
Janji adalah hutang dan janji menimbulkan harapan. Sebelum dipenuhi,akan selalu diingat. Demikian juga janji suci dalam sebuah pernikahan.
Hari ini hari Sabtu, malam yang panjang bagi pasangan muda mudi yang sedang membina ikatan. Sama halnya dengan Hani dan Monas. Mereka masih saling belajar memahami satu sama lain. Hani dan Monas sedang duduk-duduk santai di teras rumah.
" Dulu, ada seseorang yang pernah berjanji setelah KKN akan datang ke Solo, ke tempat wisata air terjun Grojogan Sewu." kata Hani sambil tersenyum.
" Siapa dek?" tanya Monas sambil tersenyum.
" Entah lah, mungkin saja orang itu sudah lupa."
" Hem, Minggu pagi abang balik Jakarta ya sayang!" kata Monas sambil mengusap rambut Hani.
" Kalau mau, sekarang kita berangkat ke sana, mumpung masih pagi." sambung Monas.
" Yang benar?" sahut Hani gembira. Monas tersenyum melihat ekspresi istrinya yang bahagia mendengar ucapan nya.
" Disana ada apa saja sih?" tanya Monas.
" Pemandangan indah, kita bisa mengambil beberapa foto di sana."
" Perlu mengajak Arifah dan Ridwan tidak?" sambung Hani.
" Kalau mereka mau, tidak apa - apa." jawab Monas tersenyum.
" Senang sekali lihat istri Abang selalu tersenyum" kata Monas sambil mengusap kepala istrinya.
" Oh iya, jadi ayah ibu kapan ke Solo?" tanya Monas.
" Katanya Minggu depan" jawab Hani.
__ADS_1
" Oke, nanti keluarga Abang kemari untuk meminang." kata Monas sambil menggenggam tangan Hani.
" Oke, eh Adek coba hubungi Arifah dulu." kata Hani sambil mengambil ponsel di dalam rumah.
Tidak berapa lama,Hani keluar dari dalam.
" Katanya OTW bang." sahut Hani.
" Ya sudah, apa yang perlu disiapkan?" tanya Monas.
" Baju ganti, dan beberapa Snack saja." jawab Hani.
Hani masuk ke dalam rumah, mempersiapkan segala sesuatunya. Monas masih duduk santai di teras sambil menikmati pemandangan di sekitar. Hani memang pandai memilih lokasi rumahnya. Pemandangan yang asri dan sejuk dapat terlihat ketika duduk santai di teras. Apalagi di temani secangkir kopi atau teh dengan singkong goreng.
" Selera yang bagus!" gumam Monas.
" Iya!" teriak Hani dari dalam.
Monas akhir nya melangkah kan kakinya masuk ke dalam rumah. Ia mendapati istrinya sedang memasukkan beberapa celana baju milik Hani dan dirinya.
" Mau kemana sih?" tanya Monas menggoda sambil memeluk tubuh Hani dari belakang.
" Ada apa bang?" tanya Hani.
" Kangen saja." jawab Monas singkat sambil mencium leher Hani. Hani terdiam dan jantungnya berdebar hebat. Hani membalikkan badannya dan melingkarkan tangannya ke pundak Monas.
" Makan dulu yuk! sebelum jalan ke Karanganyar." kata Hani sambil mengecup dahi Monas.
Monas tersenyum lalu mendaratkan bibirnya ke bibir Hani. Nafas mereka mulai memburu. Jantung mereka mulai tidak beraturan meluapkan segala hasrat yang sekian lama terpendam. Hani mulai melepas kancing Monas satu persatu dan melepas bajunya sendiri.
__ADS_1
" Hah? stop! Abang tidak menginginkan ini Sekarang." kata Monas sambil nafasnya tersengal.
" Hah??" Hani menarik nafas panjang berusaha menstabilkan emosi dan hasrat nya.
Hani tersenyum dan melepas pelukan itu.
" Dek??." panggil Monas sambil menarik lengan Hani agar kembali di pelukannya.
" Adek menginginkan sekarang?" tanya Monas pelan sambil membelai rambut Hani.
" Maaf Bang, aku hanya ingin memenuhi kewajiban sebagai istri, tapi kalau..."
Tidak sempat di lanjutkan kembali bibir Hani kena serangan dari Monas.
Akhirnya, terjadilah apa yang sudah harus terjadi selayaknya sepasang suami-istri yang harus menumpahkan hasrat dan kasih sayang nya itu tanpa harus di kendalikan lagi.
Cukup dulu yah! Author nya entar baper dan kepingin gimana?
Gila gue! Hahahaha, mama tolong!
Oke jangan lupa like dan komentar nya yah!
Maaf masih banyak tulisan dan bahasa yang kurang rapi karena tulisan masih mentah dan perlu banyak revisi total.
Semoga terhibur ya! dan terimakasih sudah membaca cerita novel ini.
Rumah Hani yang bikin ngiler author.
__ADS_1