TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU

TUNGGU LAH KU DAN JAGA HATIMU
Pernikahan Hani dan Monas


__ADS_3

Hari yang di tunggu telah tiba. Pernikahan Hani dan Monas yang sudah lama di nanti akan segera di laksanakan. Hari Sabtu tanggal 10 - 10 - 2010 jam 10.00 wib ijab kabul pun di ucap kan.


" Saya terima nikahnya Rahmadhani Ayu Hani Puti binti Sulaiman dengan mas kawin tersebut di bayar tunai." ucap Monas dengan satu kali tarikan nafas.


" Sah?"


" Sah?" serentak orang - orang berucap.


Monas menghela nafas, dan merasa lega setelah mengucapkan kalimat tersebut.


Hani yang ada di sebelah nya menangis haru. Menjabat tangan suaminya itu dengan tulus. Kini secara utuh,dia benar - benar menjadi istri yang sah secara agama dan hukum.


Hani dan Monas mendekat ke orang tua mereka. Sungkeman sebagai tanda penghormatan sebagai anak kepada orang tua yang melahirkan kan.


" Ayah! Sekarang Hani sudah menikah. Doa kan anakmu ini menjadi istri yang patuh terhadap suami dan juga keluarga. Hani minta maaf, sebagai anak belum memberikan kebahagiaan untuk ayah dan ibu." kata Hani pelan dengan suara bergetar.


" Iya anakku, doa ayah selalu terbaik untukmu. Setelah ini, sudah lepas tugas untuk menikahkan anak - anak ayah. Jika Tuhan mengambil nyawa ayah, ayah sudah siap."kata ayah Hani dengan suara bergetar.


" Ayah! Jangan bicara seperti itu. Hani masih membutuhkan ayah dalam membimbing Hani. Ayah harus menyaksikan cucu ayah sampai mereka punya cicit." kata Hani sampai terisak.


" Jodoh, rejeki,maut hanya Tuhan yang tahu,Hani. Kamu harus selalu ingat,baik buruk nya suamimu, dia sudah menjadi jodohmu. Tutupi lah segala aib dan kekurangan suamimu dengan kelebihan mu."


" Baik ayah!' kata Hani sambil menyeka air matanya dengan lembut.


" Ibu! Hani meminta maaf yang sebesar-besarnya. Doa kan Hani bisa menjadi ibu yang baik bagi anak-anak Hani kelak. Selalu sabar dalam mendidik dan membesarkan seperti ibu yang membesar kan Hani. Kesuksesan Hani berkat doa - doa ibu di malam hari. Terimakasih ibu." kata Hani sambil terisak.


" Iya anakku! Ibu tidak sanggup berucap. Hanya doa yang terbaik untuk mu anakku." kata ibu Hani sambil meneteskan air mata itu.


Mereka saling berpelukan, seolah inilah awal perpisahan bagi mereka. Bukan! Bagi orang tua Hani ini adalah awal melepaskan anaknya untuk di serahkan kepada suaminya.


Hani dan Monas kembali duduk di tempat kursi pengantin. Mereka mengenakan jas putih dan kebaya putih di acara ijab kabul mereka. Acara sakral bagi pernikahan mereka.


" Hani! Selamat ya sahabatku! Jadi istri yang baik ya sayang!" kata Arifah sambil mencium pipi kanan kiri Hani lalu memeluknya dengan erat.


Arifah dan Hani terharu. Mereka adalah sahabat yang sudah menjadi saudara. Mungkin saja Arifah merasa dengan Hani menikah, tanggung jawab sepenuhnya pada suaminya. Posisi sahabat sedikit ada batasan nya.


"Abang! Jaga Hani baik - baik ya, jangan sia - sia kan Hani." kata Arifah dengan suara bergetar.


" Insyaallah Fa! Terimakasih untuk semua nya Fa!" kata Monas sambil menjabat erat tangan Arifah.

__ADS_1


" Halo Bro! Jadi suami yang baik ya!" kata Ridwan penuh semangat. Dia tidak ingin menangis. Karena baginya tiap tetes air mata nya sangat berharga ( gengsinya besar).


" Terima kasih Ridwan." kata Monas sambil tersenyum.


"Kamu kapan menyusul?" sambung Monas sambil melirik Arifah yang mulai menjauh dari Ridwan.


