Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
Viona


__ADS_3

Nasibnya bagai diujung telur diujung tombak. Vee sudah kehabisan akal untuk mencari cara agar bisa setidaknya mengelabuhi orang-orang yang sedang mengitarinya ini. Atau bahkan bisa segera pergi dari tempat ini.


"Nama kakak, siapa?" tanya Vee yang masih sedikit merasa risih pada si raja ular.


Tak seperti yang lainnya, Vee bisa melihat dengan jelas bentuk dan bau amis dari tubuh si raja ular yang tak bisa orang lain ketahui.


Wanita cantik yang mendengar pertanyaan dari Vee itu menyunggingkan senyuman. Lantas mendaratkan pantatnya ke ubin untuk bisa lebih leluasa saat berbicara dengan Vee.


Karena di posisi berjongkok, tentu sangat menyakitkan baginya.


"Perkenalkan, nama gue Helena Virginia. Panggil saja gue Helen. Gadis cantik dan baik hati yang sedang merambah dunia tarik suara" kata wanita itu memperkenalkan dirinya.


"Oh iya, kakak ini kan yang waktu kak Seno konser di Malang juga ikut nyanyi ya? Terus kalau nggak salah, kak Helen ini yang terus-terusan mepetin kak Richard, bukan sih?" tanya Vee yang mulai teringat dengan suasana di ruang ganti saat dia tersesat dan mendapati dirinya ada di ruang artis waktu itu, saat pertama kali dia bertemu secara langsung dengan Senopati OW.


"Ehm, Richard ya... Ya, Richard itu segalanya buat gue. Dia itu ganteng banget kan? Meskipun dia terkesan cuek dan jahat, tapi dibalik semua sifat menyebalkannya itu ada sosok yang lembut dan penyanyang. Gue selalu jatuh ke dalam pesonanya" tutur Helen sambil senyum-senyum sendiri, seperti anak perawan yang sedang jatuh cinta.


Mendengar curahan hati seorang Helen, membuat Vee sedikit melirik ke arah si raja ular yang mulai terlihat raut wajah suramnya.


Ehm, mungkin pria siluman itu merasa cemburu karena wanitanya sedang memuji pria lain di hadapannya.


"Uwah, bagus nih kalau dibikin drama" timbul ide licik dalam otaknya, sambil tersenyum licik, Vee semakin bersemangat untuk membuat dua sejoli beda dunia itu setidaknya sedikit bergaduh lah.


"Bukannya kak Richard itu pacarnya kak Aish ya, kak? Kenapa bisa kak Helen mencintai pacar orang lain sih?" mulailah Vee memulai idenya, sementara Daren terlihat sedikit geram.


Entahlah, Vee belum mengerti circle kehidupan mereka. Dan di kesempatan kali ini, berhubung ada kesempatan bagus untuk mengintrogasi, tentu Vee tak menyia-nyiakan kesempatan itu karena belum tentu setelah ini dia bisa bebas dari tempat itu, kan?


Jadi, seperti yang mereka katakan, setidaknya bila takdirnya harus menghadapi ajal di tempat itu maka tidak ada lagi rasa penasaran dalam hatinya.


"Kau tahu yang namanya cinta pada pandangan pertama, Vee?" tanya Helen dengan pandangan penuh cinta.


Vee hanya menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Helen.

__ADS_1


"Sudah kuduga! Kau itu sama saja seperti Si Princess Aish yang bodoh itu. Aku sangat heran kenapa si Aishyah itu sangat disayangi oleh orang-orang di sekitarnya. Padahal dia itu sangat bodoh, miskin, dan tidak tahu diri" berubahlah mimik wajah Helen saat membahas tentang Aishyah, wajah penuh amarah terlihat sangat nyata.


"Kenapa bisa begitu kak? Jujur aku sangat tidak mengerti masa lalunya kak Seno maupun kak Aish. Dan bagaimana bisa kak Helen ini berwajah sangat mirip dengan kak Aish, tapi malah sangat membencinya?" heran Vee, sungguh semua yang Helen utarakan seperti berputar-putar di otaknya.


"Ehm, apa mungkin sebenarnya kalian kembar tapi tak diasuh oleh orang yang sama?" tebak Vee.


"Hahaha, gue kembar sama cewek bego itu? Najis!" bentak Helen.


"Lantas kenapa bisa wajah kalian sangat mirip?" tanya Vee semakin heran.


"Asal lo tahu ya Vee yang bego, demi rasa cinta gue sama Richard, gue rela membuat wajah cantik asli gue harus dioperasi agar bisa semirip mungkin sama cewek sialan si Princess Aish yang bodoh itu" bentak Helen tepat di wajah Vee, sambil menarik-narik kerah baju Vee sampai gadis itu harus menutup matanya.


