
Sejenak keheningan melanda ruangan itu, tempat dimana Vee yang baru saja tersadar beberapa saat yang lalu dan kini tengah dikelilingi oleh keluarga dan juga sahabat dari suaminya.
Meski kini mereka sedang berada dalam kondisi yang tak mengenakkan karena kejujuran yang tengah dipertanyakan oleh semua orang tentang siapa sebenarnya Ongkoseno Widjojo yang sekarang.
Isakan kecil terdengar dari mulut para wanita yang tentunya sangat menyayangi Seno. Saat mereka menantikan sebuah kejujuran yang entah bagaimana bisa membuat mereka bahkan sudah menangis meski belum tahu bagaimana yang sebenarnya.
"Apa masih lama? Cepat dong. Lama banget" gerutu Richard yang memang tingkah kesabarannya hanya sebesar biji sawi.
"Nggak nak, kamu adalah Seno. Seno anaknya mommy. Nggak mungkin ada orang lain di dalam dirimu, kamu itu anaknya mommy" kata Mommy Seno sambil memeluk anaknya dengan sayang.
Berharap Seno bisa merasakan kasih sayangnya dengan setulus hati.
"Saya sangat minta maaf, terutama pada ibu dan ayah karena telah merahasiakan semua ini. Tapi jujur, saya memang sedang mencari waktu yang tepat untuk membicarakan semuanya dengan ayah dan ibu. Dan belum juga saya mendapatkan waktu yang tepat, ternyata sidah ada orang yang terlebih dahulu mengetahui tentang rahasia ini" ucap Seno sendu, bahkan matanya pun ikut berkaca-kaca, sama seperti papanya yang ingin menangis tapi tak bisa.
"Bagaimana semua ini bisa terjadi? Tolong ceritakan yang sebenarnya pada mommy, tolong" kata Mommy Seno yang kini memegang tangan Vee penuh harap.
Mommy ingin mendengar kisah pilu anaknya, meski nanti mungkin akan sangat menyakitkan baginya, tapi itu akan lebih baik untuk diketahui daripada hidup dalam kebohongan.
"Setahuku dari cerita yang Viona katakan, dia telah menaruh racun di minuman yang disiapkan untuk kak Seno. Dan sialnya, kak Seno meminumnya hingga membuat nyawa kak Seno diujung tanduk saat aku menemukannya di sebuah hutan lindung di dekat kawasan rumahku, ma" kata Vee mulai bercerita.
"Kenapa Viona itu sangat tega melakukan itu terhadap Seno?" tanya Mommy dengan sangat geramnya, tak menyangka jika ada manusia sejahat Viona.
"Karena menurut Viona, hanya kak Seno yang mengetahui rahasianya yang telah merubah wajahnya agar bisa sama dengan kak Aish dan mengganti identitasnya sebagai Helen, kakak dari Daren" lanjut Vee.
Dari sini, hati Aish jadi hancur. Karena obsesi seorang wanita yang menggilai suaminya malah mencelakai sahabatnya.
"Dan Helen bilang, kalau kak Seno mengancamnya untuk mengatakan rahasia itu kepada kak Aish. Dan Helen merasa kalau itu adalah sebuah ancaman terbesarnya" kata Vee lagi.
"Lalu bagaimana kondisi Seno saat kamu menemukannya, Vee?" tanya Mommy Seno.
"Malam itu, saat aku sedang hunting foto dan video, ada sebuah mobil van yang datang dan dari dalam mobil itu turun beberapa orang berbaju formal dan sepasang lelaki dan perempuan yang ternyata adalah Helen dan Daren sedang berusaha membawa sebuah plastik besar yang berisi kak Seno yang sedang sekarat di dalamnya" tutur Vee menceritakan kejadian di masa lalu.
__ADS_1
"Saat HoRoCi datang membantuku, kumpulan Helen ketakutan dan pergi. Dan saat itulah aku mendekati plastik besar yang ternyata berisi seorang pria yang ternyata adalah kak Seno yang nyawanya sudah diujung tanduk, dan kebetulan ternyata jiwa kak Seno dan jiwa kak Hideo ternyata cocok" Vee meneruskan penjelasannya.
