TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Monas Oh Monas


__ADS_3

Sore itu tiba, kami pengurus komisariat organisasi Islam melaksanakan agenda rapat. Rapat kali ini adalah untuk merealisasikan LK 1. Didepan tampak Agus dengan seriusnya berbicara memberikan materi penting dalam rapat kali ini.


Agus adalah ketua Komisariat Ibnu Sina untuk kampus Semarang ini. Disinilah akhirnya,kita bertemu kawan kawan dari jurusan lain dalam keorganisasian Islam ini. Aku disini ditunjuk sebagai sekertaris,sedangkan bendaharanya Sarifah dari jurusan Sastra Inggris.


 


Program program kegiatan selalu kita agendakan untuk memberikan kontribusi yang nyata kepada mahasiswa segala jurusan maupun masyarakat sekitar kampus secara umumnya.


Sudah hampir dua jam lebih rapat ini dilalui dan dua Minggu lagi baru diadakan LK 1 yang lokasinya masih dilingkungan kampus Semarang. Akhirnya Agus menyudahi rapat sore ini,dan menutupnya dengan Hymne organisasi Islam dan penutup doa.


 


" Han." panggil Agus kemudian.


" Iyah Gus, bagaimana?" sahutku sambil mendekati Agus di Bangku depan dimana Agus masih duduk di kursi tempat dosen biasa mengajar.


"Kita langsung ke sekretariat organisasi Islam cabang yah." ajak Agus sambil membereskan berkas berkas dan surat surat yang akan disampaikan ke cabang.


"Boleh."sahut Hani asal.


"Disana kan ada masjid,jangan kwatir." kata Agus akhirnya.


" Oh Iyah, Jumat sore harus siap siap kumpul di Fakultas Bahasa Sastra yah gedung B2 ruang 3 untuk pemberangkatan ke Boyolali untuk naik gunung." kata Agus menjelaskan.


"Ini kan Fakultas Bahasa Satra Gus, hehe maksudnya jurusan bahasa Indonesia sastra atau Inggris?" tanya.Hani detail.


" Hehe...kumpul disini nanti Han." ralat Agus akhirnya.


" Hem, aku sebenarnya takut merepotkan banyak pihak kalau ikut, soalnya belum pernah." cerita Hani akhirnya.


"Nanti aku pandu Han, yang penting jangan lupa jaket tebal, masker,penutup kepala juga dipakai yah, kalau sleemingbed aku ada 2 entar kubawa semua dec untuk Hani satu." kata Agus menjelaskan lagi.


"Oke, trimakasih sebelumnya yah Gus."


kata Hani akhirnya.

__ADS_1


"Tapi, jangan coba coba nyomblangin aku dengan Sofiana lagi yah. aku belum kasih hukuman ke kamu soal kemarin lho Han." sambung Agus.


"Eh ...dendam Nic ceritanya." sahut Hani akhirnya.


"Tidak dendam Han, tapi ingat terus" kata Agus sambil berjalan keluar ruangan dan diikuti Hani dibelakangnya.


Ruangan sudah sepi, peserta tamat sore tadi sudah pulang ke kost masing masing. Tinggal Agus dengan Hani karena mereka akan berlanjut rapat di organisasi islam cabang Semarang sekaligus menyampaikan surat surat untuk kegiatan LK 1 sedangkan undangan untuk peserta sudah disampaikan ke peserta sendiri untuk diisi formulir pendaftaran dan administrasi selama LK 1 nanti.


 Agus dan Hani meluncur dengan motor metic Agus yang tadi diparkir tidak jauh dari ruang rapat. Sekitar 10 menit kira kira jaraknya dari kampus Semarang ke Sekretariat organisasi Islam cabang Semarang.


 Dalam perjalanan,Agus dan Hani tidak banyak berbincang. Langit sudah mulai meredup dan senja,pertanda malam yang gelap akan mulai tiba. Suara tilawah yang diputar di masjid masjid sudah mulai terdengar. Sebentar lagi azan magrib tiba. Akhirnya Agus dan Hani sudah tiba di Sekretariat organisasi Islam cabang Semarang.


Di sana masih belum ngumpul pengurus pengurus wakil komisariat maupun pengurus cabang itu sendiri. Didepan teras tampak dua orang laki laki yang sebaya dengan Agus sedang duduk santai di teras Sekretariat organisasi islam. Dia adalah Ayup dan Monas. Masing masing kuliah di Semarang. Ayup di UNDIP sedangkan Monas di UIN.


Kami mengucap salam, dan berjabat tangan dengan mereka. Hani agak tegang,entah apa yang dirasakannya.


 


Hanya Hani yang tahu. Tetapi dari dulu Hani naksir berat dengan Monas. Selain dengan postur badan yang tidak terlalu pendek dan tidak terlalu tinggi,dengan kulit putih bersih,Monas masuk kategori cowok ganteng seperti Rohani.


Selain ganteng,Monas dikenal kritis dan hafal Al Qur'an. Mungkin inilah yang menjadi Hani bersimpati,naksir berat dengan Monas. Berjumpa saja sudah jantung berdebar tidak karuan apalagi ngobrol.


"Disini saja,ngobrol bareng." sahut Monas akhirnya.


 Kami akhirnya duduk diteras sambil ngobrol seputar organisasi dan politik. Agus tampak serius, nyambung dengan pembicaraan mereka sedang Hani menjadi pendengar setia saja.


 


Sesekali Hani memainkan Ponsel yang ada ditangannya. Rupanya ada chat masuk dari Rohani.


 18.15. Rohani.


"Dimana Han?"


...

__ADS_1


...


...


...


18.30 Hani.


"Ada rapat Organisasi Islam di cabang Semarang OHan."


18.31. Rohani.


"Jam berapa selesai, kujemput yah?"


18.31 Hani.


"Gak tahu, gak usah OHan."


...


..


" Ih,sibuk sekali dengan hp, chat pacarnya yah." kata Monas mengagetkan Hani.


Hani jadi salting dan gelagapan.


" Eh enggak Bg, hehe..oh iya bg, aku masuk ke dalam yah mau magriban dulu." sahut Hani akhirnya.


 Betapa tidak,aku dibuat kaget dengan detak jantung yang tiba tiba tak menentu.


 


" Yah, entar lah. kita jamaah magrib nanti Han sama aku, Hem kita berdua saja hihi." kata Monas asal.


" Hehe..aku masuk dulu yah Bg." kata Hani sambil bangkit dan melangkah di ruangan wanita.

__ADS_1


Hampir satu bulan tidak berjumpa dengan Monas. Rasanya tidak karuan jantung Hani. Mungkin ada ambisi atau terlalu ngefans jadi jantung tidak beraturan jika berjumpa dengan Monas. Inilah yang memotivasi Hani ikut organisasi islam lebih rajin,karena ada orang yang di target kan. Iyah,mungkin saja.


 


__ADS_2