
Kota metropolitan kota impian. Hiruk pikuk manusia dengan segala aktivitas nya. Sore terasa melelahkan jika terjebak dengan segala kemacetan. Emosi dan amarah tiba - tiba muncul ketika rasa lelah seharian bekerja,bertemu dengan macetnya jalan. Mereka masih terjebak kemacetan di jalan. Peluh keringat sudah menjadi hal yang biasa.
" Kalau sudah jam segini,kejebak macet, hehehe." kata Bg Ridwan sambil meneguk air mineral.
" Kalian kalau lapar,dimakan saja sate nya!" sambung Bg Ridwan.
" Hani, makanlah!" kata Arifah.
" Nanti saja dirumah!" sahut Hani sambil memainkan ponsel nya. Dan tiba - tiba panggilan masuk muncul dilayar Ponsel Hani.
" Iya,assalammualaikum!" sapa Hani
" Waalaikumsalam, dek, sudah sampai mana?"
"Gak tahu,kata Bg Ridwan bentar lagi sampai kok."
" Oh,macet yah?"
" Iya!"
" Dek, Hem Ridwan sudah kasih tahu ke adek?"
" Soal apa?"
" Oh, Hem Abang minta maaf dek!"
" Kenapa bg?"
" Abang selama 3 hari ini ada seminar di Bandung, sekarang ini Abang lagi perjalanan."
" Dek, hari Minggu sudah selesai seminarnya kok dek." sambung Monas hati - hati.
" Dek, halo!"
" Iya!"
" Jangan marah dong!"
" Enggak!"
" Abang janji Minggu malam sudah sampai Jakarta lagi kok sayang!"
" Adek!!!??"
" Iya bg, gak papa!"
__ADS_1
" Nanti malam Abang VC yah sayang!"
" Iya!"
" Sudah makan belum?"
" Belum!"
" Sudah beli makan belum?"
" Sudah!"
" Dek! jangan merajuk donk sayang!"
" Iya!"
" Dek, I Miss you!"
" Iya!"
" Di jawab donk!"
" Malu,ada Arifah sama bg Ridwan!"
" Oh hehehe."
" Iya!" kata Hani singkat sambil menutup panggilan masuk itu.
" Cie...cie..cie!" sahut Arifah sambil menoel hidung Hani.
" Maaf ya Fa,tadi habis seminar, Monas langsung meluncur ke Bandung, acara seminar 3 hari itu pemateri ada yang tidak bisa hadir jadi Monas mengganti salah satu pemateri tersebut." kata Bg Ridwan menjelaskan.
" Iya bg! Sudah menjadi tugasnya bg Monas."
" Hari Minggu sudah selesai kok. Hani satu Minggu ke depan libur kan?"
" Iya! Tapi mana aku mau Arifah pulang ke Solo sendirian."
" Eh?? Aku gak papa kok."
" Ah gak bisa lah! Kita datangnya sama, pulangnya juga sama." kata Hani.
" Lalu?"
" Ya kita tetap sesuai rencana saja, hari Minggu pulangnya, kamu kan kerja kan Fa."
__ADS_1
" Tapi aku bisa pulang sendiri kok." sahut Arifah ngotot.
" Bagaimana kalau Arifah,Abang yang antar pulang?" sahut Bg Ridwan.
" Abang sibuk! mana bisa begitu!' kata Hani.
" Enggaklah bisa di atur lagi jadwalnya."
" Oh!"
" Nah ini rumahnya!"
" Walaupun tidak sebesar rumah Hani di Solo." sambung Bg Ridwan.
" Untuk ukuran kota metropolitan,ini sudah mewah bg, mana sanggup Kita beli rumah di Jakarta ini." kata Hani sambil senyum.
" Ayo turun!" ajak Bg Ridwan.
Hani dan Arifah mengeluarkan tas trevel dan barang - barangnya. Bg Ridwan membuka kunci rumah yang di gembok itu.
" Hani, ini kamar Monas, kamu bisa tidur di sini." tunjuk Bg Ridwan.
" Dek, kamu di kamar sini saja, kamar Abang, hehehe."
" Ya ampun! Mau dong!"
" Dasar gatel!" sahut Bg Ridwan.
" Hahahaha!" Hani terbahak.
" Eh???" Hani terkejut melihat foto lama dengan Bg Monas waktu di kafe Gunungpati dulu.
" Kenapa Han?" tanya Bg Ridwan.
" Foto ini! Hem masih ada yah?" tanya Hani.
" Iya, katanya Monas itu kenang - kenangan yang paling berharga dan di tempat itu Monas ...." kata Bg Ridwan dan tidak berani meneruskan kalimatnya. Bg Ridwan tersenyum geli.
" Hehehe...iya." sahut Hani akhirnya.
" Jadi, foto itu sudah lama sekali terpajang di dinding itu sebelum kalian bertemu kembali di Solo waktu itu." kata Bg Ridwan menjelaskan.
" Ih so sweet banget!" sahut Arifah sambil menoel hidung Hani.
__ADS_1
" Aku tidak mengira, Bg Monas bisa bertahan dengan satu hati yaitu Hani." sambung Arifah.
" Apaan sic?"