan mobil jazz itu.
__ADS_1
" Oke, hati - hati!" sahut Ridwan.
" Oke!" kata Arifah semangat.
Monas melemparkan senyuman nya ke Hani dan dibalas dengan lambaian tangan pelan.
Akhirnya mobil itu keluar dari area parkir meninggalkan hotel yang megah dan mewah itu.
Hani terdiam dan kembali memejamkan matanya sambil menikmati tiap lirik lagu yang dibawakan oleh penyanyi Indonesia yaitu Astrid dengan judulnya Terpukau.
Denganmu aku sempurna
Denganmu kuingin habiskan
sisa umurku
Tuhan jadikanlah dia jodohku
Hanya dia yang membuat
Hanya dia yang membuat
Aku terpukau..
Seandainya waktu bisa kembali berputar, akan kurangkaikan kata indah untukmu setiap waktu.
" Woy! melamun yah?" kata Arifah sambil mencubit lengan Hani.
" Kenapa?"
" Kamu melamun atau pura - pura tidur?"
" Aku memang masih ngantuk Fa!, oh iya bagaimana performa mereka dalam mengisi seminar?"
" Wah Han,pokoknya keren banget! coba datangnya lebih awal wah aku pasti bisa tergila - gila dengan Ridwan dan Monas."
" Banyak yang minta tanda tangan sama mereka Han, terutama cewek - cewek,baguslah kamu di dalam mobil. Kalau kamu disana dijamin bakal cemburu."
" Heem." Hani tersenyum.
" Iya,mungkin aku akan terpukau dengan pemuda itu!"
" Hahahahaha, mentang - mentang guru sastra." sahut Arifah sambil menoel hidung Hani.
" Ganteng sekali kalau mengenakan setelan jas." gumam Hani.
" Apa Han?"
" Gak ada,buruan aku mau cepet pulang, suami dan anakku sudah menunggu." kata Hani sambil tertawa.
" Ha...ha..ha..ha..ha." Arifah terbahak-bahak.
__ADS_1