"Sebelum kak Seno pergi, dia sempat mengucapkan sesuatu padaku. Dia bilang kalau dia sangat menyayangi orang tuanya dan memintaku untuk menyampaikan permintaan maafnya untuk Mama dan Papa. Dan juga, kak Seno bilang untuk berhati-hati dengan wanita yang bernama Helen, dia juga bilang kalau dia menyayangi princess Aish dan semua sahabatnya" tutur Vee yang semakin membuat tangisan Aish semakin kencang.
"Lalu kenapa kamu tidak bilang tentang pesan terakhir Seno padaku waktu itu, Vee? Kalau saja sejak awal kau katakan" ujar Aish dengan berair mata.
"Aku tidak berani kak, kalau aku menyampaikan pesannya, berarti aku juga harus siap untuk mengatakan semuanya pada kalian" jawab Vee.
Dan tiba-tiba, tubuh Seno mengalami kejang-kejang. Matanya melotot dan mengarah ke atas hingga hanya terlihat putihnya saja.
Semua orang di ruangan itu jadi kebingungan. Suara tangis histeris memecah suasana. Mommy dan Aish yang utama, tangisan mereka berdua terdengar sangat menyayat hati.
Bahkan Hendra yang dibantu Richard tak juga bisa menenangkan goncangan tubuh Seno yang ternyata sangat kuat. Tak seperti yang mereka lihat.
"Gila sih ini, mendingan panggil dokter saja deh" kata Richard sedikit berteriak.
"Bentar, Ri. Gue ngerasa ada pertarungan energi di dalam tubuhnya. Kita pegangin saja dulu biar dia nggak jatuh" jawab Hendra tak kalah bingung.
Tapi rupanya benar apa yang Hendra katakan, lama kelamaan guncangan di tubuh Seno mulai berkurang dan menghilang.
Kini, setelah sekitar sepuluh menit bertarung dengan diri sendiri, Seno nampak lemas dan duduk sambil menunduk di kursinya. Kepalanya tertunduk lesu dengan tatapan mengarah ke lantai.
"Seno, nak. Kamu nggak kenapa-kenapa kan?" tanya Mommy Seno yang memberanikan diri untuk mendekati anaknya.
"Sen, lo bisa denger suara kita, kan?" tanya Aish yang ikut berdiri di sisi sahabatnya, menggeser posisi Richard.
Perlahan Seno mengangkat kepalanya, dan memandangi orang-orang yang berada di sekelilingnya dengan tatapan aneh.
Dan tatapannya terhenti saat dia saling berpandangan dengan Vee. Kedua orang itu saling menatap dalam dan berusaha untuk saling mengenal.
"Kak Seno?" gumam Vee lirih, dengan tatapan penuh pada pria yang masih bungkam.
__ADS_1
"Maksud kamu, dia itu Seno? Seno anakku, Vee?" tanya Mommynya.
Vee masih terdiam, memandangi lekat netra coklat terang milik Seno yang terlihat sangat manis. Berbeda dengan netra pekat milik Hideo yang terkesan tegas dan dingin.
"Kenapa kalian diam saja? Apa yang sebenarnya sedang terjadi? Tolong katakan sama gue, Vee. Siapa dia ini?" tanya Aish yang merasakan aura kedatangan Seno yang asli di sekitarnya.
Seno yang selalu memberikan suasana hangat dan nyaman dengan sikap cerianya. Tapi apa mungkin kalau dia yang sedang berada di dalam tubuh itu sekarang?
Padahal tadi seperti yang telah Vee sampaikan kalau jiwa Seno sudah tergantikan dengan jiwa milik Hideo.
Apakah mungkin jika sebuah jiwa yang sudah ditarik untuk kembali ke sisi Tuhannya akan bisa kembali ke dunia barang untuk sementara waktu?
"Sen, ini lo kan? Gue bisa ngerasain kalau ini beneran lo. Tapi please, jawab pertanyaan kita kalau ini adalah lo, bukan jiwa dari orang lain" kata Hendra sambil mengguncang pundak sahabatnya.
"Ehm... Su... Susah... Se... sekali...un...untuk...ber...berbi...ca..ra.." perkataan aneh keluar dari mulut Seno.
Seperti yang teman-temannya duga, Seno memang akan selalu bertingkah konyol di setiap kesempatan.
Dan gak itu membuat Aish, Hendra dan kedua orang tua Seno tersenyum haru.
Jika benar itu adalah Seno, setidaknya mereka masih punya kesempatan untuk berpamitan dengan orang yang mereka sayangi sebelum benar-benar ditinggal pergi olehnya, untuk selamanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1