Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
deal, Jum'at yaa


__ADS_3

"James, sini" teriak Vee saat melihat James baru saja menuruni motornya.


Sudah ada Rey yang berdiri di samping Vee bersama Senopati yang memakai masker dan topi.


"Tumbenan nunggu disini, ada apaan?" tanya James yang belum menyadari keberadaan Seno.


"Kenalin, ini kak Seno" kata Vee memperkenalkan Seno.


James sedikit memicing, dia tentu tahu tentang Senopati. Apalagi dia pernah menjadi fansnya sebelum Seno memutuskan untuk mengundurkan diri dari dunia hiburan.


"Bentar deh, dia bukannya Senopati ya Vee? Artis sekaligus penyanyi itu kan?" tanya James bersemangat.


"Iya, tapi nggak usah keras-keras ngomongnya" kata Vee sambil memperhatikan sekelilingnya, untung saja tidak ada yang mendengar suara James.


"Uwah, jadi cewek yang gosipnya dekat sama Seno itu beneran lo ya, Vee? Nggak nyangka banget gue" kata James, tentu nyalinya semakin menciut saat tahu kalau saingannya seberat Senopati. Ya meskipun sebenarnya tujuannya sekarang hanyalah ingin berteman saja dengan Vee.


"Sudah, nggak usah bahas itu. Sekarang ada yang lebih penting. Silahkan kak kalau mau ngomong" kata Vee.


"Oke, saya langsung saja ke intinya" kata Seno yang sekarang tak suka berbasa-basi.


"Saya dengar dari Vee, kalau kalian akan ikut bersamanya di acara camping kampus. Dan karena adanya sedikit masalah dengan keamanan Vee, saya harap kalian berdua sebagai lelaki sekaligus teman darinya, saya hanya ingin kalian menjaga Vee saat dia jauh dari jangkauan saya. Apa kalian bersedia membantu saya untuk menjaganya?" tanya Seno.


"Ihh, kakak apa-apaan sih. Kok malah bilang begitu" ujar Vee sedikit cemberut, memangnya dia anak kecil yang harus dititipkan pada orang lain?


James dan Rey jadi saling pandang, dalam hati mereka bertanya-tanya tentang keselamatan Vee yang Seno maksudkan.


"Kalian berdua tidak perlu khawatir, saya hanya ingin kalian tidak pernah meninggalkannya dan selalu memperhatikannya. Karena bukan masalah besar seperti yang kalian kira" kata Seno.


Kembali Rey dan James saling pandang. "Bagaimana dia bisa tahu pikiran gue?" gumam Rey dan James dalam hatinya.


"Bagaimana? Apa kalian mau membantu saya untuk menjaganya?" tanya Seno sekali lagi.


"Ehem, tentu sebagai teman, kami akan selalu menjaganya" ucap Rey.


"Ya, Rey benar. Gue pasti akan memastikan keselamatan Vee dengan sepenuh hati gue" kata James.


"Baiklah. Terimakasih kalau begitu. Saya akan berusaha percaya dan mempercayakan keselamatan Vee pada kalian berdua" kata Seno.


Sama sekali Seno tak melihat jika ada tujuan buruk dari kedua teman Vee ini. Seno jadi sedikit tenang untuk melepas kepergian Vee mengikuti kegiatan camping Minggu nanti.


"Kakak ini apa-apaan sih. Tapi makasih loh buat kalian berdua yang sudah mau dan rela jadi satpam aku" kata Vee manja.


"Lebih ke arah kasihan sih sebenarnya, Vee" ucap Rey yang membuat Vee memalingkan wajah sambil cemberut.


"Yasudah, saya pergi dulu. Dan untuk sosok wanita berwajah hitam itu, saya rasa tidak lama lagi kalian akan mengetahui maksudnya" ujar Seno.


Vee dan Rey jadi mengikuti arah pandang dari Senopati. Rupanya sosok itu kembali melihat ke arah Vee dengan tatapan datar lagi, bukannya tatapan tajam seperti kemarin.


"Mulai deh, bergaul sama kalian berasa lagi syuting film horor" kata James sambil mengusap tengkuknya yang sedikit merinding.


Memang sosok wanita itu tengah berdiri tak jauh dari James. Sekitar tiga meter dari mereka semua.


"Baiklah, saya pergi dulu Vee. Kamu harus belajar dengan baik. Jangan bermain-main saat kuliah" kata Seno sambil mengusap pucuk kepala istrinya.


"Iya kak" jawab Vee santai dan membiarkan Seno pergi dengan mobilnya menuju ke kampusnya sendiri.