"Cukup, brengsek. Jangan lo sakitin Vee di hadapan gue" ancam Daren yang berusaha menghentikan aksi Helen.


"Hahahaha, bagus... Drama yang bagus banget" ucap Helen sambil bertepuk tangan melihat aksi Daren.


"Cukup lo pakai identitas kakak gue demi keegoisan lo. Jangan sampai lo sakitin Vee di depan mata gue" bentak Daren yang mendapat sambutan tak menyenangkan dari si raja ular yang mulai mendesis saat melihat wanitanya diperlakukan tak baik oleg orang lain m


"Bukannya kakaknya kak Daren bunuh diri?" tanya Vee semakin penasaran.


"Ya, benar. Dan semua itu gara-gara pacar terkutuk lo itu Vee. Jadi, please. Kalau lo memang sayang sama nyawa lo, please tinggalin pacar lo itu. Dan datanglah ke gue. Nanti gue pastikan untuk bisa membahagiakan elo daripada pacar sialan lo itu" kata Daren sambil mengelus wajah Vee yang sudah sedikit cemong.


"Ini maksudnya bagaimana sih kak? Jadi, sebenarnya Helen itu nama dari kakaknya kak Daren?" tanya Vee.


"Ya, sayang. Nama kakak gue itu adalah Helen, yang sekarang identitasnya dipakai oleh wanita licik ini. Dan bodohnya gue dulu adalah mau untuk ikut di dalam permainannya" tutur Daren.


"Jadi, lo menyesal adikku?" tanya Helen dengan senyum liciknya.


"Tentu. Karena lo memperlakukan gue seperti pembantu lo. Padahal semua yang lo miliki ini adalah milik gue" bentak Daren yang rupanya juga ingin mengeluarkan semua unek-uneknya pada si wanita iblis itu.


"Tunggu! Berarti, sebenarnya nama Helen itu adalah nama dari kakaknya kak Daren yang mati bunuh diri, dan dipakai oleh kak Helen yang sekarang? Yang wajahnya dioperasi biar mirip sama kak Aish ini ya?" gumam Vee yang mulai bisa menarik benang merah dari semua kejadian yang dia alami selama ini.

__ADS_1


"Kak Helen yang sekarang ini melakukan operasi plastik demi bisa mendekati kak Richard, pacarnya kak Aish, temannya kak Seno" gumam Vee lagi.


"Dan kak Helen yang mati bunuh diri itu merasa patah hati karena kak Seno yang nggak menggubris perasaannya" gumam Vee lagi, sementara Daren dan Helen masih beradu mulut.


"Jadi, wanita ini mengaku bernama Helen sebelum keluarga kak Daren mengumumkan jika Helen yang asli sudah meninggal".


"Ehm, menarik sekali masalah mereka ini. Jadi, siapa dan bagaimana wujud asli Helen yang sebenarnya, ya?" tanya Vee dalam hatinya.


"Diam!" bentak Vee saat telinganya mulai kesal karena mendengar perdebatan tidak penting antara Daren dan Helen.


Kedua kakak beradik palsu itu kompak menoleh ke arah Vee dengan pandangan masih penuh amarah.


"Boleh saya lihat foto kak Helen yang asli, nggak?" tanya Vee lirih, takut Daren menjadi marah karenanya.


"Tentu, lihatlah betapa cantik dan baik hatinya kakak perempuan gue" kata Daren sambil membuka dompetnya.


Mengambil sebuah foto berukuran potrait yang menampilkan sesosok lugu gadis belia yang tersenyum ceria dengan membawa boneka di tangannya.


Vee sangat terkejut melihat foto itu. Pasalnya, gadis dalam foto itu sangat mirip dengan sosok berwajah hitam yang selama ini selalu berada di dekatnya saat sedang di kampus, bukan?


"Jadi, selama ini sosok ini sebenarnya ingin apa ya dariku? Kenapa dia hanya diam tak bersuara saat bertemu denganku?" gumam Vee dalam hatinya.


"Kenapa Vee? Lo bisa lihat kan dari wajahnya kalau kakak gue itu baik? Nggak seperti wanita ini, gue sangat menyesal harus mengizinkan wanita ini untuk menggunakan identitas kakak gue" keluh Daren lagi, menyulut amarah di hati Helen palsu.


"Kalau kak Helen, siapa sebenarnya nama asli kakak sebelum memakai nama Helen?" tanya Vee lagi.


"Gue adalah Viona" jawab wanita itu dengan bahagia, karena setelah sekian lama dia bisa menyebutkan nama aslinya. Dan itu membuat hatinya sangat bahagia.


"Viona?" gumam Vee sedikit bingung, ada lagi satu nama yang belum dia kenal sama sekali.


Siapa sebenarnya Viona? Dan kenapa dia bisa sejahat itu melakukan semua ini?

__ADS_1


__ADS_2