
Di dunia ini selalu berpasang - pasangan,seperti laki - laki dengan wanita. Sama hal nya Hani dengan Monas,mereka ingin memupuk rasa kasih itu dengan perhatian walaupun terkesan lebay. Namanya juga lagi pacaran.
" Mana lagi yang mau di bawa?" tanya Hani sambil memasuk - masukkan beberapa baju dan celana Monas.
" Gak perlu banyak - banyak, nanti habis pakai buang saja bajunya,beli yang baru lagi."
" Idih gayanya!" sahut Hani sambil mencubit lengan Monas.
" Baju abang masih banyak di rumah Rembang."
" Oh, ngono to?"
" Iyo!" jawab Monas sambil tersenyum.
" Kurang lebih 8 jam jarak yang di tempuh kalau naik mobil, Hem kalau jalan kaki? satu bulan tembus gak ya?" kata Hani sambil mikir.
" Mau jalan kaki?" tanya Monas sambil mendekati Hani
" Demi cintanya padanya dan untuknya segalanya kuserahkan semuanya......" seketika Hani terdiam karna ciuman itu langsung mendarat di bibirnya.
" Hahahaha, jadi diem kan?" sahut Monas. Hani masih diam karena merona wajahnya.
" Dek?"
" Heem?"
" Kita nikah yuk!"
" Jangan!" jawab Hani tiba - tiba.
" Hah?" Monas terkejut.
" Jangan gak jadi!" sahut Hani. Monas menggelitiki Hani dengan gemas.
" Ampun bg! Stop..stop dong!"
__ADS_1
" Nakal sekali sekarang yah." kata Monas sambil memeluk Hani dengan kuat.
" Kita berangkat jam berapa bg?" tanya Hani dengan manja.
" Memangnya mau kemana?" kata Monas menggoda. Kedua tangan Hani merangkul dengan manja. Di pandangi nya wajah laki - laki di dekatnya. Hani mencoba mendekatkan bibirnya ke bibir pemuda itu. Pemuda itu melotot,menunggu reaksi nekat Hani. Tiba - tiba Hani tertawa terbahak - bahak lagi.
" Jangan memancing Abang dek!"
" Hahahaha."
" Bang!"
" Apalagi?"
" Idih ketus amat!"
" Selain adek, yang pernah kena ciuman Abang siapa?" tanya Hani. Monas tersenyum dan memandang wajah Hani tak berkedip.
" Gak ada!" jawab Monas singkat.
" Gak ada!" jawab Hani singkat.
" Tidak enak kan, kalau di kasih pertanyaan seperti itu?"
" Iya, maaf!"
"Berangkat sekarang yuk!" kata Monas akhirnya.
" Mau dibuatin kopi dulu gak?"
" Boleh!"
" Oke!" sahut Hani sambil mencoba melepaskan pelukan Monas.
" Dek??" kata Monas sambil menunjuk jidat nya minta di kecup Hani.
__ADS_1
Hani mengecup nya perlahan. Dan turun ke bawah mendarat ke bibir Monas.
Monas tersenyum.
" Terimakasih,sayang!"kata Monas pelan. Hani berlari ke dapur menyembunyikan rasa malunya.
Jika cinta terpaut hasrat,jiwanya meronta meluap rasa ingin tercurahkan. Api asmara ingin terpadamkan,dari gejolak perasaan yang ingin tersalurkan. Jiwa - jiwa resah yang harus disatukan dalam tali kasih pernikahan agar semuanya menjadi indah dan tak tergoyahkan.
" Bang kopinya!" teriak Hani di ruang tengah sambil meletakkan secangkir kopi diatas meja.
" Terimakasih sayang." sahut Monas sambil duduk di kursi sofa.
" Kurang apa bg?"
" Hem, ini sudah mantab kok!"
" Oh!" sahut Hani sambil tersenyum.
" Berangkat jam 09.00 sampai Rembang kira - kira jam 17.00." kata Hani sambil menghitung dengan jarinya.
" Di jalani saja, pelan - pelan nanti juga sampai." kata Monas sambil minum kopi buatan Hani.
" Iya, pelan - pelan saja." sahut Hani.
" Bg Ridwan mau gak yah, disuruh ke Rembang?"
" Mau saja! dia kan orang Rembang juga dek!"
" Oh..sama - sama orang kampung juga to." sahut Hani alhasil dapat cubitan di pipi Hani.
" Sudah siap berangkat?" tanya Hani sambil berdiri.
" Ayok! bismillah!"
" Abah! Ummi! ananda pulang!" teriak Monas.
__ADS_1
" Hehehe." Hani tertawa geli.