
Rohani menarik tangan Hani sampai ke tenda. Disana Rohani mengambil sesuatu didalam tas pinggangnya. Sebuah kotak kecil yang isinya bisa ditebak cincin. Cincin itu dipasangkan dijari manis Hani dengan sedikit paksa.
" OHan,..." Suara lirih Hani berusaha menutupi keterkejutannya.
" Waktu itu,aku jalan jalan ke kota dan melihat cincin ini. kurasa ini cincin pasti lebih cocok untukmu." dalih Rohani.
" Tapi ini terlalu mewah untukku OHan."
" Ahh...harganya tidak seberapa kok." sahut Rohani.
Rohani mengambil tangan Hani yang sudah disematkan cincin dijari manisnya. Tangan Hani diremasnya pelan. Perasaan Rohani berkecamuk. Dia ingin menyampaikan perasaan nya yang paling dalam agar bebannya lepas.
" Sesungguhnya aku menyayangimu Han, dari awal bertemu,berkenalan,lalu aku berusaha mendekatimu,berusaha memberi perhatian untukmu, aku ingin memilikimu Han."
" Huuuufff..." Hani menarik nafas panjang. Rohani masih tetap tidak melepaskan genggamannya.
" Mau ya Han,jadilah kekasihku."
__ADS_1
" OHan,...."
" Pliss,, jangan kamu tolak. beri aku kesempatan untuk memberi perhatian yang lebih padamu."
" Kalau aku belum menyukaimu?" Tanya Hani pelan pelan.
" Pasti kamu menyukaiku,walaupun sekarang hanya sebiji padi suatu hari pasti biji padi itu akan menjelma menjadi sekarung beras.."
" Hahahahaha...ngaco kamu Han."
" Hehehe. jadian yah kita."
" Aku gak mau, kamu menolaknya." sambung Rohani memaksa.
" Yes!!! trimakasih Hani sayang."
Rohani memberanikan diri mengecup tangan Hani. Hani terdiam, pikirannya berkecamuk dan kacau. Tetapi ini sudah menjadi keputusannya. Hani berusaha menjalin hubungan yang pasti dengan Rohani. Walaupun sebenarnya hati kecilnya menginginkan dengan siapa,ia sendiri belum jelas. Hani hanya mencoba menjalaninya agar mulai besok,ia menjaga jarak dengan Agus dan lainnya.
Siang itu ,rombongan pendaki yang dipimpin Mas Anton sudah berkemas dengan peralatan mereka,membongkar tenda tenda kecil yang terpasang tadi di Sabana. Tidak banyak yang melanjutkan ke puncak. Apalagi Hani dan Sofiana menghabiskan beberapa jam di Sabana2 untuk mengambil gambar gambar dengan pose pose yang berbeda.
Mereka turun,dan kembali ke basecamp dengan semangat. Di perjalanan Rohani semakin menempel Hani supaya Agus atau yang lainnya tidak berusaha mendekatinya.
__ADS_1
Perasaan suka dan puas ada dalam diri Rohani. Dia dengan pasti mengakui Hani adalah ceweknya. Hani?? Hani berusaha menikmati segala keputusan yang telah ia ambil dan berusaha menyingkirkan perasaan perasaan lainnya selain untuk Rohani.
Itulah wanita, berusaha setia walau sebenarnya mudah sekali tergoda. Semua tinggal usaha Rohani memberikan perhatian perhatian yang lebih agar bisa menumbuhkan rasa sayang dan ketergantungan dengannya.
Apalagi Hani masih butuh itu semua.
Pendakian ini,menjadi awal untuk Hani memantapkan hatinya untuk Rohani.
Sudah beberapa jam,rombongan pendaki menuruni jalan jalan setapak yang kadang licin dan terjal. Kalau tidak hati hati akan terpeleset juga.
Mereka sudah sampai di basecamp,istirahat sebentar dan mengemasi barang barang bawaannya lagi untuk kembali pulang ke Semarang. Dengan naik bis jurusan Boyolali - Ungaran kampus Unnes tercinta.
Harapan yang pasti,selamat sampai tujuan dan kembali beraktivitas dengan buku buku maupun makalah makalah perkuliahan.
Pendakian ini adalah bentuk kecil kegiatan untuk refreshing agar pikiran tidak stress dan penat dengan aktifitas belajar mengajar di kampus.
Sambil menikmati pemandangan yang luar dari kampus,mensyukuri nikmat Tuhan dari ciptaanNya yang luar biasa besarnya. Maha Besar Allah Dengan Segala FirmanNya. CiptaanNya meliputi Langit dan Bumi beserta isinya.
__ADS_1