TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Mengungkit Kisah Lama


__ADS_3

" Halo!" sapa Arifah yang baru datang dengan membawa bungkusan serta tas jinjing yang berisikan pakaian.


" Fa, terima kasih ya sudah menolongku." sahut Hani sambil tersenyum.


" Oh iya Fa, suami dan anak Hani, kenapa tidak kemari?" sahut Monas yang mulai berakting.


" Hahh??" Arifah kaget dan tangannya yang dekat dengan Hani dicubit kecil sebagai isyarat untuk ikut berbohong.


" Oh itu, mungkin mereka sibuk dengan kerjaan nya .. hahahaha." sahut Arifah ikut terkekeh.


" Han, anakmu kubawa kemari yah." sambung Arifah sambil mengedipkan matanya ke Monas.


" Biar bisa kenalan dengan Om Monas, hahahaha." sambung Arifah lagi.


" Huuffff ! kalian menertawakan ku terus?" sahut Hani pelan.


" Habis kamu lucu Han, oh iya Han, aku tadi beli bubur ayam kesukaan mu, aku suapin yah." kata Arifah sambil mengambil bungkusan didalam plastik.


" Tadi sudah makan kok Fa." sahut Hani.


" Kapan?"


" Mana biar aku yang suapin Hani!"


" Eh? masih kenyang, nanti saja."


" Dikit-dikit makannya, mumpung masih panas lebih enak." kata Monas sambil menyuapi bubur itu kemulutnya Hani.


" Kenapa Abang disini terus? Apa tidak ada agenda acara untuk malam ini?" tanya Hani pelan.


" Kalau suami adek datang, Abang baru kembali ke hotel malam ini." jawab Monas sambil menahan tawanya.


" Oh!" sahut Hani singkat.


" Hem...jadi 5 tahun ini apa ceritanya bg?" tanya Hani.


" 5 tahun itu? "


" Iya setelah KKN itu?" tanya Hani


" Terakhir adek menelphon Abang waktu itu, adek mau memberi kabar kalau mau pulang ke Solo dan Ina akan menikah."


" Bukankah Abang ada janji selesai KKN akan ke Solo ingin bermain di grojogan Sewu? makanya adek mau mengingatkan itu semua, tapi Abang bilang lagi sibuk,akhirnya ...."


" Iya maaf."


" Tidak apa- apa, lagian semua sudah berlalu, sekarang kita sama- sama sudah berkeluarga,jadi tidak perlu dipermasalahkan lagi bukan?" cerita Hani panjang lebar. Hani mendapati Monas terkekeh geli.


" Ah...dari dulu Abang tidak pernah serius." sahut Hani akhirnya.


" Abang selalu serius kok!"


" Heem."


" Setelah KKN itu, Abang benar- benar sibuk sekali dek, menyelesaikan skripsi dan kuliah."


" Akhirnya wisuda dan melanjutkan S2 dan S3 di UI Jakarta."

__ADS_1


" Jadi tidak ada yang spesial antara Abang dengan Tiara, itu salah satu cara agar adek membenci dan menjauhi abang."


" Kenapa dulu, Abang memilih cuek dan menjauh dari adek? itulah yang menjadi penyesalan sampai saat ini dari abang."


" Tidak ada yang mengisi hati ini selama 5 tahun itu, Abang berusaha fokus menyelesaikan studi itu saja."cerita Monas panjang lebar.


" Lalu?" tanya Hani.


" Lalu Abang seperti sekarang! ketemu adek, dalam situasi dan kondisi yang tidak terduga." jawab Monas sambil menyuapi bubur ayam yang sudah mulai dingin.


" Bagaimana dengan adek selama 5 tahun ini?"


" Seperti yang Abang lihat! saya masih Hani seperti dulu."


" Iya, Hani yang selalu ceria, tetap baik hati dan tidak suka berbohong kan?" sahut Monas sambil tersenyum.


" Lalu? Kedatangan ke Solo ini dalam rangka apa?"tanya Hani menyelidik.


"Mengejar Cinta Abang yang pernah tertunda."


" Heemmm."


" Memang setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan, yang saya sesalkan ketika cinta itu mulai tumbuh,semua menjauh dan ketika lagi sayang sayangnya dia mematahkan semangat ku untuk meraih cinta itu." kata Hani pelan.


" Saya tidak ingin mengulangi kesalahan yang pernah kulakukan dulu, sampai lebih dari empat kali, semua sangat menyakitkan."


" Tapi,Abang tidak bermaksud menyakiti adek?"


" Saya paham itu!"


" Arifah dimana ya Bg? kira- kira besok pagi bisa pulang dari sini gak? mau dirumah saja!" sambung Hani.


