Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
HoRoCi yang terbangun


__ADS_3

Hideo dalam dilema!


Satu sisi dia harus menambah energinya dengan cara menyerapnya dari Bogo, makhluk besar yang terlihat lemas dalam pengaruh mantranya.


Sementara si empunya makhluk juga tengah mempertahankan anak buahnya dengan menggunakan ancaman Vee yang sebenarnya adalah prioritas hidup Hideo kali ini.


Dan jangan lupakan ibunya yang juga butuh pertolongan agar bisa segera kembali ke alam manusia sebelum terlambat.


Dalam kepanikan, Hideo harus berfikir cepat. Dan satu-satunya cara yang terfikir olehnya adalah membangunkan HoRoCi yang sedang tertidur di dalam kalung kristal yang Vee kenakan untuk membantu melindungi Vee.


Hideo yakin jika mereka bertiga sudah cukup kuat untuk menolongnya dan akan segera dikembalikan setelah Vee aman.


"Hahaha, menyerah saja kau makhluk tampan. Kau akan menjadi raja jin yang sangat dipatuhi jika mau bergabung denganku dan menjadi pengikutku" tutur si pria berkupluk dengan senangnya, dia yakin jika Hideo sudah dalam posisi yang terjepit.


Dalam diam, Hideo telah merapalkan mantra untuk mengeluarkan HoRoCi dari kalung kristal.


Sementara dia juga sedang berusaha mempertahankan Bogo dalam pengaruhnya.


Dalam kepanikan, Vee merasa kalungnya bergetar hebat. Hal yang semakin membuatnya panik karena sosok berwajah hitam di depannya ini juga masih saja mengganggunya.


Sosok itu mengulurkan tangannya yang dipenuhi kuku panjang dengan mengeluarkan suara geraman menyeramkan. Dan jangan lupakan tetesan air liur yang berbau amis, sungguh sangat berbeda dengan sosok diam yang biasa dilihatnya selama ini.


Tangan yang terjulur itu sudah sampai di leher Vee dan mencengkeramnya erat. Tentu Vee merasa sakit dan takut dalam waktu yang bersamaan.


"Kak Hideo, tolong aku" entah mengapa dalam keadaan terjepit seperti itu, nama Hideo yang terngiang dalam benaknya.


"Ah .. sakit" kata Vee sambil berusaha melepas cengkeraman di lehernya.


Semakin berusaha dilepaskan, cengkeraman itu juga terasa semakin kuat. Dan kalungnya pun juga bergetar semakin hebat.


Lama kelamaan nafas Vee pun juga sangat menipis. Seperti sudah tak ada lagi harapan hidup baginya.


Sementara wanita berwajah hitam itu masih terlihat sangat bersemangat untuk mencengkeram leher Vee dengan sekuat tenaga.


"Astaghfirullah Tuhan..." tanpa disangka-sangka, ternyata Rey memasuki tenda Vee.


Pria yang berkemampuan melihat sosok astral itu terlihat sangat terkejut dengan pemandangan di depannya.


"Kenapa bisa dia melukai lo, Vee?" dalam keadaan darurat masu sempat-sempatnya Rey bertanya. Apa dia tidak tahu bagaimana sakitnya Vee berjuang hidup.


Bingung harus melakukan apa, sungguh Rey tak punya keahlian semacam gosh Hunter yang bisa mengalahkan para lelembut.


"Gue harus ngapain Vee?" tanya Rey panik, sementara sosok itu sedikit teralihkan dengan hadirnya Rey.


Sosok wanita itu menoleh dan lagi-lagi menyeringai pada Rey dengan wajah yang sangat menyeramkan.


"Allahuakbar" teriak Rey yang ketakutan.


Dalam keadaan panik, apapun bisa terjadi. Begitupun Rey yang tanpa terkontrol meraih sebuah senter di dekat lampu darurat yang sedang menyala.


Rencananya dia akan menimpuk kepala wanita itu dengan sekuat tenaga. Apa dia lupa kalau sosok di depannya itu bukanlah manusia?

__ADS_1


Tapi yang namanya usaha, siapa tahu Rey berhasil.


"Bismillahirrahmanirrahim" teriak Rey sambil memegang senter dan meniupnya sebanyak tiga kali.


Dan...


Bugh!!!


Tepat sasaran!


Senter yang Rey lemparkan tepat mengenai kapala wanita itu dengan sangat keras hingga menimbulkan bunyi gedebug yang cukup nyaring.


Kalau kena kepala manusia bisa dipastikan kalau dia akan langsung pingsan.


Sementara yang terjadi pada sosok itu adalah dia terpelanting beberapa meter menjauh dari Vee yang terlihat sibuk meraup oksigen dari sekitarnya.


Hosh!! Hosh!! Hosh!!


Suara nafas Vee yang tak beraturan seperti orang yang baru selesai lari maraton.


"Gue berhasil Vee! Gue berhasil nimpuk cewek jelek itu" teriak Rey dengan senangnya.


