TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Bertemu Istri


__ADS_3

Monas melakukan perjalanan ke Kota Solo. Hati nya rapuh saat ini. Dia ingin berteriak dan memberontak dengan keadaan ini. Di sepanjang perjalanan menuju rumah Hani,Monas melamun. Sampai dia di kejutkan oleh pedagang asongan yang menjual manisan mangga.


" Eh?"


" Mau manisan mangga nya bang?" tanya anak kecil yang kira - kira duduk di bangku sekolah menengah pertama.


" Boleh! Semua berapa?" tanya Monas sambil tersenyum.


"Dua puluh ribu rupiah bang!" kata anak remaja itu sambil membungkus manisan mangga.


" Terimakasih kasih bang!" sambung anak remaja itu sambil menyerahkan plastik yang berisi manisan mangga dan mengambil uang yang di beri Monas.


" Kembaliannya bang!"


" Buat kamu saja dek!"


" Terimakasih banyak bang!"


Monas tersenyum melihat bungkusan mangga itu. Setelah beberapa menit kemudian, Monas telah tiba di kediaman rumah mereka di Solo.


" Assalammualaikum!" sapa Monas sambil mengetuk pintu rumah depan.


" Hah?" Hani terkejut setelah membuka pintu.


" Abang!!!"


" Surprise sayang Abang!"


" Alhamdulillah!" kata Hani sambil bersalaman dan mencium tangan suaminya.


" Capek bang?" tanya Hani sambil membuka sepatu dan kaos kaki suami itu.


" Tidak dong! Kalau pulang ke Solo, rasa capek pun tidak terasa."


" Eh? Apa ini sayang? Oh ho manisan mangga yah?" kata Hani dengan mata berbinar.


" Coba cicipi enak tidak?"


" Hem mantab.... kecut nya!"


" Hahahaha" Monas tertawa lalu memeluk istrinya erat.


" Bagaimana kabarmu sayang?" kata Monas sambil mengusap perut Hani.


" Adek bayi sehat Ayah!" jawab Hani dengan suara kecil.


" Ayah? Ayah."


" Abang mau di panggil siapa?" tanya Hani sambil mengusap kepala Monas.


" Ayah saja, lebih bersahaja."


" Bersahaja?...hihihi."

__ADS_1


" Ayah sudah makan belum sayang?" tanya Hani mulai menyebut suami nya dengan kata ayah.


" Belum!"


" Mau di masak in apa? Adek lihat bahan di kulkas dulu."


" Tidak perlu capek - capek sayang! Abang sudah berasa kenyang."


" Kenyang? Makan angin?"


" Nanti kita makan di luar saja sayang."


" Oh."


" Adek?"


" Hem"


" Kangen gak sama Abang?"


" Kangen banget!"


" Abang juga!"


" Tadi pagi jantung adek seperti di iris - iris. Perut mual nya luar biasa" cerita Hani.


" Hah? Astagfirullah. Kita ke dokter saja sekarang."


" Alhamdulillah!"


" Oh iya bang! Katanya ke Rembang!"


" Iya Abang dari Rembang lalu ke mari."


" Oh! Ada masalah serius?"


" Tidak ada yang penting. Abah dan Ummi kangen dengan anaknya yang ganteng ini."


" Hem.. Ganteng ya?"


" Iya dong! Suaminya siapa dulu."


" Mau di buatkan teh manis bang?"


" Boleh!"


" Oke!" sahut Hani sambil melangkah menuju ke dapur.


Beberapa saat kemudian Hani datang dengan segelas teh manis di tangan nya.


" Bagaimana kabar nya ummi dan Abah?" tanya Hani sambil meletakkan gelas yang berisikan teh manis itu.


" Alhamdulillah sehat semua."

__ADS_1


" Sudah hampir dua bulan adek tidak menjumpai beliau."


" Oh iya? Bagaimana kerjaan Abang di Jakarta?"


" Alhamdulillah lancar, semua karena doa istri yang terbaik ini."


" Amin!"


" Dek?"


" Hem?"


" Malam ini mau makan apa?"


" Mau tongseng kambing."


" Baiklah! Nanti kita cari!"


" Sholat magrib berjamaah yuk!"


ajak Hani.


" Sebentar! Abang masih kangen dengan adek."


" Nanti bisa di sambung lagi."


" Sinetron kali di sambung!"


" Iya. Sinetron percintaan."


" Ayo sayang! Adek ambil wudhu dulu yah!"


" Baiklah."


Setelah mengambil air wudlu,mereka sholat magrib berjamaah. Momen seperti inilah yang sangat di nantikan oleh Hani sebagai istri Monas. Hani sangat bersyukur, Monas bisa menjadi imam yang baik bagi Hani.


Setelah selesai menunaikan sholat magrib berjamaah. Monas melakukan shalat Sunnah dengan reka'at yang banyak. Hani yang melihat suaminya tidak berhenti - henti melakukan sholat itu hanya memandang dengan tatapan penuh tanda tanya.


Hani mulai membaringkan tubuhnya di kursi sofa. Sesekali mengintip suami nya masih belum berhenti menjalankan sholat, padahal sudah beberapa kali salam. Setelah beberapa lama, akhirnya Monas mulai mengaji dengan hafalan nya kurang lebih satu juz.


Hani mulai mendekati Monas dan meletakkan kepalanya di pangkuan suaminya itu, sambil mendengarkan lantunan ayat suci Alquran dari hafalan suaminya.


" Sholat taubat 100 reka'at lagi?" tanya Hani setelah suaminya menyudahi hafalannya.


" Iya!"jawab Monas singkat.


" Kesalahan apa yang Abang perbuat?" tanya Hani menyelidik.


" Hanya Tuhan yang tahu. Abang banyak kesalahan yang di sengaja maupun tidak."


" Oh! Sebesar apapun kesalahan Abang terhadap Hani. Insyaallah akan Hani maaf kan."


Monas terdiam,hanya tangannya yang berbicara membelai kepala istrinya dengan kasih sayang.

__ADS_1


__ADS_2