Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu

Vee, Kekasihku Dari Masa Lalu
butuh energi


__ADS_3

"Akhirnya, lega banget ya Vee. Hari ketiga ujian Nasional sudah kita lalui dengan baik" Bintang berseloroh senang sambil berjalan bersisian dengan Vee untuk ke parkiran.


"Kami yakin sama jawaban kamu, Bin? Yakin kamu lulus?" tanya Vee, sedikit pesimis sebenarnya dia.


"Kenapa memangnya? Kamu nggak yakin sama jawaban kamu? Kalau aku sih yang penting dijawab semuanya aja, Vee. Perkara benar atau salah urusan belakangan, hehe" rupanya Bintang pun sama seperti Vee.


"Huft, semoga saja kita lulus ya, Bin" kata Vee sambil menghela nafas kasar.


Hatinya masih ragu dengan semua jawaban yang telah dia berikan tadi selama ujian. Entah bagaimana nilainya nanti.


"Pikiran tumpul kamu sangat bodoh ya, Vee. Untung saja saya membantu kamu untuk menjawab soal-soal itu. Kalau tidak, bisa benar-benar tidak lulus ujian kamu" ejek Hideo yang juga mendengar percakapan kedua cewek pasrah di hadapannya.


Vee melotot mendengar penuturan Hideo, tidak mungkin dia mendebati asap ini karena masih ada Bintang bersamanya.


"Hai, Vee. Kita ketemu lagi ya" ucap seseorang dari belakang tubuh Vee.


"Hah, Vee... Gila, ada James" bisik Bintang dengan hebohnya di telinga Vee sambil menggoyang-goyangkan lengan Vee yang terkesan datar.


Vee menoleh, tentu gadis itu tersenyum. Bagaimanapun pasti rasanya sangat senang saat ada cowok populer di sekolahmu sedang menyapamu kan.


"Hai, James. Apa kabar?" tanya Vee masih dengan senyum manisnya.


"Aku baik. Gimana tadi, bisa ngerjain soal ujiannya?" tanya James berbasa-basi sebelum bertanya tentang intinya.


"Tentu dia tidak bisa, dia kan bodoh" Hideo menjawab pertanyaan James yang pasti hanya bisa didengar oleh Vee saja.


"Lumayan sih, kalau kamu sudah pasti bisa ya. Kamu kan pintar, anak IPA sih" kata Vee membanggakan James.


James tersenyum senang, semakin mengangkat dada untuk menonjolkan diri.


"Aku yakin lulus sih. Oh ya, nanti kamu mau lanjutin kuliah dimana?" tanya James, rupanya masih betah untuk mengobrol dengan Vee.


"Belum kepikiran aku, lihat nanti deh. Atau mungkin aku mau coba kuliah di tempatnya kak Varo saja" kata Vee berandai-andai.


"Kamu yakin mau coba kuliah di tempatnya kak Varo? Disana kan tempatnya anak-anak dengan IQ tinggi, Vee. Sedangkan kita?" kata Bintang yang langsung mematahkan semangat di hati Veronica.


Memang kemampuan otaknya sangat berbeda jauh dengan otak Varo yang jenius.


"Ish, kamu ini Bin. Kenapa langsung mematahkan semangatku sih" kata Vee.


Sementara James hanya tertawa kecil mendengar obrolan kedua cewek di depannya itu.

__ADS_1


"Teman kamu benar, Vee. Kamu terlalu bodoh untuk ikut ujian lagi. Lebih baik tidak usah kuliah lagi" Hideo terus saja menggerutu, apalagi sejak ada James di sekitar mereka.


Entahlah, meski tak punya hati tapi Hideo merasa tidak suka saat melihat James.


"Oh iya, minggu depan konsernya Senopati di balai kota. Kamu mau nggak nonton sama aku?" tanya James yang akhirnya mengutarakan maksud hatinya.


"Uwah, mau aja Vee. Mau. Kapan lagi diajak cowok populer" bisik Bintang di telinga Vee.


"Ehm, lihat nanti lah James. Aku nggak begitu tertarik sama konser dan semacamnya" kata Vee.


"Oh, ayolah. Kapan lagi kan kita bisa bertemu dengan Senopati secara langsung" James masih mencoba untuk membujuk Vee.


