
Di wajahmu kulihat bulan
Pancarkan sinar terang.
Di mata mu ada pelangi
Indah dan tak ter peri
Ingin ku sentuh dan ku sentuh
Walau tangan serasa lumpuh.
Ada bias bianglala
Penuh berjuta warna..
Aku terpana dan terpaku..
Menatap seraut wajahmu..
Walau ada luka di hatiku..
Tapi kini semua sirna..
Walau ada luka di hatiku.
Tapi kini semua musnah
Semua karna kehadiran dirimu..
Yang mengusik deritaku...
Kau bawa cinta untukku..
Cinta untukku...( Bianglala Mel Sandy)
Hani sedang asyik mendengarkan musik dengan headset nya. Di sampingnya Monas sedang berbaring santai di sofa. Hani sebentar mencuri pandang ke arah Monas. Pemuda itu,mungkin mengantuk.
Hani bergegas mengambil bantal di kamar nya dan memberikannya ke pemuda itu.
" Terimakasih!" kata pemuda itu sambil meletakkan bantalnya ke bawah kepalanya.
Tidak berapa lama pemuda itu memejamkan matanya dan tertidur.
Hani mencoba menghubungi Arifah. Tetapi masih belum diangkatnya. Tidak berapa lama kemudian sambungan itu diangkat Arifah.
" Hallo Fa! bisa minta tolong bawakan makan siang kemari?"
" Kamu mau apa Han?"
" Lalapan boleh lah,seafood, Chinese food gak papa, terserah kamulah."
" Buat siapa?" tanya Arifah menyelidik.
__ADS_1
" Buat anak orang,kurang terurus!" jawab Hani asal.
" Aku boleh,minum juz apel gak Fa."
" Oke,entar ku belikan!"
" Aku nunggu berapa hari,makanan itu sampai kemari?"
" Tunggulah satu tahun lagi!"
"Sabar kenapa? setengah jam lagi aku nyampai."
" Oke, terimakasih banyak Arifah yang cantik, suka menolong."
" Ais ada maunya begitu yah!"
" Aku tutup telepon nya."
" Iya!"
Hani terdiam dan melangkahkan kakinya mendekati pemuda yang tertidur di sofa. Mencoba meneliti apakah benar - benar sudah tertidur.
" Tertidur yah, mungkin dia kecapekan semalam begadang atau banyak kerjaan." pikir Hani.
Hani kembali masuk ke kamarnya dan berbaring lesu di atas springbed nya. Memeluk guling dan boneka kesayangan nya. Boneka buntut pemberian Agus masih di simpannya?
Waktu bergulir, semenjak wisuda itu mereka sudah tidak pernah bertemu. Antara Agus dan Rohani memutuskan tali persaudaraan begitu saja. Karena masalah percintaan antara mereka seperti cinta monyet seorang ABG yang kalau sudah putus hubungan jadi tidak baik,tidak saling bicara satu sama lain.
" Eh??" Hani terkejut.
" Maaf Bg, saya pikir Abang tidur, jadi saya tinggal tiduran juga." kata Hani sambil bangkit dari pembaringannya.
" Abang mau dibuatin kopi lagi?" tanya Hani sambil melangkah keluar pintu kamarnya.
" Enggak, nanti biar Abang buat sendiri kalau ingin."
" Dek!" kata pemuda itu.
" Iya bg? eh em yuk kita diluar saja!" sahut Hani sedikit kikuk.
" Assalammualaikum!" teriak Arifah yang baru datang.
" Mari bg, itu Arifah pasti sudah bawa makanan untuk Abang, Abang dari tadi belum makan bukan?" Kata Hani sambil buru - buru keluar dari pintu kamarnya.
Pemuda itu akhirnya mengikuti langkah Hani.
" Woy, ternyata Abang ganteng yah tamunya!" teriak Arifah sambil memukul lengan Hani.
" Kenapa aku yang kamu pukul Fa?"
" Habis gemes...gemes...gemes.."
" Abang, makan dulu!" kata Hani sambil meletakkan bungkusan itu di atas piring dan disiapkan nya beberapa sendok dan gelas.
__ADS_1
" Arifah! nanti bisa minta tolong antarkan bg Monas di bandara bisa?"kata Hani. Pemuda itu seketika terkejut dan menatap Hani.
" Jam berapa bg?" tanya Arifah ke pemuda itu.
" Jam 19.00." jawab pemuda itu singkat.
" Tapi tidak perlu di antar Fa,Abang nanti pesan grab saja,barang - barang Abang masih di hotel." kata pemuda itu sambil menatap Hani.
" Oh!"
"Kalo begitu aku permisi sebentar ya Bg." sahut Arifah yang merasa tidak enak jika berada di tempat itu. Arifah sedikit berlari.
" Fa! nanti saja pulangnya!" teriak Hani sambil melangkah ke depan rumahnya.
" Dek!" sapa pemuda itu yang sudah mulai tidak sabar dengan sikap Hani.
" Iya bg, maaf..ayo dimakan dulu." sahut Hani mencoba mengalihkan pembicaraan.
" Dek!" Kata pemuda itu sambil merengkuh tubuh Hani dan memeluknya erat.
" Pertanyaan Abang belum dijawab, bolehkah Abang menyayangi adek lagi?"
" Kita mulai lagi hubungan seperti dulu."
" Hubungan yang seperti apa yang Abang maksud? kita dulu tidak sedang pacaran?"
" Kalau begitu,mulai sekarang kita pacaran!" sahut pemuda itu tanpa melepaskan pelukannya.
" Abang menyayangi adek, dari dulu tetap sama."
" Mau yah?" sambung pemuda itu sambil mengecup dahi Hani pelan.
Hani memejamkan matanya menikmati segala sentuhan hangat itu.
" Kalau adek,diam, Abang anggap, adek menerima Abang sebagai pacar adek."
" Mau yah!" sambung pemuda itu sambil mengecup pelan bibir Hani. Pemuda itu Tersenyum menatap wajah ayu Hani.
" Terimakasih, memberi kesempatan Abang untuk menyayangi adek lagi."
" Tapi janji." kata Hani pelan.
" Janji apa sayang."
" Janji tidak meninggalkan adek lagi." kata Hani dengan suara bergetar.
" Iya,tidak akan Abang sia - sia kan adek lagi."
Pemuda itu mengambil kedua tangan Hani dan menciumnya pelan.
" Semoga kita tidak akan terpisahkan lagi, semoga kita berjodoh."
" Amin!"
__ADS_1