"Ayo cepat keluar dari sini, Vee" ajak Rey yang melihat sosok itu mulai menggeliat dan bersiap untuk duduk.


"Aku lemas banget, Rey. Aku nggak kuat. Kamu aja yang keluar cari bantuan. Aku tunggu disini" kata Vee dengan terbata, sambil berusaha menetralkan nafasnya.


"Nggak. Disini bahaya. Ayo gue bantuin lo bangun" tegas Rey sambil meraih tangan Vee dan membantunya berdiri.


"Berat amat sih lo Vee. Makan lo banyak ya" kata Rey sambil berusaha membawa Vee keluar dari tendanya.


"Awas nanti kamu, Rey" kata Vee yang terlihat masih sangat lemas.


Dalam keadaan panik, beruntung kedua remaja itu masih diberi kesempatan untuk bisa keluar dari tenda Vee meski sosok itu ternyata juga sudah berada di hadapan mereka.


"Ah, sial! Lo mainnya curang. Coba kalau lo nggak pakai ilmu menghilang, pasti lo masih pingsan di dalam sana" kata Rey geram, sambil menunjuk-nunjuk si wanita itu dengan nada marah.


"Dia kan hantu, Rey" kata Vee mengingat.


"Oh iya lupa" kata Rey bergidik ngeri.


"Aahhhh" teriak Vee yang merasa kalung HoRoCi semakin memanas.


Bahkan kini kalung itu bergetar keras hingga Rey pun bisa melihat getaran kalung itu sampai mengeluarkan cahaya pelangi.


Beberapa saat berlalu, beberapa cahaya terlihat keluar dari kalung kristal yang Vee kenakan.


Rupanya Hideo telah berhasil membuat ketiga bocil setan itu bangun meski Hideo melakukan hal itu dari jarak jauh.


"Aahhhh" teriak Rey yang ketakukan hingga jatuh terduduk di samping Vee.


Tapi saat menoleh pada Vee, rekannya itu malah terlihat tersenyum bahagia sambil menatap ketiga makhluk mengerikan yang tiba-tiba muncul di hadapannya.

__ADS_1


"Apalagi itu Vee?" tanya Rey ketakukan.


"Mereka itu temanku, Rey" jawab Vee.


"Selamat malam, Vee" kata Ho dengan senyum terkembang setelah nampak lebih segar.


"Malam. Kalian sudah bangun?" tanya Vee.


"Pangeran yang membangunkan kami. Apa kamu sedang ada masalah?" tanya Ho yang belum sadar dengan adanya sosok wanita berwajah hitam yang sedang menyeringai di dekatnya.


"Lihat disana, Ho" kata Ro dan Ci memperingatkan saudaranya.


"Astaga. Dia jelek sekali" tutur Ho yang membuat Rey tertawa.


"Ternyata hantu juga bisa kaget, ya" kata Rey yang masih terkekeh.


"Hantu juga bisa ditimpuk kan, Rey" kata Vee mengingatkan.


"Oh iya, lupa" jawab Rey.


"Ada dua kekuatan dalam tubuhnya, Vee. Sebuah harapan dan satu lagi sebuah ancaman" kata Ho yang sedang membaca apa yang tengah terjadi pada sosok itu.


"Maksudnya?" tanya Vee tidak mengerti.


"Makhluk itu sedang berusaha mengatakan sesuatu padamu tapi rupanya ada sebuah kekuatan yang juga sedang mamaksa untuk mempengaruhinya agar mencelakaimu" tutur Ho yang tengah menelisik sosok di hadapannya.


"Uwah, kau semakin hebat ya Ho" kata Vee kagum.


Ho terlihat salah tingkah dengan penuturan Vee. Dan semua yang terjadi membuat Rey tak percaya dengan semua penglihatannya.


"Hentikan semuanya. Kalau kita tidak segera bertindak, maka kita semua akan benar-benar celaka" kata Rey yang tak tahan melihat temannya sedang reuni dengan para hantu kerdil itu.


"Hei, siapa kau? Bagaimana bisa kau meremehkan kami?" tanya Ro sedikit tidak terima.


Melihat ketiga makhluk kerdil bermata satu itu tengah memandangi Rey dengan tatapan yang menakutkan, membuat Rey jadi sangat ketakutan.


Dalam hati Rey menggumam, bagaimana Vee bisa tahan dengan para makhluk mengerikan yang berada di sekitarnya?


"Jangan membatin yang tidak-tidak. Kau pikir kami tak bisa membaca isi hatimu?" bentak Ro.


"Aahh... Maaf, maafin gue" tutur Rey sambil menangkupkan tangannya di dada. Baru kali ini dia merasa sangat ketakutan karena dikelilingi oleh beberapa makhluk astral.


"Maaf katamu?" tanya Ro yang ternyata sekarang bisa merubah wujudnya menjadi makhluk yang lebih besar dan mengerikan.


Membuat Rey gemetaran hinggan jatuh terduduk di tempatnya dan sudah diambang pingsan.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2