"Nanti lah kalau aku berubah pikiran, pasti aku kabari kamu" kata Vee yang tak tega untuk menolak lagi ajakan James.


"Ya, itu terdengar lebih baik" kata James menampilkan senyum terbaiknya.


"Oke deh, alu duluan ya Vee. Sampai jumpa minggu depan" James berlalu sambil melambaikan tangannya.


James sedikit menyesal karena baru mengenal Vee lebih dalam setelah sekolah mereka sudah hampir berakhir.


Entahlah, semakin dilihat, kenapa Vee terlihat semakin menarik. James sudah bertekad untuk mendekatinya.


"Dia berpikiran buruk tentangmu, Vee" kata Hideo yang belum melepas pandangannya dari James.


"Ah, sok tahu" kata Vee keceplosan.


"Siapa yang sok tahu Vee?" kata Bintang yang sudah melotot tepat dihadapan wajah Vee.


Vee terkikik geli melihat ekspresi Bintang yang seperti itu, diapun berlari seolah merasa takut dan Bintang tentu mengejarnya.


"Maafin aku dong, Bintang yang cantik" teriak Vee sambil berlari mendekat ke arah motornya.


Bintangpun tertawa, bagaimanapun mereka berdua masih anak sekolahan yang belum mengerti sisi lain dari dunia ini.


Dan Hideo melihat kedua remaja itu dengan senyum yang tulus. Tawa lepas dari mereka seolah menularkan tawa riang yang membuat beban sedikit teralihkan.


★★★★★


"Makanan datang" teriak Vee yang masih mengendarai motornya saat melihat HoRoCi dan para gendruwo sedang berbincang di depan gerbang rumahnya.


Dua kantong kresek tulang ayam telah dibawanya.

__ADS_1


Sengaja dia membelikan mereka porsi makan yang lebih banyak untuk merayakan hari terakhirnya ujian hari ini.


"Uwah, banyak sekali Vee" Ho terlihat girang saat bertanya.


Vee menghentikan laju motornya tepat di depan gerbang rumahnya dengan senyum ceria.


"Iya dong, soalnya hari ini hari terakhir ujianku. Jadi, aku traktir kalian makanan deh. Kalau nanti aku lulus, baru nraktir ayah, bunda, kak Varo dan Alina deh" Vee menyebutkan satu per satu keluarganya.


"Mau makan dimana?" tanya Vee.


"Ditempatnya pak gendruwo saja deh" kata Ho yang disetujui oleh semuanya.


"Oke, silahkan" kata Vee yang menyerahkan dua kantong kresek full tulang ayam untuk mereka.


"Selamat menikmati, aku masuk duluan ya" kata Vee yang meneruskan laju motornya ke dalam rumah setelah membuka gerbangnya.


Hideo hanya membuntuti Vee tanpa mengucap banyak kata. Energinya seolah redup. Dia akan berburu hewan lagi malam ini.


Atau jika bertemu hantu lain yang sedang kesasar, bolehlah dia menghisap energi darinya agar tidak meninggalkan jejak kulit kering yang akan membuat Vee merasa takut lagi padanya.


Hanya saja, satu yang belum Vee ketahui.


Saat Hideo menghisap energi dari makhluk halus yang ber aura negatif maka sedikit banyak sikapnya akan menjadi lebih buruk


Ada sedikit kejahatan darinya jika Vee tidak mengimbangi dengan lantunan doa yang selalu dia panjatkan untuk Hideo selepas melakukan solat lima waktu.


"Kamu terlihat semakin pucat, kak" kata Vee saat memasuki rumahnya, dan tak sengaja menatap pada Hideo yang melayang rendah di sisinya.


"Masak sih? Saya merasa biasa saja" ucap Hideo yang tak ingin membuat Vee merasa khawatir.


"Oh, yasudah kalau begitu. Aku mandi dulu deh" ucap Vee yang meneruskan langkahnya ke lantai dua, tempat kamarnya berada.


Hingga malam hari, Hideo terlihat semakin pucat saja. Jika dia tidak menghisap energi dari sekelilingnya, maka dia akan kembali menjadi hologram tipis yang bisa saja terbang terbawa angin.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2