" Kamu kan tahu, aku belum menemukan orang yang pas."


" Sepatu kali, pas" sahut Monas.


Acara pernikahan Hani dan Monas berjalan dengan tertib dan lancar. Tamu undangan yang hadir dari kedua belah pihak memenuhi rumah Mas Joko sampai di halaman rumahnya yang luas. Acara ijab kabul di pagi itu berjalan lancar.


Di malam hari nya, acara pernikahan dilanjutkan. Resepsi pernikahan di gelar di hotel berbintang. Acara megah dan meriah di gelar. Tamu - tamu undangan yang hadir saling berdatangan.


Monas dan Hani bagaikan seorang raja dan ratu di malam itu. Baju - baju pengantin dengan berbagai corak dan model beberapa kali ganti di badan mereka. Musik sabiyan pun ikut meramaikan acara resepsi mereka. Foto - foto bersama dengan tamu - tamu dan keluarga berganti an.


Monas dan Hani tersenyum bahagia. Hari ini mereka bersyukur bisa melaksanakan acara pernikahan itu dengan lancar dan sukses.


" Selamat ya bang, titip Hani!" kata Agus sambil memberi salam dan pelukan Monas.


" Terimakasih Gus! Mau datang di acara pernikahan kami." kata Monas sambil tersenyum.


" Tentu saja aku datang!" kata Agus.


" Terimakasih Gus! Aku tidak pernah lupa kebaikan mu terhadapku." sahut Hani sambil menunduk.


Di belakang Agus, ada Sofiana dan Amanda,Rohani dan juga kawan - kawan kampus nya.


" Hani! Selamat yah!" teriak Amanda sambil memeluk dan mencium pipi Hani.


" Terimakasih Amanda, sudah mau datang!" kata Hani dengan senyum yang khasnya.


" Selamat Hani! Doa yang baik - baik untuk mu ya sayang!" kata Sofiana sambil tersenyum dan mencium pipi Hani.


" Terima kasih Sofiana."


" Hani! Selamat ya! Harus nurut dengan suami yah!" kata Rohani sambil tersenyum.


" Jaga Hani baik - baik ya bang." kata Rohani kepada Monas.

__ADS_1


" Insyaallah. Terimakasih sudah datang ya!"


Acara malam itu di lalui oleh mempelai dengan bahagia. Rasa lelah dan capek tidak di hiraukan. Kebahagiaan mereka tidak bisa di lukis kan dengan kata - kata mutiara.


Mereka telah di satukan dalam janji suci sehidup semati. Mereka telah di pertemukan dalam perbedaan. Mereka saling mengisi kekurangan masing-masing. Mereka akan selalu mengasihi. Dalam ikatan yang suci.


" Apakah kamu bahagia dek?" tanya Monas berbisik di telinga Hani.


" Alhamdulillah, aku bersyukur dengan semua yang ku terima hari ini." jawab Hani.


" Abang bahagia bisa bersanding denganmu." kata Monas sambil menggenggam tangan Hani.


" Terimakasih atas kasih sayang Abang terhadapku. Aku akan berusaha menjadi istri yang baik untukmu." kata Hani sambil menatap lembut laki - laki di samping nya itu.


" Demikian juga aku, aku akan berusaha menjadi suami yang baik untukmu."


" Amin. amin ya Allah."


Sepanjang malam acara resepsi itu di gelar. Sampai akhirnya mempelai beristirahat di dalam kamar hotel berbintang yang super mewah dan megah itu. Di kamar pengantin yang berhiaskan melati dan bunga - bunga warna - warni.


" Dek?"


" Hem?


" Kemarilah!" panggil Monas sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.


" I love you!" kata Monas pelan.


" I love you to!" jawab Hani hampir tak terdengar.


Malam itu malam terindah bagi kedua nya. Menikmati malam - malam indah yang panjang.


Bagaikan sepasang burung merpati yang tidak akan pernah mengingkari janji. Mereka bersatu dalam ikatan suci. Semoga menjadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah.


Amin.


 


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR NYA YA! BERIKAN KRITIK DAN SARAN YANG MEMBANGUN!

__ADS_1


CERITA NOVEL INI MASIH BERLANJUT.


BAGAIMANA KELANJUTAN CERITA SELANJUTNYA? IKUTI EPISODE BERIKUTNYA.


__ADS_2