
Pagi itu,setelah sarapan pagi. Mereka kembali ke kota Solo. Berpamitan dengan ummi Abah serta para santri membuat hati dan suasana menjadi haru. Apalagi Monas,yang dibesarkan di lingkungan religi seperti ini. Pasti kerinduan itu selalu di nantikan selalu untuk kembali bercengkrama di lingkungan agamis itu.
Mobil itu berjalan dengan kecepatan sedang. Ridwan yang mengendalikan semua. Di samping Ridwan,Mas Joko duduk dengan tenang.
Jalanan masih lenggang dan tidak ada kemacetan, sehingga memperlancar perjalanan mereka di pagi itu.
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam,mereka sampai di kota Solo tercinta.
" Ridwan,saya turun di sini saja" kata Mas Joko. Hani langsung merubah posisinya dari tiduran langsung duduk tegak.
" Lho Mas,gak ke rumah Hani dulu?" tanya Hani.
" Mas harus kerja lagi non!" jawab Mas Joko.
" Oh, baiklah! Mas Joko, ini dibawa buat oleh - oleh di rumah" kata Hani sambil memberikan tas belanjaan yang berisi oleh - oleh khas Rembang.
" Oke, terimakasih kasih non!"
" Salam buat mbk Ida dan ponakan ya Mas!"
" Oke!" jawab Mas Joko.
" Ayo semuanya, terimakasih banyak yah!" kata Mas Joko sambil melambaikan tangannya.
" Iya Mas! sama - sama Mas" jawab Monas sambil tersenyum.
Hani menatap Monas tanpa berkedip.
" Kenapa lihat - lihat naksir yah?" kata Monas sambil menyentil hidung Hani.
" Aduh!" teriak Hani.
" Aduh..lagi bang, terus bg!" sahut Arifah menggoda.
" Hahahaha" Ridwan terkekeh.
" Bagaimana pengalaman malam pertama?" kata Arifah menyenggol perut Hani.
__ADS_1
" Suamiku, bagaimana pengalaman malam pertama kita?" kata Hani dengan nada bicara manja.
" Ehh??" Arifah terkejut.
"Hahahaha" Ridwan kembali terkekeh. Monas hanya tersenyum saja dengan kelakuan istri nya.
" Ridwan, kapan kamu nikahi Arifah?"
" Hah? kok aku?" kata Arifah kaget.
" Hehehe kena Lo!" sahut Hani.
" Abang,boleh mampir makan dulu gak?" kata Hani sedikit merengek.
" Pasti mau Timlo kan?" tebak Arifah.
" Pasti di rumah makan yang bikin kalian tidak bisa lupa bukan?" sahut Ridwan.
" Hehehe"
" Berapa hari kamu bolos kerja Fa?" tanya Hani.
" Sudah berhari - hari, ini semua demi kalian!" kata Arifah.
" Kamu kapan masuk sekolah Han? tanya Arifah.
" Hari Senin!" jawab Hani singkat.
"Rencana acara dan resepsinya mau di Jakarta atau Solo?" tanya Arifah kepo.
" Solo!" jawab Hani
" Jakarta!"jawab Monas serentak dengan Hani. Akhirnya mereka bertemu pandang dan tertawa.
" Ya sudah nanti dibuat semua!" kata Ridwan menengahi.
" KTP Hani di Solo, KTP Abang di Jakarta, siapa yang mau pindah Nic?" kata Hani mulai berpikir.
__ADS_1
" Nah loh, pusing kan hahahaha" sahut Arifah.
"Hahahaha" Ridwan ikut tertawa.
" Hem, ya sudah! buat di Solo dulu,nanti Abang urus surat pindahnya" kata Monas akhirnya.
Hani kembali menatap Monas,dan kembali mendapat sentilan di hidung nya.
" Aku jadi gak enak Lo Fa, terkesan aku memaksakan kehendak dengan Abang ini" kata Hani sambil melirik Monas yang disampingnya.
Monas mencubit pipi Hani gemas.
" Ngikuti adat Jawa, Abang yang akan datang melamar adek" sahut Monas.
" cie...cie..cie" sahut Ridwan.
" Aku juga ingin cepat di lamar!" sahut Arifah.
" Ridwan! kamu gak dengar? Arifah ingin cepat di lamar"
" Males!" sahut Ridwan sambil tersenyum.
Ridwan memarkirkan Mobilnya di rumah makan itu dan keluar dari mobil.
" Ayo! siapa tadi yang ingin makan tadi? ayo turun!" kata Monas. Hani tersenyum dan keluar dari mobil itu.
" Ah mobil jazz ku,aku kangen!" kata Hani pelan.
" Hehe, Abang pikir waktu itu yang punya mobil laki - laki,ternyata gadis pujaan hati yang Abang cari - cari"
" Hah? memang Abang cari?" tanya Hani sambil tersenyum.
"Dicari, karena kamu berhutang dengan Abang Han" sahut Arifah.
" Hutang janji, sehidup semati" sahut Ridwan.
" Amin!" jawab Monas dan Hani serentak.
__ADS_1