
Malam ini Hani beristirahat di kamar dengan Mira,adik dari Monas. Di ruang tengah,rumah utama Monas,ummi dan Abah berbincang - bincang. Cuaca malam masih cerah dengan langit yang berbintang.
" Monas, kamu sudah mantab dengan pilihanmu ini le?" tanya ummi sambil minum secangkir kopi ditangannya.
" Insyaallah ummi." jawab Monas sambil menunduk memainkan gantungan kunci mobilnya.
" Kamu sudah pernah sholat istikharah, meminta petunjuk untuk kebaikan kamu le?" sahut Abah.
" Sampun Abah!"
" Bapak ibunya bagaimana?"
" Abah,ummi, Bapak dan ibu Hani tinggal di Palembang, Hani tinggal sendiri di rumah Solo. Saudara - saudaranya yang lain sudah menikah semua,tinggal Hani saja yang masih belum menikah." kata Monas menjelaskan.
" Apa kerjaan bapak Hani?"tanya Abah detail.
" Pensiunan Tentara, Bah." jawab Monas singkat.
" Dari dulu,Abah tidak ingin anak Abah itu pacaran, kamu kan tahu itu kan Nas?"
" Sia - sia kamu penghafal Al Qur'an,jika tingkah mu tidak mencerminkan akidah islam Kamu sudah paham betul isi Al Qur'an. Abah tidak perlu menggurui kamu lagi. Kamu sudah dewasa menentukan pilihan yang terbaik untukmu." kata Abah seperti berdakwah.
Monas seperti ter hakimi tetapi Monas masih tersenyum dengan Abah dan Ummi.
" Mohon saran dan nasehat Abah dan Ummi." kata Monas sambil menimang-nimang kunci mobilnya.
" Kalau kamu sudah mantab dengan pilihanmu, kamu harus cepat menikahi Hani." kata Abah tegas.
" Karena bapak dan ibunya di Pelembang, sambil menunggu proses pernikahan yang Syah secara hukum kamu bisa nikah siri dulu di sini." sambung Abah sambil melihat Ummi. Ummi tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.
" Tapi Bah!" sahut Monas.
" Bukan apa - apa ya Nas, Abah paham gejolak anak muda Bagaimana, lagipula umurmu pun juga sudah cukup,mana kamu sanggup membendung hasrat mu." kata abah.
" Bagaimana Mi, menurut pendapat ummi?" tanya Abah sambil tersenyum menatap ummi.
" Ummi setuju dengan alasan Abah, kami orang tua selalu kwatir jika anak - anak ummi dan Abah sudah berpacaran seperti ini." sambung ummi.
" Kalau bisa,malam Jumat ini kalian nikah siri dulu,untuk wali nya Hani kalau bisa kakak Hani yang di Solo suruh kemari,itu lebih bagus."kata Abah.
" Baik,Bah!"jawab Monas singkat.
" Abah lihat,Hani gadis yang baik" kata Abah.
" Insyaallah, pilihanmu tidak salah ya le!" sahut ummi.
"Yo wes,kalau mau istirahat sana! ke kamar mu dulu,sudah disiapkan."
" Injeh Bah!" kata Monas sambil berdiri dan masuk kedalam.
Di dalam kamar,Monas mulai berpikir. Mulai dari menghubungi Ridwan dan menyuruh Ridwan untuk mengajak kakak Hani ke Rembang. Monas mulai mengkwatirkan soal ini.
" Bagaimana tanggapan keluarga Hani,kalau nikah siri dulu?Bagaimana reaksi kakak Hani?"
" Semoga saja,kakak Hani bisa di ajak bicara dari hati ke hati."
Monas kembali menghubungi Ridwan yang masih berada di Solo.
__ADS_1
" Halo!"
" Halo! bagaimana Ridwan? Kira - kira bisa tidak kakak Hani ke Rembang?"
" Insyaallah,dia bisa memahami, dia bilang Yang penting adeknya mau menikah dengan kamu."
" Alhamdulillah, terimakasih ya Allah,Engkau memberikan segala kemudahan."
" Amin!"
" Kapan kamu ke sini?" tanya Monas.
" Rabu Nas,aku ijin ngajak Arifah yah?"
" Kamu mau sekalian di nikahkan?" kata Monas.
" Hehehe, kamu kan tahu Arifah sahabat dekatnya, masa kamu tega Hani sendiri tanpa sahabat dekat nya." jawab Ridwan dengan alasan nya.
" Oke, kamu atur saja."
" Ridwan, aku bisa minta tolong sekali lagi gak?"
" Apa itu?"
" Belikan aku seperangkat alat sholat dan beberapa perhiasan."
" Kamu gila! Masa aku yang memilihkan, kamu ngapain?"
" Aku gak sempat belanja disini nanti, pasti kena marah Abah lagi kalau jalan bareng dengan Hani, kamu kan tahu itu."
" Iya..iya, nanti aku akan minta tolong Arifah."
" Iya..iya Mas Monas! besok di transfer yah?"
" Sekarang pun bisa ku Transfer."
" Percaya..percaya Hehe."
" Yo wes, terimakasih Ridwan!"
" Oke!"
Monas menutup sambungan telepon nya. Sekarang beralih dengan nomer Hani. Monas mulai menge-tik kan sesuatu.
23.00. Bg Monas
"Sudah tidur dek?"
23.30 Hani
"Maaf Bg,tadi diajak keliling pondokan,sama Mira.
Mira - Mira ada apa nanya?"
23.31. Bg Monas
"Kira - kira, sayang! astagfirullah!
__ADS_1
lama kelamaan nakal adek Abang ini."
23.32 Hani
"Hehe.."
23.33 Bg Monas
"Abang kangen."
23.34 Hani
"Bohong nya pakai banget nic, baru juga gak jumpa beberapa jam, bilang kangen."
23.35 Bg Monas
"Kalau gak percaya belahlah semangka tetangga."
23.36 Hani
"Hehehe, enak juga mangga depan dekat pintu masuk pondok itu."
23.37 Bg Monas
"Mau? besok biar Abang ambilkan."
23.38 Hani
"Mau pakai banget."
23.39 Bg Monas
"Dek, Malam jumat kita menikah."
23.40 Hani
"Bercanda nya garing, dan tidak lucu pakai banget."
23.41 Bg Monas
"Rabu, Mas Joko akan datang kemari menjadi wali adek di nikahan kita."
23.42 Hani
"Semakin mengigau Abang, Abang! bangun!"
23.43 Bg Monas
"Ridwan sama Arifah,hari Rabu kemari dengan Mas Joko dari Solo."
23.44 Hani
"Adek ngantuk, mau bobok, nanti bangun jam 03.00 sholat tahajud, kalau kesiangan bisa di pecat jadi calon istri Abang...hehehe."
23.46 Bg Monas
"Ya sudah, selamat bobok, I Love you..."
__ADS_1
23.48 Hani
"I Love you to...."