TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Berangkat Ke Rembang


__ADS_3

Di dunia ini selalu berpasang - pasangan,seperti laki - laki dengan wanita. Sama hal nya Hani dengan Monas,mereka ingin memupuk rasa kasih itu dengan perhatian walaupun terkesan lebay. Namanya juga lagi pacaran.


" Mana lagi yang mau di bawa?" tanya Hani sambil memasuk - masukkan beberapa baju dan celana Monas.


" Gak perlu banyak - banyak, nanti habis pakai buang saja bajunya,beli yang baru lagi."


" Idih gayanya!" sahut Hani sambil mencubit lengan Monas.


" Baju abang masih banyak di rumah Rembang."


" Oh, ngono to?"


" Iyo!" jawab Monas sambil tersenyum.


" Kurang lebih 8 jam jarak yang di tempuh kalau naik mobil, Hem kalau jalan kaki? satu bulan tembus gak ya?" kata Hani sambil mikir.


" Mau jalan kaki?" tanya Monas sambil mendekati Hani


" Demi cintanya padanya dan untuknya segalanya kuserahkan semuanya......" seketika Hani terdiam karna ciuman itu langsung mendarat di bibirnya.


" Hahahaha, jadi diem kan?" sahut Monas. Hani masih diam karena merona wajahnya.


" Dek?"


" Heem?"


" Kita nikah yuk!"


" Jangan!" jawab Hani tiba - tiba.


" Hah?" Monas terkejut.


" Jangan gak jadi!" sahut Hani. Monas menggelitiki Hani dengan gemas.


" Ampun bg! Stop..stop dong!"

__ADS_1


" Nakal sekali sekarang yah." kata Monas sambil memeluk Hani dengan kuat.


" Kita berangkat jam berapa bg?" tanya Hani dengan manja.


" Memangnya mau kemana?" kata Monas menggoda. Kedua tangan Hani merangkul dengan manja. Di pandangi nya wajah laki - laki di dekatnya. Hani mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir pemuda itu. Pemuda itu melotot,menunggu reaksi nekat Hani. Tiba - tiba Hani tertawa terbahak - bahak lagi.


" Jangan memancing Abang dek!"


" Hahahaha."


" Bang!"


" Apalagi?"


" Idih ketus amat!"


" Selain adek, yang pernah kena ciuman Abang siapa?" tanya Hani. Monas tersenyum dan memandang wajah Hani tak berkedip.


" Gak ada!" jawab Monas singkat.


" Gak ada!" jawab Hani singkat.


" Tidak enak kan, kalau di kasih pertanyaan seperti itu?"


" Iya, maaf!"


"Berangkat sekarang yuk!" kata Monas akhirnya.


" Mau dibuatin kopi dulu gak?"


" Boleh!"


" Oke!" sahut Hani sambil mencoba melepaskan pelukan Monas.


" Dek??" kata Monas sambil menunjuk jidat nya minta di kecup Hani.

__ADS_1


Hani mengecup nya perlahan. Dan turun ke bawah mendarat ke bibir Monas.


Monas tersenyum.


" Terimakasih,sayang!"kata Monas pelan. Hani berlari ke dapur menyembunyikan rasa malunya.


Jika cinta terpaut hasrat,jiwanya meronta meluap rasa ingin tercurahkan. Api asmara ingin terpadamkan,dari gejolak perasaan yang ingin tersalurkan. Jiwa - jiwa resah yang harus disatukan dalam tali kasih pernikahan agar semuanya menjadi indah dan tak tergoyahkan.


" Bang kopinya!" teriak Hani di ruang tengah sambil meletakkan secangkir kopi diatas meja.


" Terimakasih sayang." sahut Monas sambil duduk di kursi sofa.


" Kurang apa bg?"


" Hem, ini sudah mantab kok!"


" Oh!" sahut Hani sambil tersenyum.


" Berangkat jam 09.00 sampai Rembang kira - kira jam 17.00." kata Hani sambil menghitung dengan jarinya.


" Di jalani saja, pelan - pelan nanti juga sampai." kata Monas sambil minum kopi buatan Hani.


" Iya, pelan - pelan saja." sahut Hani.


" Bg Ridwan mau gak yah, disuruh ke Rembang?"


" Mau saja! dia kan orang Rembang juga dek!"


" Oh..sama - sama orang kampung juga to." sahut Hani alhasil dapat cubitan di pipi Hani.


" Sudah siap berangkat?" tanya Hani sambil berdiri.


" Ayok! bismillah!"


" Abah! Ummi! ananda pulang!" teriak Monas.

__ADS_1


" Hehehe." Hani tertawa geli.


__ADS_2