TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Tiba Di Rumah Monas


__ADS_3

Kota metropolitan kota impian. Hiruk pikuk manusia dengan segala aktivitas nya. Sore terasa melelahkan jika terjebak dengan segala kemacetan. Emosi dan amarah tiba - tiba muncul ketika rasa lelah seharian bekerja,bertemu dengan macetnya jalan. Mereka masih terjebak kemacetan di jalan. Peluh keringat sudah menjadi hal yang biasa.


" Kalau sudah jam segini,kejebak macet, hehehe." kata Bg Ridwan sambil meneguk air mineral.


" Kalian kalau lapar,dimakan saja sate nya!" sambung Bg Ridwan.


" Hani, makanlah!" kata Arifah.


" Nanti saja dirumah!" sahut Hani sambil memainkan ponsel nya. Dan tiba - tiba panggilan masuk muncul dilayar Ponsel Hani.


" Iya,assalammualaikum!" sapa Hani


" Waalaikumsalam, dek, sudah sampai mana?"


"Gak tahu,kata Bg Ridwan bentar lagi sampai kok."


" Oh,macet yah?"


" Iya!"


" Dek, Hem Ridwan sudah kasih tahu ke adek?"


" Soal apa?"


" Oh, Hem Abang minta maaf dek!"


" Kenapa bg?"


" Abang selama 3 hari ini ada seminar di Bandung, sekarang ini Abang lagi perjalanan."


" Dek, hari Minggu sudah selesai seminarnya kok dek." sambung Monas hati - hati.


" Dek, halo!"


" Iya!"


" Jangan marah dong!"


" Enggak!"


" Abang janji Minggu malam sudah sampai Jakarta lagi kok sayang!"


" Adek!!!??"


" Iya bg, gak papa!"

__ADS_1


" Nanti malam Abang VC yah sayang!"


" Iya!"


" Sudah makan belum?"


" Belum!"


" Sudah beli makan belum?"


" Sudah!"


" Dek! jangan merajuk donk sayang!"


" Iya!"


" Dek, I Miss you!"


" Iya!"


" Di jawab donk!"


" Malu,ada Arifah sama bg Ridwan!"


" Oh hehehe."


" Iya!" kata Hani singkat sambil menutup panggilan masuk itu.


" Cie...cie..cie!" sahut Arifah sambil menoel hidung Hani.


" Maaf ya Fa,tadi habis seminar, Monas langsung meluncur ke Bandung, acara seminar 3 hari itu pemateri ada yang tidak bisa hadir jadi Monas mengganti salah satu pemateri tersebut." kata Bg Ridwan menjelaskan.


" Iya bg! Sudah menjadi tugasnya bg Monas."


" Hari Minggu sudah selesai kok. Hani satu Minggu ke depan libur kan?"


" Iya! Tapi mana aku mau Arifah pulang ke Solo sendirian."


" Eh?? Aku gak papa kok."


" Ah gak bisa lah! Kita datangnya sama, pulangnya juga sama." kata Hani.


" Lalu?"


" Ya kita tetap sesuai rencana saja, hari Minggu pulangnya, kamu kan kerja kan Fa."

__ADS_1


" Tapi aku bisa pulang sendiri kok." sahut Arifah ngotot.


" Bagaimana kalau Arifah,Abang yang antar pulang?" sahut Bg Ridwan.


" Abang sibuk! mana bisa begitu!' kata Hani.


" Enggaklah bisa di atur lagi jadwalnya."


" Oh!"


" Nah ini rumahnya!"



" Walaupun tidak sebesar rumah Hani di Solo." sambung Bg Ridwan.


" Untuk ukuran kota metropolitan,ini sudah mewah bg, mana sanggup Kita beli rumah di Jakarta ini." kata Hani sambil senyum.


" Ayo turun!" ajak Bg Ridwan.


Hani dan Arifah mengeluarkan tas trevel dan barang - barangnya. Bg Ridwan membuka kunci rumah yang di gembok itu.


" Hani, ini kamar Monas, kamu bisa tidur di sini." tunjuk Bg Ridwan.


" Dek, kamu di kamar sini saja, kamar Abang, hehehe."


" Ya ampun! Mau dong!"


" Dasar gatel!" sahut Bg Ridwan.


" Hahahaha!" Hani terbahak.


" Eh???" Hani terkejut melihat foto lama dengan Bg Monas waktu di kafe Gunungpati dulu.


" Kenapa Han?" tanya Bg Ridwan.


" Foto ini! Hem masih ada yah?" tanya Hani.


" Iya, katanya Monas itu kenang - kenangan yang paling berharga dan di tempat itu Monas ...." kata Bg Ridwan dan tidak berani meneruskan kalimatnya. Bg Ridwan tersenyum geli.


" Hehehe...iya." sahut Hani akhirnya.


" Jadi, foto itu sudah lama sekali terpajang di dinding itu sebelum kalian bertemu kembali di Solo waktu itu." kata Bg Ridwan menjelaskan.


" Ih so sweet banget!" sahut Arifah sambil menoel hidung Hani.

__ADS_1


" Aku tidak mengira, Bg Monas bisa bertahan dengan satu hati yaitu Hani." sambung Arifah.


" Apaan sic?"


__ADS_2