"Yuk ke kelas" ajak Vee setelah kepergian Seno.

__ADS_1


James dan Rey hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah Vee menuju ke kelasnya. Meninggalkan sosok wanita berwajah hitam yang masih saja melihat tanpa mau bersuara.




"Oke semuanya. Mohon perhatiannya" suara Daren selaku ketua dari ekskul ini memecah keriuhan suasana.



Melalui pengeras suara, cowok itu membuat semua anggota memperhatikannya.



"Terimakasih untuk anggota baru kita yang sudah resmi bergabung di ekskul ini" kata Daren mengawali sambutannya.



"Seperti yang sudah kita rencanakan, akhir pekan ini kita akan mengadakan camping sekaligus perkenalan anggota baru kita di bumi perkemahan gunung X" kata Daren yang mengundang tepuk tangan dari semua anggota.



"Camping akan dilaksanakan selama tiga hari. Start di Jum'at sore sampai Minggu sore. Pastikan kalian membawa alat-alat yang sudah dicatatkan di papan tulis dan barang pribadi kalian sewajarnya, ingat! Jangan membawa barang berlebihan, karena itu hanya akan menyulitkan kalian" kata Daren.



"Jika ada yang belum jelas, silahkan bertanya" kata Daren lagi.



Vee hanya bisa diam sambil terkagum-kagum melihat Daren yang berbeda saat menjadi ketua dan sedang memberi sambutan seperti tadi. Dia tidak menyangka jika Daren bisa se-cool itu.




"Apaan sih Rey" ucap Vee sembari mengecek keadaan bibirnya. James yang juga duduk di dekat Vee hanya visa tertawa melihat respon Vee.



"Baiklah jika sudah tidak ada lagi yang perlu dipertanyakan, kita bisa akhiri pertemuan kita sore ini. Terimakasih atas kedatangan kalian, sampai bertemu Jum'at besok dan persiapkan diri kalian untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan kita di camping nanti" ucap Rey bersemangat.



Setelah meeting singkat itu, Vee dan kedua temannya bersiap untuk pulang. Karena memang sudah tak ada lagi mata kuliah yang harus mereka ikuti.



"Tunggu Vee" cegah Daren yang melihat Vee, Rey dan James sudah bersiap pergi.



"Ada apa kak?" tanya Vee heran, rapi senang juga dia karena Daren menghampiri.



"Thank's ya. Lo sudah mau gabung. Gue harap lo nanti juga ikut camping" kata Daren yang tak henti-hentinya menebarkan senyum mempesona di mata para gadis.

__ADS_1



"Iya kak. Kalau mereka berdua nggak setuju, aku juga nggak bakalan ikut" kata Vee menunjuk kedua temannya yang berdiri di sisinya.



"Oh, ok. Thank's juga buat kalian berdua" ujar Rey tak melunturkan senyumnya.



"Lo kelihatan bersemangat banget ngajak Vee ikut" kata Rey yang sudah sangat penasaran, dia memang sedikit frontal orangnya.



"Tentu, siapa yang nggak suka kalau cewek secantik Vee ikut gabung sama gue" kata Daren tanpa mengalihkan pandangan dari Vee.



"Cg, basi" gerutu James, yang sudah tentu mendapat cubitan kecil dari Vee.



"Yasudah, kita balik duluan ya kak. Sudah ditunggu sama supir soalnya" kata Vee tak enak hati.



"Oke. Be carefull. See you at Friday" ujar Daren.



Vee mengangguk senang, "Dah kak" pamitnya diikuti oleh kedua temannya.



Lagi, sosok wanita berwajah hitam itu kembali menatap ke arah Vee dengan sangat tajam saat dia dan kedua temannya berjalan bersama menuju ke arah parkiran.



Meski suasana terbilang cukup ramai karena anggota yang lain juga tengah menuju ke arah yang sama, tapi tak membuat sosok wanita berwajah hitam itu nampak takut untuk menampakkan diri. Ya walaupun sepertinya cuma Vee dan Rey yang menyadari keberadaannya.



Dengan langkah sedikit terburu-buru, Rey dan Vee sepertinya merasa sedikit takut jika melihat raut si wanita seperti ini.



"Tungguin dong. Kalian kayak di kejar setan aja" gerutu James yang berusaha mengimbangi langkah kedua temannya yang sedikit berlari.



Tapu Vee dan Rey tak menggubrisnya, mereka berdua hanya ingin segera lepas dari tatapan si wanita.



.


.

__ADS_1


.


__ADS_2