" Istri orang mana bg?" tanya Hani dan kembali Hani mendapat jawaban yang tidak memuaskan dari Bg Monas. Bg Monas hanya tersenyum.


" Halo Hani! sudah sehat kah kamu? kamu mau apa biar ku belikan." kata Arifah yang tiba- tiba masuk ke bilik kamar.


" Aku mau rujak buah, boleh gak?" kata Hani asal.


" Kamu mau mati? usus baru dipotong makannya mau yang jorok- jorok gitu."


" Ya ampun, rujak buah dibilangnya jorok astaga naga!"


" Hehehe maksud Arifah jangan makan yang pedes dan kasar-kasar dulu dek."


" Fa, aku mau pulang ke rumah." rengek Hani.


" Kamu sudah kangen dengan suami dan anak- anak Lo!" sahut Arifah sambil melotot matanya.


" Hahahaha... iya kali Fa,sudah kangen dengan yang dirumah." celetuk Monas sambil mengedipkan matanya ke Arifah.


" Pokoknya besok harus pulang!"


" Iya! nenek - nenek bawel!"


" Bg, nanti gak perlu ke rumah ya, suamiku cemburuan." kata Hani pelan.


" Yang sudah punya suami!" sahut Arifah tertawa terbahak dan Monas pun ikut terpingkal - pingkal.

__ADS_1


" Bg, malam ini kembali ke Hotel?" tanya Arifah.


" Hemm..siapa yang nungguin Hani malam ini, suaminya saja gak mau datang." sahut Monas dan kembali disambut tawa terpingkal-pingkal oleh Arifah.


"Subuh saja aku kembali ke hotelnya dengan Ridwan karena pagi jam 09.00 acara seminar sudah dimulai."


" Saya boleh datang gak? " tanya Hani sedikit merengek.


" Kamu gak usah macam - macam,kamu masih dalam pemulihan. Lagian suamimu kan cemburuan." sahut Arifah sambil menahan tawa.


" Hahaha ... astagfirullah,kalian bikin perutku sakit." sahut Monas lagi. Kini giliran Hani memasang cemberut dan bibirnya maju satu senti.


"Hani, aku lap badanmu dulu yah?" sahut Arifah sambil mengambil baskom berisikan air hangat dan handuk kecil.


" Biar aku saja yang ngerjain!" kata Monas sambil mengambil handuk kecil itu. Hani jadi melotot matanya.


" Gak perlu! suami Hani cemburuan! lagian kalian berdua sudah sama - sama menikah jangan bermain api gitu loh." sahut Arifah sambil mengambil lagi handuk ditangan Monas.


" Hahahaha." Monas terkekeh.


" Ya sudah!"


" Abang ke kantin bentar sama Ridwan ya dek! mau nyari kopi."


" Heemm!" Hani mengangguk pelan.


Monas keluar dari bilik kamar dan mengajak Ridwan ke kantin di dalam rumah sakit.


Di kantin itu, Monas dan Ridwan memesan kopi capuccino.


" Persiapan besok pagi sudah matang Wan?" tanya Monas memulai pembicaraan sambil menyeruput kopi di depannya.


" Justru aku yang harus bertanya padamu Nas, kamu masih bisa fokus tidak untuk acara seminar besok?" sahut Ridwan balik bertanya.


" Hahahaha." Monas tertawa.


" Jadi bagaimana?"


" Bagaimana apanya?"


" Jadi Cewek ini yang dulu pernah kamu sukai?" tanya Ridwan menyelidik.


" Cewek mana lagi Wan?" kata Monas sambil nyengir.


" Yang lagi sakit! si Hani." jawab Ridwan.


" Kalau dipikir - pikir lucu juga ya kalian, sudah hampir bertahun - tahun tidak ada komunikasi,akhirnya bisa ketemu lagi." sambung Ridwan.


" Pertemuannya tidak diduga dan tidak direncanakan, makanya habis dari rumah makan itu kamu kelihatan bahagia sekali. Ternyata yang kamu cari si Hani ini toh?..hahahahaha." sambung Ridwan tanpa jeda. Monas yang mendengar cuma senyum senyum saja.


" Apa doamu saat ini Nas?" tanya Ridwan lagi.


" Semoga selamat dunia dan akhirat!" jawab Monas sambil menoyor kepala Ridwan.


" Memang gak ada serius - serius nya ini orang." kata Ridwan.


" Jangan lupa,itu dia yang bagus harus di amin kan!" sahut Monas sambil bangkit dari duduknya.

__ADS_1


" Amin!...amin!" kata Ridwan sambil menyusul Monas kembali ke ruang inap Hani dirawat.


__ADS_2